Paracetamol ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Paracetamol

Paracetamol merupakan obat yang dikenal luas dan salah satu obat yang paling sering digunakan sebagai penurun panas. Obat ini digunakan untuk mengobati banyak kondisi seperti sakit kepala, nyeri sendi, nyeri punggung, sakit gigi, flu, dan demam.

 

Nama Generik

Paracetamol

Merek Dagang

Acetram; Afibramol; Afidol; Aknil; Alaxan; Alphagesic; Alphamol; Analtom; Arthrifen Plus; Babygesic; Bimacyl; Biogesic; Biopyrex; Biopyrex Forte; Bobotan; Boska; Buscopan Plus; Calapol; Citomol; Cupanol; Dapyrin; Decadol; Defamol; Depamas; Dotramol; Dumin; Ekacetol 500; Emturnas; Emturnas forte; Erlamol; Erphamol; Expomol; Farismol; Farmadol; Fasgo; Fasgo Forte; Fasidol; Fasidol Forte; Fevrin; Fevrin Pediatric; Flugan New; Gitas Plus; Grafadon; Grafadon Forte; Gunaceta Head-O; Hiopar; Holidon; Hufagesic; Hyomida Plus; Ificol; Ifitamol; Ikacetamol; Iko; Iredosis maksimal; Itamol; Itamol Forte; Itramol; Kamolas; Kamolas Forte; Kokogesic; Kolicgon; Lanamol; Maganol; Dosis maksimalidol; Mesamol; Metamol; Mimsone; Minigrip-P; Mirasic; Mirasic Forte; Mirasic Plus; Mixanal; Moletra; Moretic; Naprex; Nasamol; Neozep Non Drowsy; Nihiza; Nodrof; Novagesic; Novagesic Forte; Nufadol; Nutradon; Obapa; Ophimol; Ottopan; Pacetik; Pamol; Pamol Forte; Pamol plus; Panasyr; Panorex; Paraco; Paramol; Parios; Pehamol; Pehamol Kids; Piosfen; Piosfen Forte; Poro; Praxion; Primadol; Procet; Prodol; Profenal; Progesic; Propyretic; Pyrex; Pyrexin; Pyrexina; Pyridol; Ramagesic; Ramagesic-F; Reanal; Remasal Pro; Samconal; Sanmol; Scopamin Plus; Scopma Plus; Selesmol; Sercopan; Sistenol; Spashi Plus; Spasmacine; Spasmid Plus; Stomica Plus; Sudrex; Sumagesic; Templus; Tempra; Termagon; Topras; Tramifen; Trifamol; Trimol; Truscine; Turpan; Tylenol; Ultracet; Unicetamol; Xepamol; Zaiki; Zaldiar; Zetamol.

Pengertian

Paracetamol merupakan obat yang dikenal luas dan salah satu obat yang paling sering digunakan sebagai penurun panas. Selain sebagai pereda demam paracetamol juga memiliki efek meredakan nyeri. Obat ini digunakan untuk mengobati banyak kondisi seperti sakit kepala, pegal linu, nyeri sendi, nyeri punggung, sakit gigi, flu, dan tentu saja demam.

Golongan

Analgesik, Antipiretik

Sediaan
  • Sirup/Suspensi 120 mg/mL
  • Sirup/Suspensi 160 mg/mL
  • Sirup/Suspensi 250 mg/mL
  • Tablet 100 mg
  • Tablet 500 mg
  • Enema 125 mg/2,5 mL
  • Enema 250 mg/4 mL
  • Drops 100 mg/mL
  • Cairan infus 10 mg/mL.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (Sirup/Suspensi, Tablet, Drops)

  • Demam
    • Dosis dewasa: 650 mg per oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 3.250 mg/24 jam
    • Dosis dewasa: (Kekuatan ekstra) 1.000 mg per oral setiap 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 3000 mg/24 jam
    • Dosis dewasa: (tablet pelepasan lambat) 1300 mg per oral setiap 8 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 3.900 mg/24 jam
    • Dosis bayi dan anak-anak, kurang dari 60 kg: 10 hingga 15 m/ kg/dosis per oral setiap 4 sampai 6 jam; dosis maksimal 75 mg/kg/hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/ hari atau 1.625 mg/hari pada anak-anak
    • Dosis remaja, 60 kg atau lebih: 650 mg per oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal 3.250 mg / hari
  • Osteoartritis
    • Dosis dewasa: 1.000 mg per oral 4 kali sehari selama empat minggu, total 4.000 mg/hari
  • Nyeri (Ringan sampai Sedang)
    • Dosis dewasa: 650 mg per oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan, dosis maksimal: 3.250 mg/24 jam
    • Dosis dewasa: (Kekuatan ekstra) 1.000 mg per oral setiap 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 3.000 mg/24 jam
    • Dosis dewasa: (tablet pelepasan lambat) 1.300 mg per oral setiap 8 jam sesuai kebutuhan: dosis maksimal: 3.900 mg/24 jam
    • Dosis bayi dan anak-anak, kurang dari 60 kg: 10 hingga 15 mg/kg/dosis per oral setiap 4 sampai 6 jam; dosis maksimal 75 mg / kg / hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 1.625 mg/hari pada anak-anak
    • Dosis remaja, 60 kg atau lebih: 650 mg per oral setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 3.250 mg/hari
  • Reaksi efek samping vaksinisasi; Profilaksis vaksin Difteri-pertussis-tetanus; vaksin toxoids-polio.
    • Dosis anak (Usia 2 hingga 6 bulan): 15 mg/kg secara oral setelah vaksinasi, diikuti oleh 2 dosis lebih lanjut pada interval 4 jam, dengan dosis berikutnya diberikan sesuai kebutuhan.

Dosis untuk pemberian intravena (cairan infus)

  • Demam
    • Dosis dewasa: (IV, 50 kg atau lebih) 1.000 mg IV setiap 6 jam, atau 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal dosis tunggal 1000 mg; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute pemberian 4.000 mg/24 jam
    • Dosis dewasa: (IV, kurang dari 50 kg) 15 mg / kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg / kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute pemberian 75 mg/kg/ hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis neonatus, usia kehamilan 32 minggu atau lebih, usia kronologis hingga 28 hari: 12,5 mg/kg IV setiap 6 jam; interval pemberian dosis minimum 6 jam; dosis maksimal: total dosis harian dengan semua rute pemberian 50 mg/kg/hari
    • Dosis bayi 29 hari sampai 2 tahun: 15 mg/kg IV setiap 6 jam; interval pemberian dosis minimum 6 jam; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute 60 mg/kg/hari
    • Dosis anak 2 hingga 12 tahun: 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute 75 mg/kg/hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis anak 13 tahun atau lebih, kurang dari 50 kg: 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute 75 mg/kg/hari atau 3750 mg/24 jam
    • Dosis anak 13 tahun atau lebih, 50 kg atau lebih: 1.000 mg IV setiap 6 jam, atau 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 1.000 mg; dosis maksimal: total dosis harian oleh semua rute 4.000 mg/24 jam
  • Nyeri (Ringan sampai Sedang):
    • Dosis dewasa (IV, kurang dari 50 kg): 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg / kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg / kg atau 750 mg; Dosis harian maksimal 75 mg/kg/hari atau 3750 mg/24 jam
    • Dosis dewasa (IV, 50 kg atau lebih): 1.000 mg IV setiap 6 jam atau 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 1000 mg; Dosis harian maksimal 4.000 mg/24 jam
    • Dosis anak (2 hingga 12 tahun): 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal: dosis harian 75 mg/kg/hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis anak (13 tahun atau lebih, kurang dari 50 kg): 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal: dosis harian 75 mg/kg/hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis anak (13 tahun atau lebih, 50 kg atau lebih): 1.000 mg IV setiap 6 jam ATAU 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 1000 mg; dosis maksimal: dosis tunggal 4.000 mg/24 jam
  • Nyeri (Sedang sampai Berat), dalam kombinasi dengan obat opioid
    • Dosis dewasa (50 kg atau lebih): 1.000 mg IV setiap 6 jam atau 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal dosis tunggal 1000 mg; dosis maksimal harian 4.000 mg / 24 jam
    • Dosis dewasa (Kurang dari 50 kg): 15 mg / kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg / kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal dosis tunggal 15 mg / kg atau 750 mg; dosis maksimal harian 75 mg / kg / hari atau 3750 mg / 24 jam
    • Dosis anak (2 hingga 12 tahun): 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal: dosis tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; dosis maksimal harian 75 mg/kg/hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis anak (13 tahun atau lebih, kurang dari 50 kg): 15 mg/kg IV setiap 6 jam atau 12,5 mg/kg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis maksimal tunggal 15 mg/kg atau 750 mg; Dosis harian maksimal 75 mg/kg/hari atau 3.750 mg/24 jam
    • Dosis anak (13 tahun atau lebih, 50 kg atau lebih): 1.000 mg IV setiap 6 jam atau 650 mg IV setiap 4 jam; dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau berulang; interval pemberian dosis minimum, 4 jam; dosis tunggal maksimal: 1.000 mg; Dosis harian maksimal 4.000 mg/24 jam

Dosis untuk pemberian per rektal (melalui anus) sediaan (Enema)

  • Demam
    • Dosis dewasa (Rektum): 650 mg rektal setiap 4 hingga 6 jam; dosis maksimal: 6 supositoria/24 jam
    • Dosis bayi dan anak-anak, kurang dari 60 kg: 10 hingga 20 mg/kg rektal setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 75 mg/kg/hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 4.000 mg/hari pada anak-anak; dosis loading 25 hingga 45 mg/kg (dosis maksimal 1000 mg) juga dapat diberikan sebelum dosis pemeliharaan.
    • Dosis remaja, 60 kg atau lebih: 650 mg rektal setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 4.000 mg/hari
  • Nyeri (Ringan sampai Sedang)
    • Dosis dewasa (Rektum): 650 mg rektal setiap 4 sampai 6 jam; dosis maksimal: 6 supositoria / 24 jam
    • Dosis bayi dan anak-anak, kurang dari 60 kg: 10 hingga 20 mg/kg rektal setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 75 mg/kg/ hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 4000 mg/hari pada anak-anak; dosis loading 25 hingga 45 mg/kg (maksimum 1.000 mg) juga dapat diberikan sebelum dosis pemeliharaan
    • Dosis anak (remaja, 60 kg atau lebih): 650 mg rektal setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan; dosis maksimal: 4.000 mg/hari
Kontraindikasi

Paracetamol sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Penyakit liver (hati) aktif dan berat
  • Hipersensitivitas terhadap paracetamol atau komponen lainnya dari produk
  • Gangguan hepatik berat.
Efek samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Paracetamol yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi lebih gelap, merasa capek, tidak merasa lapar, perut begah atau nyeri perut, kotoran berwarna lebih cerah, muntah, kulit atau mata berwarna kuning.
  • Tidak mampu untuk berkemih atau perubahan jumlah air kencing
  • Reaksi kulit yang sangat parah (sindrom Stevens-Johnson/Nekrolisis Epidermal Toksik) dapat terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang cukup parah dan terkadang kematian. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda melihat tanda kulit kemerahan, bengkak, atau merasa kulit akan terlepas (dengan atau tanpa demam); mata merah atau iritasi; nyeri pada mulut dan luka pada mulut, hidung, atau mata.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Perut begah atau muntah
  • Tidak dapat tidur.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Paracetamol. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Paracetamol.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan B. Kategori ini menyatakan bahwa baik studi reproduksi hewan coba belum menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada penelitian terkontrol pada wanita hamil atau penelitian reproduksi hewan coba yang menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam penelitian terkontrol pada wanita di trimester pertama. (dan tidak ada bukti risiko pada trimester kemudian).

Konsumsi Paracetamol oleh ibu menyusui kompatibel dengan bayi, risiko obat terhadap bayi minimal.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengkonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Paracetamol
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Untuk pemberian intravena
      • Anda memiliki riwayat penyakit liver
    • Jangan konsumsi obat lebih banyak dari yang dianjurkan dokter
    • Hindari mengkonsumsi paracetamol dari sumber lainnya. Suatu overdosis paracetamol merupakan masalah kesehatan yang serius
    • Hubungi dokter Anda jika Anda mengkonsumsi lebih dari 4.000 mg paracetamol dalam sehari, bahkan ketika Anda merasa tidak apa-apa
    • Tanyakan kepada dokter sebelum Anda mengkonsumsi wine, bir, atau minuman lainnya saat mengkonsumsi paracetamol
    • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
    • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengkonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Paracetamol telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Paracetamol. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Isoniazid
    • Imatinib
    • Pixantrone.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Warfarin
    • Zidovudine
    • Phenytoin
    • Carbamazepine
    • Acenocoumarol
    • DiflunisalSulfinpyrazone 
    • Busulfan
    • Piperaquine.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • chloramphenicol
    • cholestyramine
    • fenoldopam
    • Lamotrigine.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi intravena hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi