Onikomikosis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Onikomikosis

Onikomikosis atau yang juga disebut sebagai tinea unguium, adalah infeksi jamur yang terjadi pada kuku jari tangan, kuku jari kaki atau keduanya.Infeksi jamur pada kuku ini terjadi akibat pertumbuhan jamur yang berlebihan pada bagian bawah kuku atau pada kuku itu sendiri.

 

Mengenal Onikomikosis

Onikomikosis atau yang juga disebut sebagai tinea unguium, adalah infeksi jamur yang terjadi pada kuku jari tangan, kuku jari kaki atau keduanya. Infeksi jamur biasanya berkembang dari waktu ke waktu dan akan langsung terlihat pada kuku Anda

Penyebab

Onikomikosis terjadi akibat pertumbuhan jamur yang berlebihan pada bagian bawah kuku atau pada kuku itu sendiri. Keadaan lingkungan atau kulit yang hangat dan lembap dapat membuat jamur tumbuh dengan sangat subur secara alami. Jamur yang sama, yang menyebabkan athlete’s foot (tinea pedis) dan kurap (tinea capitis) juga dapat menyebabkan infeksi kuku ini.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), infeksi jamur lebih sering memengaruhi kuku jari kaki dibandingkan kuku jari tangan. Hal ini dikarenakan jari-jari kaki biasanya tertutup oleh alas kaki (sepatu) sehingga lingkungan di sekitarnya lebih hangat dan lembap dimana lingkungan seperti ini sangat disukai oleh jamur.

Jika Anda termasuk orang yang senang dengan kegiatan manikur atau pedikur di salon kuku atau salon kecantikan lainnya, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada petugas bagaimana mereka mensterilkan alat-alat yang mereka gunakan. Mengapa? Karena alat-alat tersebut dapat menyebarkan infeksi jamur dari orang ke orang jika tidak disterilkan / dibersihkan dengan baik.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda terkena infeksi jamur pada kuku adalah :

  • Anda menderita diabetes
  • Memiliki penyakit yang menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Menggunakan kuku palsu
  • Mengalami cedera kuku
  • Jari – jari terlalu lembap dan tidak dibersihkan secara berkala
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bila dilihat dari jenis kelamin, infeksi kuku ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dan infeksi lebih sering ditemukan pada orang dewasa daripada anak-anak. Orang dewasa yang lebih tua berada pada risiko tertinggi untuk mengalami infeksi jamur pada kuku karena mereka memiliki sirkulasi darah yang lebih buruk dan kuku mereka tumbuh lebih lambat dan semakin tebal saat bertambah tua.

Gejala dan Tanda
  • Scaling di bawah kuku, yang disebut hiperkeratosis subungual
  • Garis putih atau kuning pada kuku, yang disebut onikomikosis lateral
  • Sudut atau ujung kuku yang remuk, yang disebut onikomikosis distal
  • Mengelupasnya area putih di permukaan kuku yang mungkin termasuk adanya lubang di kuku disertai munculnya bintik-bintik kuning di bagian bawah kuku, yang disebut onikomikosis proksimal
  • Kuku yang mungkin terangkat dari dasar kuku
  • Bau yang berasal dari kuku terinfeksi
  • Kuku yang rapuh atau mudah patah.
Diagnosis

Umumnya dokter dapat mendiagnosa penyakit ini hanya dengan melihat gejalanya yang khas. Tetapi, jika dicurigai ada infeksi lain yang menyerupai gejala infeksi jamur kuku, dokter akan mengambil goresan kuku dan melihat di bawah mikroskop ada atau tidaknya tanda-tanda keberadaan jamur. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin harus mengirim sampel ke laboratorium untuk analisis dan identifikasi lebih lanjut.

Penanganan

Produk yang dijual bebas biasanya tidak disarankan untuk mengobati infeksi jamur kuku karena tidak memberikan hasil yang dapat diandalkan sepenuhnya. Oleh karena itu, dokter mungkin meresepkan obat antijamur oral (minum), seperti:

  • Terbinafine
  • Itraconazole
  • Flukonazol
  • Griseofulvin.

Anda mungkin diharuskan menggunakan obat-obatan oral ini selama beberapa bulan karena solusi topikal umumnya tidak efektif dalam menyembuhkan infeksi jamur kuku.

Anda dapat menggunakan perawatan antijamur lainnya, seperti lacquer kuku antijamur atau larutan topikal. Perawatan ini dilakukan dengan cara yang sama seperti Anda menggunakan cat kuku namun hal ini tergantung pada jenis jamur yang menyebabkan infeksi, serta tingkat infeksi.

Perawatan tidak menjamin bahwa tubuh dapat bersih dari infeksi jamur sepenuhnya. Dari beberapa kasus, infeksi kuku jamur akan kembali.

Komplikasi
  • Infeksi berulang
  • Kehilangan kuku yang terkena infeksi (secara permanen)
  • Perubahan warna kuku yang terinfeksi
  • Penyebaran infeksi ke area lain dari tubuh dan mungkin saja infeksi ini menyebar melalui peredaran darah
  • Perkembangan infeksi bakteri pada kulit yang disebut selulitis.
Pencegahan

Membuat beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah Onikomikosis . Merawat kuku dengan baik dan menjaganya agar tetap bersih adalah cara yang paling mudah untuk mencegah infeksi. Anda juga harus menghindari terjadinya luka pada kulit di sekitar kuku.

Cara lain untuk mencegah infeksi jamur pada kuku meliputi:

  • Menggunakan semprotan antijamur secara teratur
  • Mencuci tangan setelah menyentuh kuku yang terinfeksi
  • Mengeringkan kaki dengan baik setelah mandi, terutama di antara jari-jari kaki Anda
  • Melakukan manikur atau pedikur di salon yang dapat dipercaya
  • Memakai kaus kaki untuk meminimalkan kelembapan
  • Tidak bertelanjang kaki di tempat umum.

Nah, itu tadi penjelasan seputar penyakit Onikomikosis. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

PJ/JJ/MA

Referensi