Obesitas ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Obesitas

Obesitas merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki lemak tubuh yang banyak sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Meskipun ada beberapa klasifikasi dan derajat obesitas, klasifikasi yang paling diterima berdasarkan pada indeks massa tubuh (BMI).

 

Mengenal Obesitas

Obesitas merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki lemak tubuh yang banyak sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Kondisi ini menempatkan orang tersebut pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit serius, seperti diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Seseorang disebut mengalami obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih. IMT dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan seseorang.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), diperkirakan bahwa lebih dari sepertiga orang dewasa Amerika (34,9%) dan 17% (12,7 juta) anak-anak dan remaja Amerika secara klinis mengalami obesitas.

Penyebab

Makan lebih banyak kalori daripada membakar kalori melalui aktivitas sehari-hari dan olahraga (dalam jangka panjang) dapat menyebabkan obesitas. Seiring waktu, kalori ekstra yang tidak dibakar akan bertambah dan menyebabkan obesitas.

Penyebab yang umum adalah :

  1. Konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori
  2. Memiliki gaya hidup yang tidak aktif
  3. Kurang tidur. Ketika jam tidur tidak tercukupi, maka akan terjadi perubahan hormonal yang membuat merasa lebih lapar dan mendambakan makanan tinggi kalori tertentu.
  4. Keturunan. Unsur genetik dapat mempengaruhi bagaimana tubuh memproses makanan menjadi energi dan bagaimana lemak disimpan.
  5. Usia. Ketika usia semakin bertambah dapat menyebabkan massa otot lebih sedikit dan tingkat metabolisme menjadi lebih lambat sehingga lebih mudah terjadi penambahan berat badan.
  6. Kehamilan. Berat badan yang diperoleh selama kehamilan bisa sulit hilang dan akhirnya bisa menyebabkan obesitas)
  7. Kondisi medis tertentujuga dapat menyebabkan penambahan berat badan, yakni :
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) : suatu kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi wanita.
  • Sindrom Prader-Willi : kondisi langka dimana seseorang dilahirkan dengan rasa lapar yang berlebihan.
  • Sindrom Cushing : suatu kondisi yang disebabkan oleh jumlah hormon kortisol yang berlebihan dalam tubuh.
  • Hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif) : suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon-hormon penting tertentu.
  • Osteoarthritis (dan kondisi lain yang menyebabkan nyeri sehingga tubuh tidak dapat bergerak aktif.
Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko terjadinya obesitas antara lain :

1. Genetik

Perpaduan faktor genetik, lingkungan, dan psikologis dapat meningkatkan risiko obesitas seseorang. Beberapa orang memiliki faktor genetik yang membuat mereka sulit menurunkan berat badan.

2. Lingkungan dan Komunitas

Lingkungan di rumah, di sekolah, dan di komunitas semuanya dapat mempengaruhi bagaimana dan apa yang dimakan dan seberapa aktif dalam aktivitas sehari-hari. Mungkin pasien belum belajar memasak makanan sehat atau tidak berpikir pasien mampu/harus membeli makanan yang lebih sehat. Jika lingkungan pasein terbilang tidak aman, mungkin pasien belum menemukan tempat yang bagus untuk melakukan kegiatan berjalan atau berlari. Tetapi, saat ini sudah banyak sekali fasilitas olahraga yang dapat digunakan.

3. Psikologis dan lainnya

  • Depresi kadang-kadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena seseorang beralih ke makanan untuk mendapatkan kenyamanan emosional.
  • Berhenti merokok adalah hal yang baik, tetapi berhenti merokok juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan, jadi penting untuk fokus pada diet dan olahraga saat berhenti merokok.
  • Obat-obatan seperti steroid dan antidepresan tertentu atau pil KB juga dapat meningkatkan risiko untuk penambahan berat badan.
Gejala

Meskipun ada beberapa klasifikasi dan derajat obesitas, klasifikasi yang paling diterima adalah dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan pada indeks massa tubuh (BMI). BMI dapat dihitung dengan rumus :

Berat badan dalam satuan kg /  (Tinggi badan dalam satuan meter)2

Klasifikasi menurut WHO adalah sebagai berikut :

  • Kelebihan berat badan Derajat 1 (umumnya disebut kelebihan berat badan/overweight) : BMI 25-29,9 kg/m2
  • Kelebihan berat badan Derajat 2 (umumnya disebut obesitas) : BMI 30-39.9 kg/m2
  • Kelebihan berat badan Derajat 3 (biasa disebut obesitas berat) : BMI ≥40 kg / m2
Diagnosis

Perhitungan BMI, lingkar pinggang, dan rasio pinggang/pinggul adalah pengukuran umum dari tingkat lemak tubuh yang digunakan dalam praktik klinis rutin.

Pemeriksaan laboratorium yang umum dilakukan adalah :

Penanganan

Dalam penanganan pasien obesitas, dokter biasanya akan bekerja sama dengan ahli diet, terapis, dan staf kesehatan lainnya. Penanganan utama terhadap kondisi ini dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup. Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan atau operasi penurunan berat badan.

  1. Perubahan gaya hidup dan perilaku

Tim medis akan memberikan arahan mengenai pilihan makanan sehat yang sesuai. Program latihan yang terstruktur dan peningkatan aktivitas harian hingga 300 menit seminggu, akan membantu membangun kekuatan, daya tahan, dan metabolisme. Konseling atau diskusi kelompok juga dapat membantu mengatasi masalah kecemasan, depresi, atau stress emosional yang menyebabkan keinginan untuk makan menjadi tinggi.

  1. Obat penurun berat badan

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat penurun berat badan yang diresepkan sebagai tambahan selain makan sehat dan rencana olahraga. Obat biasanya diresepkan hanya jika metode penurunan berat badan lain tidak berhasil dan jika memiliki BMI ≥27 dan memiliki masalah kesehatan tertentu terkait obesitas.

Obat penurun berat badan bekerja dengan cara mencegah penyerapan lemak atau menekan nafsu makan. Obat-obatan ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Efek samping tersebut misalnya dapat menyebabkan sering buang air besar, masalah pencernaan, dan gas. Dokter akan memantau dengan seksama saat meminum obat-obatan ini.

  1. Operasi penurunan berat badan

Untuk obesitas dapat dipertimbangkan jika telah mencoba metode lain untuk menurunkan berat badan namun belum berhasil dan apabila :

  • Mengalami obesitas ekstrem (BMI 40 atau lebih tinggi)
  • BMI antara 35 – 39,9 dan memiliki masalah kesehatan berat terkait berat badan, seperti diabetes dan/atau tekanan darah tinggi.

Operasi tidak menjamin bahwa seseorang akan mengalami penurunan berat badan dalam jangka panjang. Keberhasilan penurunan berat badan setelah operasi tergantung pada komitmen untuk membuat perubahan gaya hidup dalam kebiasaan makan dan olahraga.

Komplikasi
  1. Obesitas dapat berkembang menjadi sejumlah masalah kesehatan yang berpotensi serius, termasuk :
  • Kadar trigliserida tinggi dan kolesterol high-density lipoprotein (HDL) rendah
  • Diabetes Mellitus tipe 2
  • Tekanan darah tinggi
  • Sindrom metabolik – kombinasi gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi dan kolesterol HDL rendah
  • Penyakit jantung
  • Kanker, termasuk kanker rahim, leher rahim, endometrium, ovarium, payudara, kolon, rektum, esofagus, hati, kandung empedu, pankreas, ginjal dan prostat.
  • Gangguan pernafasan, termasuk sleep apnea, gangguan tidur yang berpotensi serius di mana pernapasan berulang kali mendadak berhenti
  • Penyakit kandung empedu
  • Masalah ginekologi, seperti infertilitas dan menstruasi tidak teratur
  • Disfungsi ereksi dan masalah kesehatan seksual
  • Penyakit hati berlemak nonalkohol, suatu kondisi di mana lemak menumpuk di hati dan dapat menyebabkan peradangan atau jaringan parut
  • Osteoarthritis.
  1. Kualitas hidup

Obesitas akan megganggu kualitas hidup penderitanya. Masalah terkait obesitas yang mengganggu kualitas hidup, di antaranya:

  • Depresi
  • Cacat
  • Masalah seksual
  • Rasa malu dan bersalah
  • Ditolak lingkungan sosial
  • Prestasi kerja rendah

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

 

PJ/MA

Referensi