Obat Panas Dalam, Apa Saja Sih?

obat panas dalam

Panas dalam sejatinya tak memiliki istilah medis, dan merupakan istilah yang populer hanya di Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menyebut serangkaian gejala penyakit, yang disebabkan terutama oleh dehidrasi, kekurangan vitamin C, dan pola makan yang tidak sehat. Lalu, apa saja obat panas dalam tersebut?

Go DokSelain masuk angin, flu, dan batuk, panas dalam adalah salah satu jenis penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini mungkin tidak akan menimbulkan sakit yang parah ataupun kronis, namun gejala-gejalanya tentu bisa membuat Anda tidak nyaman dalam beraktivitas.

Nah, apa saja sih pengobatan yang bisa Anda jalani untuk meredakan gejala panas dalam? Yuk, simak penjelasan lengkap obat panas dalam berikut ini!

Sekilas perihal panas dalam

Panas dalam sejatinya tak memiliki istilah medis, dan merupakan istilah yang populer hanya di Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menyebut serangkaian gejala penyakit, yang disebabkan terutama oleh dehidrasi, kekurangan vitamin C, dan pola makan yang tidak sehat. Berikut adalah gejalanya :

  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Sariawan
  • Sakit tenggorokan
  • Gusi berdarah
  • Buang air besar berdarah, lecet di lubang dubur
  • Konstipasi
  • Masalah pencernaan lainnya.

Lalu, apa saja obat panas dalam?

1. Banyak minum air putih

Sudah menjadi rahasia umum bahwa panas dalam terjadi karena Anda kekurangan cairan, bahkan kurang meminum air putih. Untuk itu, Anda harus mengubah gaya hidup, dan meminum air putih setidaknya 6 – 8 gelas dalam sehari guna mengembalikan keseimbangan kadar cairan di dalam tubuh.

2. Vitamin C

Kekurangan vitamin C menjadi penyebab kedua terjadinya panas dalam, terutama dalam gejala sariawan, bibir kering dan pecah-pecah, serta sakit tenggorokan. Untuk itu, Anda harus berangsur-angsur mengembalikan asupan vitamin C bagi tubuh.

Anda bisa melakukan ini dengan lebih banyak mengonsumsi buah, seperti jeruk, lemon, dan melon atau mengonsumsi suplemen vitamin C berbentuk tablet hisap dan atau sirup cair yang banyak dijual di pasaran.

3. Sayur hijau dan buah

Selain kekurangan vitamin , panas dalam juga dapat terjadi karena tubuh Anda kekurangan serat dan asupan vitamin lainnya. Hal inilah yang menimbulkan gejala konstipasi dan masalah pencernaan lainnya.

Karena itu, obat panas dalam selanjutnya adalah merubah pola makan dan lebih banyak mengonsumsi sayuran hijau serta buah-buahan. Anda bisa mendapat asupan serat serta vitamin lainnya dari kedua hal tersebut.

4. Air hangat hangat kuku

Obat panas dalam yang selanjutnya adalah secara teratur meminum air hangat-hangat kuku. Pasalnya, panas dalam juga bisa terjadi karena memanasnya sistem pencernaan Anda akibat mengonsumsi banyak makanan berkadar minyak tinggi, sehingga menimbulkan beberapa gangguan.

Nah, meminum air hangat-hangat kuku bisa menenangkan pencernaan serta meredakan gejala panas dalam yang terkait gangguan pencernaan. Selain itu, hal ini juga bisa menyembuhkan gejala sakit tenggorokan yang timbul.

5. Suplemen mengandung serat  

Dewasa kini, banyak produk herbal kemasan yang mengemas kandungan kaya serat dalam bentuk bubuk maupun tablet. Anda bisa mengonsumsi salah satu produk ini secara rutin saat mengalami panas dalam.

Produk ini bisa membantu Anda dalam mengatasi gejala konstipasi, buang air besar berdarah, serta masalah pencernaan lainnya terkait panas dalam. Namun ingat, mengonsumsi laksatif pun harus dibarengi dengan perubahan pola makan menjadi lebih baik, untuk hasil yang maksimal.

6. Obat pencahar

Obat panas dalam terakhir fokus pada gejala BAB yang terasa keras, tidak lancar, bahkan berdarah. Jika memang kondisinya benar-benar parah, dokter bisa meresepkan obat pencahar guna melancarkan kembali BAB Anda.

Tapi ingat, penggunaan obat ini pun harus dibarengi dengan peningkatan konsumsi air putih, konsumsi vitamin C, dan konsumsi makanan kaya serat untuk menyembuhkan gejala panas dalam secara keseluruhan.

Nah, itu dia 6 obat panas dalam yang bisa Anda peroleh dengan mudah, dan bisa membantu meredakan gejala penyakit tersebut. Semoga bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi