Obat Sakit Pinggang yang Umum Digunakan

Obat sakit pinggang

Obat sakit pinggang yang umum direkomendasikan oleh dokter salah satunya adalah Acetaminophen bekerja dengan cara menghentikan proses rasa sakit. Namun, obat ini tidak bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh yang terjadi pada pinggang Anda.

Go DokSaat menderita sakit pinggang, rasanya gerakan apapun yang Anda lakukan pasti akan berujung nyeri. Entah itu sekadar bangkit dari tempat duduk, berjalan, atau menggeser posisi duduk. Hal ini membuat Anda tidak bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Nah, tentu Anda tahu bahwa sebenarnya kondisi ini bisa diobati, baik dengan cara akupuntur, terapi fisik, maupun peregangan ringan secara rutin. Rasa nyerinya juga bisa diatasi dengan kompres es. Namun, selain semua itu, ada pula beberapa obat yang akan diresepkan dokter untuk membantu penyembuhan.

Apa saja obat sakit pinggang yang umum direkomendasikan dokter?

1. Acetaminophen (Tylenol)

Acetaminophen bekerja dengan cara menghentikan proses rasa sakit. Namun, obat ini tidak bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh yang terjadi pada pinggang Anda. Acetaminophen sudah biasa digunakan untuk membantu mengurangi sakit gigi atau sakit kepala, dan juga bisa berguna dalam meredakan nyeri pinggang.

Anda tetap membutuhkan terapi fisik meskipun sudah menggunakan obat sakit pinggang ini. Efek sampingnya adalah Tylenol dapat menyebabkan kerusakan organ hati jika dikonsumsi lebih dari 4.000 mg sehari. Jadi, awasi pemakaian obat Anda, ya!

2. Lidocaine

Obat sakit pinggang yang kedua adalah Lidocaine, yang bisa Anda gunakan dalam bentuk salep topikal. Obat ini telah terbukti mampu mengurangi intensitas rasa sait dan nyeri pada pasien dengan nyeri pinggang yang akut.

3. NSAIDs

Nonsteroidal anti-inflammatory drugs, yang tersedia di pasaran dengan nama Aspirin, Ibuprofen dan Motrin merupakan obat pereda nyeri alternatif yang dapat Anda beli langsung di apotik-apotik terdekat.

Selain rasa nyeri, NSAIDs juga mampu meringankan pembengkakan dan demam yang mungkin muncul pada penderita sakit pinggang. Efek samping yang harus diperhatikan dari obat-obatan jenis ini antara lain adalah diare, mual, dan sakit perut.

Selain itu, dalam dosis tinggi NSAIDs juga dapat menyebabkan gangguan jantung dan kerusakan ginjal.

4. Anti-depressants

Obat sakit pinggang yang selanjutnya adalah anti-depressants, yang bisa dikatakan efektif jika sakit pinggang yang Anda alami menjalar hingga ke area kaki. Selain itu, anti-depressant juga dapat membantu Anda tidur lebih lelap, karena insomnia biasanya dialami oleh penderita nyeri pinggang.

Namun, Anda tidak akan langsung melihat hasilnya karena obat-obatan ini tidak bekerja secara cepat. Banyak yang merasakan sakitnya baru mereda setelah beberapa minggu mengonsumsi anti-depressant. Nah, berikut adalah beberapa jenis anti-depressants yang umum diresepkan dokter untuk sakit pinggang :

  • Amitriptyline
  • Desipramine
  • Clomipramine
  • Doxepin
  • Nortriptyline, dan
  • Imipramine.

Beberapa efek samping yang mungkin Anda alami adalah mengantuk, pusing, bibir kering dan konstipasi.

5. Relaksan otot (Muscle Relaxants)

Dalam beberapa asus, dokter mungkin akan turut meresepkan relaksan otot bersama dengan obat-obatan NSAIDs. Obat-obat yang tergolong relaksan otot bekerja dengan cara membantu meredakan ketegangan pada otot-otot Anda. Beberapa obat relaksan otot yang umumnya diresepkan dokter antara lain adalah :

  • Metaxalone
  • Tizanidine
  • Cyclobenzaprine.

Efek samping yang dapat muncul dari obat-obatan tersebut adalah mengantuk dan pusing.

Nah, itu dia beberapa obat sakit pinggang yang bisa Anda dapatkan di apotik dan yang umum diresepkan oleh dokter. Jangan sampai sakit pinggang mengganggu aktivitas Anda terlalu lama, ya! Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

SF/JJ/MA

Referensi