Obat Sifilis Tepat untuk Menyembuhkan Raja Singa

Obat sifilis

Obat sifilis ; Mengingat penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan hanyalah melalui pemberian antibiotik kepada penderita. Hingga saat ini, belum ada cara pengobatan alami yang terbukti bisa menghentikan perkembangan bakteri penyebab sifilis.

 

Go Dok – Sebagai salah satu penyakit seksual yang berbahaya, sifilis tentu menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang, baik pria maupun wanita. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum ini membutuhkan obat sifilis khusus dengan dosis dan jangka waktu yang tepat, agar dapat menekan perkembangan bakteri sehingga penderita bisa benar-benar sembuh tanpa khawatir akan kumat kembali.

Mengingat penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan hanyalah melalui pemberian antibiotik kepada penderita. Hingga saat ini, belum ada cara pengobatan alami yang terbukti bisa menghentikan perkembangan bakteri penyebab sifilis.

Nah, jenis obat antibiotik apa saja yang terbukti ampuh untuk menyembuhkan sifilis atau yang lebih dikenal dengan penyakit raja singa ini? Yuk kita simak bersama!

Jenis obat sifilis  golongan antibiotik yang umum dikonsumsi para penderita sifilis

Pada dasarnya, Penicillin G Benzathine sudah terbukti ampuh sebagai jenis antibiotik yang dapat menyembuhkan penyakit sifilis. Sayangnya, penggunaan antibiotik tersebut pun dapat menimbulkan alergi bagi sebagian orang, seperti ibu hamil dan orang tua.

Jangan khawatir, masih ada jenis antibiotik lainnya yang terbukti ampuh menyembuhkan sifilis, kok! Obat sifilis tersebut di antaranya:

Doxycyline

Sebagai golongan antibiotik Tetracycline, Doxycyline dapat meredakan beberapa jenis penyakit menular seksual seperti sifilis dan gonorhea, infeksi kulit dan kelamin, pneumonia serta beberapa infeksi saluran pernafasan. Doxycyline juga bisa diberikan sebagai vaksin malaria bagi Anda yang akan berkunjung ke daerah dengan wabah tersebut. Selain itu, antibiotik ini juga ampuh untuk meringankan penyakit Lyme dan antraks.

Obat sifilis ini bekerja dengan menghalau pelepasan dan mengikat protein tertentu yang terjadi dalam perkembangan bakteri. Selain menekan perkembangan bakteri, Doxycyline juga membantu mengobati infeksi dari penyakit yang Anda derita.

Doxycyline dapat diminum oleh orang dewasa dengan dosis 200 mg di hari pertama sebanyak satu kali, kemudian 100 mg sekali setiap hari. Doxycycline dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul maupun sirup. Selain itu, Doxycycline juga hadir dalam bentuk injeksi yang hanya bisa didapatkan di layanan kesehatan seperti rumah sakit.

Ceftriaxone

Sebagi jenis obat antibiotik Cephalosporin, Ceftriaxone efektif untuk meringankan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi yang menyerang alat kelamin seperti gonorrhea dan sifilis. Obat sifilis ini juga ampuh untuk meredakan penyakit radang panggul, infeksi telinga tengah, meningitis, tifus, serta infeksi pada paru-paru, telinga, kulit, saluran kemih, darah, serta tulang serta sendi

Cara penggunaannya, pasien bisa mendapatkan Ceftriaxone melalui injeksi ke pembuluh vena maupun disuntikan langsung ke jaringan otot.

Azithromycin

Azithromycin banyak digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan infeksi oleh bakteri tertentu. Cara kerjanya dengan menghentikan proses berkembangbiak dan kemudian membunuh bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi, termasuk penyakit sifilis.

Dalam penggunaannya, Azithromycin dapat dikombinasi dengan penggunaan antibiotik lainnya untuk mengobati infeksi yang lebih kompleks, seperti pada jenis Mycobacterium avium.

Erythromycin

Selain bisa menyembuhkan sifilis, antibiotik ini juga diberikan untuk meringankan beberapa jenis infeksi bakteri seperti bronkitis, difteri, penyakit legiuner, pertusis dan lainnya. Cara kerjanya dengan memperlambat hingga menghentikan pertumbuhan sel bakteri. Antibiotik ini bisa diberikan dengan dosis 250 mg setiap 6 jam sekali yang diminum 1 jam sebelum makan ketika perut masih kosong.

Itulah beberapa obat sifilis golongan antibiotik yang umum dikonsumsi para penderita sifilis. Satu hal yang harus diperhatikan, penderita akan mengalami efek samping dari pengobatan ini. Efek samping tersebut dikenal dengan istilah reaksi Jarisch-Herxheimer.

Reaksi Jarisch-Herxheimer, atau biasa disingkat ‘reaksi Hering’ terjadi pada tahap awal pengobatan penyakit sifilis. Efek samping ini dianggap umum sebagai reaksi dari racun yang dilepaskan oleh bakteri Treponema pallidum penyebab sifilis yang sedang dihancurkan oleh antibiotik.

Reaksi Jarisch-Herxheimer dapat terjadi dalam rentang waktu tertentu, mulai dari 8 hingga 24 jam setelah konsumsi antibiotik pertama. Hati-hati dalam menangkap reaksi ini dengan efek alergi, ya, mengingat gejalanya yang serupa jika Anda tidak cocok dengan pengobatan menggunakan penisilin.

Sejumlah tanda dan gejala efek samping dari reaksi Jarisch-Herxheimer ini di antaranya:

  • Demam hingga menggigil
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Diare
  • Luka mulut
  • Vagina gatal atau keluar cairan

Itulah serba serbi obat sifilis yang harus Anda ketahui. Dengan informasi tersebut, Anda tahu harus mengambil tindakan seperti apa ketika ada kerabat dekat yang diketahui sedang menderita penyakit sifilis. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.

TP/PJ/MA

Referensi