Osteomalasia ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Osteomalasia

Osteomalasia merupakan kelainan tulang dimana tulang menjadi lunak, lemah dan rapuh, sehingga tulang sangat mudah patah (fragility fracture). Berbeda dengan osteoporosis penyakit ini terjadi karena tidak terjadi pengerasan tulang dalam proses pembentukan tulang.

Mengenal osteomalasia

Osteomalasia, sering kali dikenal sebagai tulang yang lunak.Penyakit ini merupakan kelainan tulang dimana tulang menjadi lunak, lemah dan rapuh, sehingga tulang sangat mudah patah (fragility fracture).

Berbeda dengan osteoporosis, osteomalasia terjadi karena tidak terjadi pengerasan tulang dalam proses pembentukan tulang, sedangkan osteoporosis terjadi karena melunaknya tulang yang sudah terbentuk.

Penyebab

Kekurangan vitamin D merupakan penyebab utama untuk terjadinya osteomalasia. Vitamin D merupakan suatu nutrisi yang membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Vitamin D juga membantu menjaga kadar kalsium dan fosfat sehingga tulang dapat terbentuk dengan baik.

Tubuh akan susah menyerap kalsium yang dibutuhkan tulang untuk pembentukan tulang menjadi kuat jika tingkat vitamin D rendah. Rendahnya tingkat vitamin D disebabkan oleh masalah pengaturan pola makan, kurangnya paparan sinar matahari dan masalah dengan usus (misalnya : riwayat operasi pengangkatan usus halus).

Selain itu, beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terganggunya penyerapan vitamin D:

  1. Penyakit celiacdapat merusak lapisan usus dan mencegah penyerapan nutrisi utama seperti vitamin D. Penyakit celiac adalah kondisi autoimun yang umumnya disebabkan karena mengonsumsi makanan yang mengandung gluten
  2. Jenis kanker tertentudapat mengganggu proses vitamin D
  3. Gangguan ginjal dan hatidapat memengaruhi metabolisme vitamin D.

Faktor Risiko

Faktor risiko tertinggi terjadinya osteomalasia pada orang yang tidak cukup asupan vitamin D dan sedikit paparan sinar matahari, seperti orang yang sudah tua dan mereka yang tinggal di rumah sakit atau dirawat di rumah sakit yang tidak terpapar sinar matahari.

Gejala Klinis

Gejala klinis yang paling umum adalah tulang yang mudah patah. Gejala klinis lain dari penyakit ini adalah kelemahan otot. Kelemahan otot terjadi karena otot menempel di tulang. Seseorang dengan kondisi ini  mungkin mengalami kesulitan berjalan.

Nyeri tulang, terutama dibagian pinggul juga merupakan gejala umum pada osteomalasia. Rasa nyeri pinggul dapat menyebar ketempat- tempat berikut: 1. Punggung belakang, 2. Panggul, 3. Kaki, dan 4. Tulang rusuk.

Jika memiliki kadar Kalsium dalam darah yang  rendah, maka akan menimbulkan gejala seperti:

  1. Irama jantung yang tidak teratur
  2. Mati rasa disekitar mulut
  3. Mati rasa di lengan dan kaki
  4. Kejang pada tangan dan kaki.

Diagnosis

Diagnosis dari penyakit ini dapat ditegakkan dengan pemeriksaan darah. Berikut adalah hasil pemeriksaan darah yang mungkin ditemukan:

  1. Kadar vitamin D yang rendah
  2. Kadar kalsium yang rendah
  3. Kadar fosfat yang rendah
  4. Isoenzim Alkalin fosfatase yang tinggi.

Beberapa metode pemeriksaan lainnya yang digunakan untuk mendiagnosa osteomalasia:

  1. Sinar X dan tes pencitraan lainnyadapat membantu menunjukan retakan kecil pada tulang. Zona ini disebut zona transformasi looser. Terjadinya patah tulang dapat terjadi pada zona transformasi looser bahkan dengan cedera yang sangat kecil
  2. Biopsi tulang.Dengan cara  memasukkan jarum hingga ke tulang untuk mengambil sampel jaringan tulang. Sampel tersebut akan diteliti lebih lanjut di laboratorium
  3. Pemeriksaan kepadatan mineral tulang,untuk melihat kadar kalsium dan fosfat pada tulang.

Setelah didiagnosis, dokter harus mencari tahu mengapa kondisi ini dapat terjadi. Apakah disebabkan oleh pola makan atau disebabkan oleh masalah yang lebih kompleks, yang tidak berkaitan dengan kekurangan vitamin D, tetapi berkaitan dengan kegagalan untuk menyerap dan mengaktifkan vitamin D, seperti gangguan pada ginjal dan usus.

Penanganan

Jika dokter telah mendeteksi osteomalasia. Maka disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D, kalsium atau fosfat secara oral. Jika ada masalah penyerapan karena cidera usus atau riwayat operasi sebelumnya atau jika memiliki masalah dengan pola makan yang rendah nutrisi, Anda dapat menerima terapi vitamin D dengan suntikan melalui kulit atau pembuluh darah di lengan Anda.

Dan Anda perlu menghabiskan waktu di luar ruangan dibawah sinar matahari pagi antara pukul 07.00 – 09.00 pagi dan sore pada pukul 16.00 – 17.00, sehingga tubuh dapat menyerap cukup vitamin D. Jika kekurangan kalsium maka yang harus dilakukan adalah memperbanyak konsumsi unsur kalsium. Anak dengan penyakit ini yang parah harus memakai kawat gigi dan atau menjalani operasi untuk memperbaiki kelainan tulang.

Komplikasi

Gejala klinik osteomalasia dapat timbul kembali jika tidak cukup asupan vitamin D, seperti patah tulang, terutama tulang rusuk, tulang belakang dan tulang kaki.

Pencegahan

Osteomalasia disebabkan oleh kekurangan vitamin D sehingga dapat dicegah dengan pemberian makanan yang mengandung vitamin D. Berikut, makanan yang tinggi kandungan vitamin D yaitu minyak ikan (salmon, mackerel, sarden) dan kuning telur.

Jika Ana tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral dalam pengaturan pola makan atau jika Anda memiliki kondisi medis yang memengaruhi kemampuan sistem pencernaan Anda untuk menyerap nutrisi dengan baik, tanyakan ke dokter tentang mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

AY/JJ/MA

Referensi