Omeprazole ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Omeprazole

 

Omeprazole merupakan suatu inhibitor pompa proton yang berperan dalam mengurangi jumlah produksi asam lambung. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala penyakit refluks lambung esopagus dan kondisi lainnya yang disebabkan oleh produksi berlebih asam lambung.

Nama Generik

Omeprazole

Merek Dagang

Blomer; Carosec; Conprazole; Contral; Dudencer; Etagastrin; Gastrazol; Gastrofer; Inhipump; Lanacer; Lokev; Losec; Meisec; Norsec; Omberzol; Omed; Omevell; Omeyus; OMZ; Onic; Opm; Ozid; Prilos; Prohibit; Promezol; Protop; Pumpitor; Rindopump; Risek; Rocer; Stomacer; Tamezol; Ulzol; Zeprazol; Zolacap; Zollocid;

Pengertian

Omeprazole merupakan suatu inhibitor pompa proton yang berperan dalam mengurangi jumlah produksi asam lambung. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala penyakit refluks lambung esopagus dan kondisi lainnya yang disebabkan oleh produksi berlebih asam lambung.

Obat ini juga dapat memberikan penyembuhan dari esofagitis erosif (kerusakan pada esofagus yang disebabkan oleh asam lambung). Omeprazole juga dapat diberikan bersamaan dengan antibiotik untuk mengatasi infeksi lambung oleh bakteri Helicobacter pylori.

Golongan

Anti Tukak, Inhibitor Pompa Proton (Proton Pump Inhibitors)

Sediaan

  • Serbuk injeksi 40 mg
  • Kapsul 10 mg
  • Kapsul 20 mg.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (kapsul)

  • Penyakit ulkus duodenum (infeksi Helicobacter pylori saluran cerna)
    • Dosis Dewasa:
      • Terapi ganda: 40 mg secara oral sekali sehari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg 3 kali sehari selama 14 hari; jika ulkus hadir saat memulai terapi, tambahan omeprazol 20 mg per oral sekali sehari selama 14 hari
      • Terapi Triple: 20 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg dan amoxicillin 1.000 mg dua kali sehari selama 10 hari. Omeprazole dapat dilanjutkan selama 18 hari tambahan pada pasien dengan ulkus yang ditemukan pada inisiasi terapi
      • Rejimen triple Clarithromycin: 20 sampai 40 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg secara oral dua kali sehari dan amoxicillin 1.000 mg oral dua kali sehari atau metronidazole 500 mg per oral 3 kali per hari; lanjutkan rejimen selama 14 hari
      • rejimen quadruple bismuth, 20 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan tetrasiklin 500 mg per oral 4 kali per hari, metronidazol 250 mg per oral 4 kali per hari atau 500 mg per oral 3 atau 4 kali per hari, dan bismuth subcitrate 120 hingga 300 mg per oral 4 kali per hari atau bismuth subsalicylate 300 mg per oral 4 kali per hari; lanjutkan rejimen selama 10 hingga 14 hari
      • Rejimen bersamaan (kontaminan): 20 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan amoxicillin 1.000 mg oral dua kali sehari, klaritromisin 500 mg secara oral dua kali sehari, dan metronidazol atau tinidazol 500 mg secara oral dua kali sehari; lanjutkan rejimen selama 10 hingga 14 hari
      • Rejimen berurutan (sekuential), 20 mg secara oral dua kali sehari ditambahkan dengan amoksisilin 1.000 mg per oral dua kali sehari selama 5 sampai 7 hari; kemudian dilanjutkan dengan klaritromisin 500 mg dua kali sehari, metronidazol atau tinidazol 500 mg dua kali sehari, dan omeprazol 20 mg dua kali sehari selama 5 hingga 7 hari
      • Rejimen hibrida, 20 mg secara oral dua kali sehari ditambahkan dengan amoksisilin 1.000 mg per oral dua kali sehari selama 7 hari; kemudian dilanjutkan dengan amoxicillin 1.000 mg dua kali sehari, klaritromisin 500 mg dua kali sehari, metronidazol atau tinidazol 500 mg dua kali sehari, dan omeprazol 20 mg dua kali sehari selama 7 hari
      • Rejimen triple Levofloxacin: 20 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan amoxicillin 1.000 mg oral dua kali sehari dan levofloxacin 500 mg oral sekali sehari; lanjutkan rejimen selama 10 hingga 14 hari
      • Rejimen sekuensial levofloxacin: 20 sampai 40 mg per oral dua kali sehari ditambahkan dengan amoxicillin 1.000 mg per oral dua kali sehari selama 5 sampai 7 hari; kemudian dilanjutkan dengan amoxicillin 1.000 mg secara oral dua kali sehari, metronidazole atau tinidazole 500 mg secara oral dua kali sehari, omeprazole 20 mg secara oral dua kali sehari, dan levofloxacin 500 mg secara oral sekali sehari selama 5 hingga 7 hari
      • Rejimen LOAD: 40 mg secara oral sekali sehari dalam kombinasi dengan levofloxacin 250 mg oral sekali sehari, doxycycline 100 mg oral sekali sehari, dan nitazoxanide 500 mg dua kali sehari; lanjutkan rejimen selama 7 hingga 10 hari
    • Esofagitis erosif,
      • Dosis dewasa untuk pemeliharaan dan penyembuhan: 20 mg secara oral sekali sehari
      • Dosis anak (≥1 tahun, 5-10 kg): 5 mg per oral sehari sekali
      • Dosis anak (≥1 tahun, 10-20 kg): 10 mg per oral sehari sekali
      • Dosisi anak (≥1 tahun, >20 kg): 20 mg per oral sehari sekal.
    • Esofagitis Erosif – Penyakit gastroesophageal reflux
      • Dosis dewasa: 20 mg secara oral sekali sehari selama 4 sampai 8 minggu; pasien yang tidak menanggapi 8 minggu pengobatan mungkin memerlukan tambahan 4 minggu pengobatan. Jika ada kekambuhan gejala, pemberian omeprazole tambahan 4 hingga 8 minggu dapat dipertimbangkan; khasiat untuk penggunaan di atas 8 minggu belum dapat ditetapkan
      • Dosis anak (1 bulan-1 tahun, 3-5 kg): 2,5  mg per oral sehari sekali dapat diberikan hingga 6 minggu
      • Dosis anak (1 bulan-1 tahun, 5-10 kg): 5  mg per oral sehari sekali dapat diberikan hingga 6 minggu
      • Dosis anak (1 bulan-1 tahun, >10 kg): 10  mg per oral sehari sekali dapat diberikan hingga 6 minggu
      • Dosis Anak (1-16 tahun, 5-10 kg) 5 mg per oral satu kali sehari selama 4 hingga 8 minggu; dapat diberikan tambahan 4 minggu jika tidak terdapat respon terapi selama 8 minggu. Pemberian tambahan 4-8 minggu dapat dipertimbangkan untuk gejala berulang, efektivitas pemberian di atas 8 minggu belum dapat ditetapkan
      • Dosis Anak (1-16 tahun, 10-20 kg) 10 mg per oral satu kali sehari selama 4 hingga 8 minggu; dapat diberikan tambahan 4 minggu jika tidak terdapat respon terapi selama 8 minggu. Pemberian tambahan 4-8 minggu dapat dipertimbangkan untuk gejala berulang, efektivitas pemberian di atas 8 minggu belum dapat ditetapkan. Dosis Anak (1-16 tahun, >20 kg) 20 mg per oral satu kali sehari selama 4 hingga 8 minggu; dapat diberikan tambahan 4 minggu jika tidak terdapat respon terapi selama 8 minggu. Pemberian tambahan 4-8 minggu dapat dipertimbangkan untuk gejala berulang, efektivitas pemberian di atas 8 minggu belum dapat ditetapkan.
    • Striktur esofagus
      • Dosis dewasa: 20 mg secara oral sekali sehari.
    • Hipersekresi lambung
      • Dosis dewasa: dosis awal, 60 mg per oral sekali sehari; dapat ditingkatkan hingga 120 mg 3 kali sehari; dosis lebih besar dari 80 mg/hari harus diberikan dalam dosis terbagi dan dosis harus bersifat individual untuk setiap pasien; Dosis dapat dititrasi ke atas sampai keluaran asam basal kurang dari 10 mEq/jam. Setelah sindrom Zollinger-Ellison terkontrol dengan terapi omeprazole, kurangi ke dosis pemeliharaan 20 mg sekali atau dua kali sehari.
    • Ulkus lambung, aktif, ringan
      • Dosis dewasa: 40 mg secara oral sekali sehari selama 4 hingga 8 minggu.
    • Ulkus lambung – Infeksi Helicobacter pylorisaluran gastrointestinal
      • Dosis dewasa: 20 hingga 40 mg per oral dua kali sehari sebagai bagian dari rejimen terapi ganda atau quadruple 10 hari sampai 14 hari.
    • Gastroesophageal reflux disease, Refrakter
      • Dosis dewasa: 20 mg secara oral dua kali sehari.
    • Gastroesophageal reflux disease, Simtomatik
      • Dosis dewasa: 20 mg secara oral sekali sehari hingga 4 minggu
      • Dosis anak (1-16 tahun, 5-10 kg): 5 mg per oral satu kali sehari selama 4 minggu
      • Dosis anak (1-16 tahun, 10-20 kg): 10 mg per oral satu kali sehari selama 4 minggu
      • Dosis anak (1-16 tahun, >20 kg): 20 mg per oral satu kali sehari selama 4 minggu.

Catatan

  • Kriteria Beers untuk pemberian obat terhadap lanjut usia: gunakan obat secara hati-hati atau hindari penggunaan obat karena berpotensi tidak cocok untuk lanjut usia.

Kontraindikasi

Omeprazole sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Penggunaan bersamaan dengan rilprivine
  • Hipersensitivitas terhadap seluruh komponen produk atau pengganti benzimidazole; anafilaksis dan nefritis interstitial telah dilaporkan.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Omeprazole yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda kadar magnesium rendah seperti perubahan mood, nyeri atau kelemahan otot, kram otot atau spasme otot, kejang, perasaan bergoyang, tidak merasa lapar, perut begah atau muntah, dan denyut jantung tidak normal
  • Pusing berat atau pingsan
  • Nyeri pinggang hebat
  • Nyeri tulang
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri tenggorokan
  • Penurunan berat badan
  • Obat ini dapat meningkatkan peluang untuk diare. Hubungi dokter Anda segera jika Anda merapakan nyeri perut atau kram perut, diare, atau diare berdarah. Jangan berusaha untuk mengatasi diare yang disebabkan komsumsi obat ini tanpa memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu
  • Reaksi kulit yang sangat parah (sindrom Stevens-Johnson/Nekrolisis Epidermal Toksik) dapat terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang cukup parah dan terkadang kematian. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda melihat tanda kulit kemerahan, bengkak, atau merasa kulit akan terlepas (dengan atau tanpa demam); mata merah atau iritasi; nyeri pada mulut dan luka pada mulut, hidung, atau mata.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri kepala
  • Nyeri pinggang
  • Perut begah atau muntah
  • Diare
  • Perut kembung.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Omeprazole. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Omeprazole.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Konsumsi Omeprazole oleh ibu menyusui; risiko terhadap bayi belum dapat ditentukan

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Omeprazole
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Bila anda sedang mengkonsumsi obat seperti Atazanavir, Clopidogrel, Nelfinavir, Rifampisin.
  • Gunakan obat secara hati-hati jika Anda memiliki risko tulang rapuh seperti pada osteoporosis
  • Obat dapat mempengaruhi beberapa pemeriksaan lab
  • Hubungi segera dokter Anda bila merasakan nyeri tenggorokan, nyeri dada, nyeri pinggang berat, kesulitan menelan, atau tanda perdarahan ulkus seperti muntah darah, muntah hitam. Ini merupakan tanda masalah kesehatan yang sangat buruk
  • Bila mengkonsumsi obat ini maka konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D harus dengan intruksi dokter
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggang, tulang belakang, tulang bahu pada orang dengan tulang rapuh (osteoporosis). Peluang ini semakin tinggi bila obat dikonsumsi dalam dosis yang tinggi atau lebih dari satu tahun, atau bila anda berusia lebih dari 50 tahun
  • Kadar magnesium rendah jarang terjadi pada orang yang mengkonsumsi obat ini kurang dari 3 bulan. Untuk orang yang mengkonsumsi obat ini dalam jangka waktu 1 tahun maka harus dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar magnesium sebelum memulai kebali konsumsi obat ini termasuk bila mengkonsumsi obat ini bersamaan dengan digoksin
  • Ras Asia dapat lebih sering mengalami efek samping
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Omeprazole telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Omeprazole. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Rilpivirine.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Voriconazole
    • Saquinavir
    • Indinavir
    • Nelfinavir
    • Clopidogrel
    • Pazopanib
    • Mycophenolate mofetil
    • Ritonavir
    • Methotrexate
    • Tacrolimus
    • Erlotinib
    • Neratinib
    • Sunitinib
    • Capecitabine
    • Acalabrutinib
    • Delavirdine
    • Bendamustine
    • Citalopram
    • Vismodegib
    • Nilotinib
    • Eslicarbazepine
    • Ketoconazole
    • Ledipasvir
    • Ombitasvir
    • Dasabuvir
    • Paritaprevir
    • Atazanavir
    • Cilostazol
    • Gefitinib
    • Escitalopram
    • Velpatasvir
    • Conivaptan
    • Netupitant
    • Dasatinib.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Tipranavir
    • Raltegravir
    • Fluconazole
    • Warfarin
    • Triazolam
    • Disulfiram
    • Zat besi
    • Carbamazepine
    • Levothyroxine
    • Cyclosporine
    • Phenytoin
    • Alprazolam
    • Midazolam
    • Posaconazole
    • Rifampin
    • Clobazam
    • Risedronate
    • Itraconazole
    • Piperaquine
    • Propranolol
    • Apalutamide.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Diazepam
    • Cyanocobalamin
    • Fluvastatin
    • Ponatinib.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi