Orkitis ; Gejala, Diagnosis dan Penanganan

Orkitis

Orkitis merupakan peradangan dari testis. Peradangan ini bisa terjadi akibat infeksi sekunder atau akibat penyakit sistemik lainnya. Penegakan diagnosis penyakit ini berdasarkan gejala dan tanda seperti gejala pada kemaluan dan saluran kemih) dan ada risiko infeksi menular seksual.

Mengenal orkitis

Orkitis merupakan peradangan dari testis. Peradangan ini bisa terjadi akibat infeksi sekunder atau akibat penyakit sistemik lainnya. Sebagian besar kasus berhubungan dengan infeksi virus mumps (gondongan), namun virus lain dan bakteri dapat menyebabkan orkitis.

Gejala yang muncul di awal onset biasanya berupa nyeri dan pembengkakan. Biasanya muncul berkaitan dengan penyakit infeksi menular seksual namun bisa juga akibat penjalaran infeksi dari saluran kemih.

Faktor risiko

  • Infeksi menular seksual
    • Chlamidya trachomatis dan Neisseria gonorrhoeaebiasanya pada pasien muda
    • Organisme gram negatif, biasanya pada pelaku homoseksual yang melakukan hubungan seksual lewat anus.
  • Infeksi non menular seksual
    • Infeksi ini biasanya disebabkan oleh organisme entericgram negatif. Faktor risiko terjadinya adalah akibat tersumbatnya saluran kemih, post pembedahan saluran kemih, dan pemasangan alat seperti kateter
    • Virus Mumps (paling sering), akibat kurangnya vaksinasi
    • Tuberculosis (TB), biasanya pada kasus TB Ginjal
    • Brucellosis pada daerah endemik
  • Non infeksi
    • Penggunaan amiodaron
    • Penyakit Behcet, terjadi 12-19%.

Epidemiologi

  • Kejadian diperkirakan 1 diantara 1.000 laki-laki
  • Dalam orkitis dikarenakan infeksi gondongan, 4 dari 5 kasus terjadi pada laki-laki prepubertal (berusia kurang dari 10 tahun)
  • Dalam orkitis bakteri, sebagian besar kasus berhubungan dengan epididimitis (epididymo-orkitis), dan mereka terjadi pada laki-laki yang aktif secara seksual diusia lebih dari 15 tahun atau lebih tua dari 50 tahun dengan hipertrofi prostat jinak (BPH)
  • Di Amerika Serikat, sekitar 20% dari pasien prepubertal dengan mumps berkembang menjadi orkitis.  Kondisi ini jarang terjadi pada laki-laki postpubertal. 

Gejala

  • Gejala pada onset akut biasanya nyeri pada buah zakar dan adanya pembengkakan, serta teraba hangat
  • Gejala infeksi pada uretra seperti keluarnya cairan dari lubang urin (uretra), nyeri berkemih, iritasi, namun bisa saja pasien muncul tanpa adanya gejala
  • Gejala infeksi saluran kemih seperti nyeri berkemih, sering berkemih, keluar urin sedikit-sedikit
  • Pada pemeriksaan fisik biasanya akan teraba pembengkakan dan nyeri tekan pada buah zakar
  • Gejala spesifik gondongan (mumps), yaitu sakit kepala dan demam diikuti pembengkakan kelenjar dibawah telinga (parotis). Ini terjadi 7-10 hari setelah terjadi pembengkakan testis dengan atau tanpa gejala sistemik.

Diagnosis

Penegakan diagnosis penyakit ini berdasarkan gejala dan tanda. Terdapat gejala genitourinary (gejala pada kemaluan dan saluran kemih) dan ada risiko infeksi menular seksual termasuk hubungan seksual lewat anus. Infeksi menular seksual merupakan penyebab tersering orkitis pada usia <35 tahun, sebaliknya patogen enteric lebih sering menyerang usia >35 tahun.

Diagnosis dapat dikonfirmasi setelah dilakukan pemeriksaan penunjang, yaitu:

  • Swab uretra untuk menemukan bakteri penyebab
  • Urin tengah untuk menilai makroskopis serta mikroskopis urin dan untuk kultur bakteri penyebab
  • C-reactive protein dan erytrocyte biasanya ditemukan meningkat
  • USG dapat digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan torsio testis.

Penanganan

  • Informasi, penjelasan, dan nasehat sebaiknya diberikan kepada pasien. Penjelasan penyebab terjadinya orkitis (jelaskan tentang infeksi menular seksual dan infeksi penyebab non seksual), efek jangka pendek infeksi serta efek jangka panjang untuk pasien dan juga pasangan, serta pasangan yang beresiko harus di periksa dan diobati
  • Tidak melakukan hubungan seksual sampai pengobatan selesai. Pengobatan dilakukan pada pasien dan juga pasangan
  • Terapi  yang diberikan adalah obat analgetik (anti nyeri), serta antibiotik sebagai terapi empirik.

Komplikasi

  • Atrofi (pengecilan) testis
  • Gangguan kesuburan dilaporkan 7-13%
  • Kemandulan jarang dalam kasus-kasus orkitis unilateral
  • Hidrokel communican atau pyocele, yang mungkin memerlukan drainase bedah untuk mengurangi tekanan dari tunika
  • Abses skrotalis
  • Infark testis (kematian jaringan testis).
  • Rekurensi.

Prognosis

  • Sebagian besar kasus orkitis karena mumps dapat menghilang secara spontan dalam waktu 3-10 hari
  • Dengan pemberian antibiotik yang sesuai, sebagian besar kasus orkitis karena infeksi bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

LK/JJ/MA

Referensi