Obat Rematik untuk Meredakan Rasa Nyeri pada Sendi

Obat rematik

Obat rematik ;  jangan langsung mengonsumsi obat rematik sembarangan, ya, tanpa mengetahui kandungan utamanya terlebih dahulu! Sebab, jika tidak sesuai dengan kondisi tubuh, efek samping yang ditimbulkan pun bisa turut memperburuk kesehatan Anda, lho.

 

Go Dok Seperti engsel pintu, kehadiran sendi di antara tulang-tulang di tubuh membuat kita dapat bergerak dengan leluasa sesuka hati. Namun, ketika rematik menyerang, rasa nyeri terasa di seluruh persendian, sehingga dengan tidak sabar Anda ingin langsung meminum obat rematik yang telah Anda beli di apotek.

Awas, jangan langsung mengonsumsi obat rematik sembarangan, ya, tanpa mengetahui kandungan utamanya terlebih dahulu! Sebab, jika tidak sesuai dengan kondisi tubuh, efek samping yang ditimbulkan pun bisa turut memperburuk kesehatan Anda, lho.

Bagi Anda yang belum tahu, setidaknya ada 5 kandungan utama yang terdapat dalam setiap obat rematik, baik di apotek maupun yang membutuhkan resep dokter.

Berikut kandungan utama dalam setiap obat rematik!

1. Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)

Jenis NSAID merupakan obat rematik yang paling banyak dan sering digunakan oleh para penderita radang sendi. Obat jenis ini bekerja secara efektif dengan memblokir enzim yang memicu peradangan. Nah, dengan mengurangi peradangan, NSAIDS mampu mengurangi efek pembengkakan yang menyebabkan rasa nyeri pada sendi.

Namun harus diingat, obat ini hanya mencegah peradangan, bukan mencegah kerusakan yang terjadi di persendian. Sehingga dibutuhkan obat rematik lainnya untuk membantu mencegah kerusakan yang terjadi di persendian.

Seperti obat pada umumnya, NSAID juga dapat menyebabkan efek samping pada kesehatan, seperti:

  • Iritasi di organ pencernaan yang memicu luka di organ lambung dan usus
  • Pendarahan perut
  • Bisul
  • Kerusakan ginjal dapat terjadi jika Anda mengonsumsi obat NSAID dalam jangka waktu yang lama.

Sebagian obat jenis NSAID tidak memerlukan resep dokter sehingga dapat ditemukan dengan mudah di apotek karena bersifat generik. Beberapa jenis obat NSAID yang bisa Anda konsumsi di antaranya:

  • Ibuprofen
  • Naproxen sodium
  • Aspirin
  • Capsaicin berupa krim yang dioleskan langsung di bagian yang terasa nyeri
  • Diclofenac, baik secara oral maupun berbentuk krim.
 2. Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs (DMARD’s)

Jenis obat DMARD’s bekerja efektif untuk meredakan rasa nyeri akibat penyakit rematik. Obat rematik ini bereaksi dengan mengurangi kinerja sistem autoimun di dalam tubuh sehingga efek peradangan yang menimbulkan rasa nyeri bisa ditekan. Obat jenis DMARD’s biasanya dikonsumsi hingga enam bulan agar rasa nyeri akibat rematik bisa berkurang secara progresif.

Karena DMARD’s menyerang dan melemahkan sistem autoimun, tubuh secara otomatis menjadi rentan terkena virus dan bakteri penyebab infeksi. Sebagai langkah antisipasi, Anda perlu melakukan tes darah secara teratur untuk memastikan obat DMARD’s tidak menyerang sel darah atau organ tertentu seperti hati, paru-paru, atau ginjal.

Beberapa obat jenis DMARD’s yang umum diberikan bagi penderita rematik di antaranya:

  • Hydroxychloroquine
  • Leflunomide
  • Methotrexate
  • Sulfasalazine
  • Minocycline
3. Biologic response modifiers

Sebagai salah satu jenis obat DMARD’s, obat yang mengubah respons biologis ini juga bereaksi dengan mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga gejala peradangan dan kerusakan sendi bisa dihindari. Bedanya dengan DMARD’s, obat ini langsung disuntikkan ke dalam tubuh pasien, sehingga lebih fokus dalam mengganggu sistem kerja autoimun.

Satu hal yang diperhatikan adalah, sebelum mendapatkan pengobatan ini, terlebih dulu lakukan vaksinasi dan cek kesehatan untuk penyakit hepatitis B dan C, serta tuberkulosis, mengingat sistem autoimun Anda sedang dilemahkan.

Anda juga harus memahami kalau pengobatan jenis DMARD’s tidak dapat menyembuhkan rematik secara total. Mereka hanya bekerja dengan meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan dari peradangan pada sendi. Artinya, ketika pengobatan dihentikan, maka gejala pun akan kembali menyerang Anda.

Beberapa obat jenis biologis ini biasanya harus melalui resep dokter terlebih dahulu. Obat-obat ini di antaranya:

  • Abatacept
  • Rituximab
  • Tocilizumab
  • Anakinra
  • Adalimumab
  • Etanercept
  • Infliximab
  • Certolizumab pegol
  • Golimumab.
 4. Glukokortikoid dan Kortikosteroid

Sebagai jenis obat steroid, mereka bereaksi seperti obat sebelumnya, yaitu menyerang sistem kekebalan tubuh agar efek peradangan dapat ditekan. Obat ini bisa dikonsumsi secara oral maupun disuntikkan langsung ke area sendi yang sakit.

Sebagai obat rematik dengan dosis yang cukup tinggi, sebaiknya jangan terlalu sering melakukan pengbatan penggunaan steroid ini, kecuali keadaan nyeri semakin parah sehingga tidak lagi bisa diredakan dengan obat DMARD’s.

Selain itu, penggunaan steroid dapat menimbulkan efek samping seperti:

Sejumlah obat steroid yang umum digunakan untuk mengobati rematik di antaranya:

  • Betametason
  • Prednisone
  • Deksametason
  • Cortisone
  • Hidrokortison
  • Methylprednisolone
  • Prednisolon.
 5. Analgesik

Obat jenis ini hanya berfungsi sebagai penghilang rasa sakit, tanpa meredakan pembengkakan atau kerusakan yang terjadi pada persendian.

Itulah kandungan utama yang terdapat dalam beragam obat rematik yang bisa Anda konsumsi ketika rasa nyeri menyerang persendian. Sesuaikan dosis obat terhadap kondisi tubuh, agar tidak menyebabkan efek samping yang dapat berimplikasi pada kondisi kesehatan Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggu? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.

TP/PJ/MA

Referensi