Panduan Memasak Makanan untuk Diet, Apa Saja?

Panduan memasak makanan untuk diet

Panduan memasak makanan untuk diet penting diketahui bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal yang harus Anda perhatikan dengan menghindari penggunaan garam berlebih hingga mengganti karbohidrat dengan karbohidrat kompleks.

 

Go DokKegemukan, atau berat badan berlebih, kini telah menjadi masalah kesehatan yang menyita perhatian berbagai kalangan. Bagaimana tidak, kegemukan kini tidak hanya menghinggapi orang dewasa saja –pria dan wanita-, namun juga mulai menyerang anak-anak usia belia. Selain itu, banyak penelitian yang mengemukakan bahwa kegemukan bisa menjadi faktor pemicu timbulnya beragam penyakit mematikan, mulai dari diabetes, darah tinggi, hingga penyakit jantung. Tidak ingin hal ini menimpa Anda, ataupun anggota keluarga, bukan? Karenanya, ayo mulai diet! Tapi, jangan asal diet, ya! Karena faktanya, terdapat beberapa panduan yang harus diperhatikan agar diet tetap sehat dan dapat memberikan efek optimal.

Berikut beberapa panduan memasak makanan untuk diet yang harus Anda perhatikan:

1. Hindari penggunaan garam berlebih

Panduan memasak makanan untuk diet yang pertama adalah dengan menghindari penggunaan garam secara berlebih. Memang, makanan yang asin dan gurih akan terasa sangat nikmat di lidah. Namun, tahukah Anda, bahwa garam ternyata dapat meningkatkan bobot air dalam tubuh? Ya, sebuah penelitian dari University of California menunjukkan bahwa penggunaan garam berlebih dalam makanan ternyata tidak hanya buruk untuk kesehatan jantung, namun juga dapat meningkatkan retensi air dalam tubuh Anda.

Singkatnya, ketika mengonsumsi makanan yang asin, Anda akan mudah merasa haus. Akibatnya, Anda akan minum dalam jumlah yang banyak. Nah, hal inilah yang kemudian dapat meningkatkan retensi air dalam tubuh. Jadi, meskipun  garam tidak membuat Anda gemuk secara langsung, namun konsumsi garam berlebih terbukti dapat meningkatkan bobot air dalam tubuh Anda.

2. Hilangkan MSG dari daftar bumbu

MSG atau Monosodium Glutamate telah menjadi bahan penyedap makanan yang akrab di telinga masyarakat Indonesia. MSG, yang juga dikenal dengan sebutan micin, ternyata tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalankan program diet, lho! Pasalnya, sebuah studi dari Tiongkok mengemukakan bahwa konsumsi MSG dapat meningkatkan risiko obesitas hingga 3 kali lipat. Selain itu, MSG juga dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit lain, semisal tekanan darah tinggi, asma, gangguan pencernaan, dll.

3. Kurangi gula

Panduan memasak makanan untuk diet yang selanjutnya adalah untuk mengurangi gula dalam sajian pangan Anda. Selain menambah jumlah asupan kalori harian Anda, penggunaan gula berlebih juga telah terbukti dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes. Solusinya, dengan mengurangi takaran gula harian, Anda juga bisa mulai mengonsumsi bahan pangan yang kaya akan gula alami, seperti buah-buahan.

4. Kurangi penggunaan produk tinggi lemak

Menambahkan mentega, minyak sawit, atau krim pada masakan memang kerapkali jadi pilihan. Tapi, hal ini perlu dihindari apabila Anda sedang menjalankan program diet. Mengapa? Karena mentega, minyak sawit, dan krim termasuk pada bahan makanan yang tinggi akan lemak.

5. Katakan tidak pada soda!

Menurut hasil penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition , HFCS (sirup jagung fruktosa tinggi) yang terkandung dalam soda ternyata dapat memicu sindrom metabolik serta meningkatkan risiko obesitas.

6. Ganti karbohidrat

Panduan memasak untuk diet yang terakhir adalah dengan mengganti sumber karbohidrat. Jika biasanya Anda mengutamakan karbohdrat dari nasi, maka mulai sekarang gantilah dengan sumber karbohidrat kompleks, seperti gandum dan nasi merah.

Itu tadi beberapa panduan memasak untuk diet yang dapat Anda praktikkan. Selamat mencoba!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.