Ofloxacin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Ofloxacin

Ofloxacin merupakan antibiotik golongan flourokuinolon yang digunakan untuk melawan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Obat ini bekerja dengan menghambat perbanyakan DNA bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang.

 

Nama Generik

Ofloxacin

Merek Dagang

Akilen; Berkapin; Betaflox; Curadex; Danoflox; Ethiflox; Flotavid; Floxa; Floxan; Floxinaf; Liflox; Mefoxa; Nilavid; Nufafloqo; Ostrid; Pharflox; Poncoquin; Qipro; Rilox; Samflox; Tariflox; Tarivid; Tarivid Otic; Triflox; Ximex; Koniflox; Zelavel; Zyflox.

Pengertian

Ofloxacin merupakan antibiotik golongan flourokuinolon yang digunakan untuk melawan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Obat ini ini bekerja dengan menghambat perbanyakan DNA bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang.

Golongan

Antibiotik, Flourokuinolon.

Sediaan
  • Tetes Mata 3 mg/mL
  • Tetes Telinga 3 mg/mL
  • Tablet  Salut Selaput 200 mg
  • Tablet Salut Selaput 400 mg
  • Cairan Infus 200 mg/100 mL.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet salut selaput)

  • Bronkitis kronik bakterialis dengan eksaserbasi akut
    • Dosis dewasa: 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari
  • Infeksi Chlamidia
    • Dosis dewasa: 300 mg setiap 12 jam selama 7 hari
  • Pneumonia yang didapat pada komunitas
    • Dosis dewasa: 400 mg seteiap 12 jam selama 10 hari
  • Sistitis tanpa komplikasi
    • Dosis dewasa (infeksi coliatau K. pneumoniae): 200 mg setiap 12 jam selama 3 hari
    • Dosis dewasa (infeksi mikroorganisme lainnya):  200 mg setiap 12 jam selama 7 hari
  • Epididimitis
    • Dosis dewasa (disebabkan oleh organisme enterik): 300 mg dua kali sehari selama 10 hari
    • Dosis dewasa (disebabkan oleh organisme penyebab infeksi menular seksual chlamydia, gonorrhea, dan organisme enterik dengan riwayat seks anal): 300 mg dua kali sehari untuk 10 hari ditambahkan dengan cefriaxone 250 mg IM dosis tunggal
  • Infeksi kulit dan/atau jaringan subkutan (tanpa komplikasi)
    • Dosis dewasa: 400 mg setiap 12 jam selama 10 hari
  • Uretritis Nongonococcal
    • Dosis dewasa: 300 mg 2 kali sehari selama 7 hari
  • Pelvic inflammatory disease
    • Dosis dewasa: 400 mg setiap 12 jam selama 10 hingga 14 hari dengan atau tanpa metronidazole 500 mg 2 kali sehari selama 14 hari
  • Prostatitis
    • Dosis dewasa: 300 mg setiap 12 jam selama 6 minggu
  • Traveler’s diarrhea
    • Dosis dewasa: 300 mg 2 kali sehari untuk 1 hingga 3 hari
  • Infeksi saluran kemih (dengan komplikasi)
    • Dosis dewasa: 200 mg setiap 12 jam selama 10 hari

Dosis untuk pemberian tetes mata

  • Konjungtivitis bakterialis
    • Dosis dewasa: teteskan tetes mata sebanyak 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit setiap 2 hingga 4 jam selama 2 hari, kemudian 1 hingga 2 tetes 4 kali sehari pada hari ke 3 hingga ke 7
    • Dosis Anak (1 tahun atau lebih): : teteskan tetes mata sebanyak 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit setiap 2 hingga 4 jam selama 2 hari, kemudian 1 hingga 2 tetes 4 kali sehari pada hari ke 3 hingga ke 7
  • Ulkus kornea
    • Dosis dewasa: 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit setiap 30 menit ketika bangun pada hari pertama lalu 1 hingga 2 tetes setiap 4 hingga 6 jam setelah tidur; 1 hingga 2 tetes setiap jam pada hari ke 3 hingga hari ke 7 saat bangun; kemudian 1 hingga 2 tetes 4 kali sehari hingga pengobatan selesai
    • Dosis anak (1 tahun atau lebih): 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit setiap 30 menit ketika bangun pada hari pertama lalu 1 hingga 2 tetes setiap 4 hingga 6 jam setelah tidur; 1 hingga 2 tetes setiap jam pada hari ke 3 hingga hari ke 7 saat bangun; kemudian 1 hingga 2 tetes 4 kali sehari hingga pengobatan selesai.

Dosis untuk pemberian tetes telinga

  • Otitis media dengan purulen kronis
    • Dosis dewasa (perforasi membran timpani): 10 tetes pada telinga yang sakit 2 kali sehari selama 14 hari
    • Dosis anak: 10 tetes pada telinga yang sakit 2 kali sehari selama 14 hari
  • Otitis media akut (Timpanostomi)
    • Dosis anak (1 hingga 12 tahun): 5 tetes pada telinga yang sakit 2 kali sehari selama 14 hari
  • Otitis eksterna
    • Dosis dewasa: 10 tetes pada telinga yang sakit satu kali sehari selama 7 hari
    • Dosis anak (usia 6 bulan hingga 13 tahun): 5 tetes pada telinga yang sakit satu kali sehari selama 7 hari
    • Dosis anak (usia 13 tahun atau lebih): 10 tetes pada telinga yang sakit satu kali sehari selama 7 hari
Catatan
  • Keamanan dan efektivitas konsumsi obat pada anak-anak di bawah 18 tahun belum dapat ditentukan untuk konsumsi oral.
Kontraindikasi

Ofloxacin sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas Ofloxacin, Levofloxacin atau antibiotik kuinolon lainnya dan komponen pembuat produk lainnya.
Efek samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Ofloxacin yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda penurunan mood(depresi), seperti perasaan ingin bunuh diri, tidak percaya diri, peningkatan emosi, cemas, dan kurang bersemangat.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat
  • Tanda kadar gula darah tinggi seperti kebingungan, merasa mengantuk, lebih mudah haus dan lapar, kencing lebih sering, napas menjai cepat atau napas berbau buah
  • Nyeri dada
  • Denyut jantung lebih cepat dan terasa tidak normal
  • Merasa lemah dan lelah
  • Perubahan ketajaman pandangan
  • Halusinasi
  • Mimpi buruk
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Memar atau perdarahan
  • Kesulitan berjalan
  • Tidak mampu untuk berkemih
  • Gatal pada vagina atau keputihan
  • Bercak putih pada mulut
  • Demam atau menggigil
  • Masalah saraf pada lengan, tangan, tungkai, atau kaki dapat terjadi pada pasien yang mengkonsumsi obat ini.
  • Diare sangat sering terjadi pasca mengkonsumsi obat ini.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri kepala
  • Pusing
  • Perut begah atau muntah
  • Tidak dapat tidur.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengkonsumsi Ofloxacin. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Ofloxacin.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Ofloxacin pada ibu menyusui kompatibel tapi risiko terhadap bayi yang menyusui belum dapat ditentukan.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Ofloxacin
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Bila anda mengalami masalah pemanjangan segmen QT pada pemeriksaan elektrokardiografi atau kadar magnesium dan kalium yang rendah
    • Sampaikan bila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Efek samping alergi yang sangat parah dan mematikan dapat terjadi
  • Hindari mengemudi dan melakukan pekerjaan lainnya yang membutuhkan fokus hingga Anda mengetahui efek obat terhadap diri anda
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes, Anda harus mengecek kadar gula darah Anda lebih sering.
  • Jika Anda mengonsumsi pengencer darah, Anda harus rutin memeriksakan darah Anda
  • Bila Anda mengkonsumsi teofilin Anda juga harus memeriksakan darah anda
  • Jangan mengkonsumsi obat lebih lama daripada seharusnya. Infeksi sekunder dapat terjadi
  • Konsumsi obat ini 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsiantasida, didanosine, sucralfate, quinapril, bismuth, sevelamer, multivitamn, atau produk lainnya yang mengandung magnesium, kalisum, alumunium, zat besi, atau zinc.
  • Batasi konsumsi kafein (seperti teh, kopi, atau kola) dan cokelat. Konsumsi kafein dengan obat ini dapat menyebabkan gemetar atau denyut nadi yang lebih cepat dari biasanya.
  • Anda akan lebih mudah terbakar matahari. Hindari paparan sinar matahari, berjemur di bawah sinar matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian serta kacamata yang melindungi diri dari paparan sinar matahari.
  • Gunakan secara hati-hati pada anak < 18 tahun
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan. Anda harus berdiskusi dengan dokter terkait risiko dan keuntungan penggunaan obat pada kehamilan Anda
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang menyusui. Anda harus mendiskusikan risiko obat terhadap bayi yang sedang disusui.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengkonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Ofloxacin telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Ofloxacin. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Mesoridazine
    • Amifampridine
    • Piperaquine
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Pimozide
    • Sparfloxacin
    • Dronedarone
    • Thioridazine
    • Cisapride
    • Ziprasidone
    • Saquinavir
    • Amisulpride.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Rasagiline
    • Warfarin
    • Droperidol
    • Hydroxychloroquine
    • Donepezil.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Sucralfate
    • Iron
    • Didanosine
    • Zinc
    • LanthanumCarbonate 
    • AminolevulinicAcid.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat ringan)
    • Theophylline.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet dan tetes mata, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter. Obat dalam sediaan cairan injeksi tidak disimpan di rumah dan hanya dapat diberikan oleh dokter di layanan kesehatan (Klinik atau rumah sakit).

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi