Obat Diare yang Terbukti Ampuh

Obat diare

Obat diare ; Air garam sudah dikenal sebagai cara tradisional untuk meredakan diare secara turun temurun. Namun, masih ada obat-obatan medis yang dapat Anda dapatkan di apotek terdekat maupun dengan bantuan resep dokter untuk meredakan diare secara efektif,lho.

 

Go Dok – Bagi penggemar makanan pedas, mungkin penyakit diare sudah menjadi penyakit yang sering dirasakan. Padahal, diare tidak hanya terjadi karena iritasi akibat makanan pedas, lho, namun bisa juga disebabkan infeksi akibat bakteri dan peradangan yang terjadi pada organ lambung, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius melalui konsumsi obat diare tertentu.

Walaupun air garam sudah dikenal sebagai cara tradisional untuk meredakan diare secara turun temurun, masih ada obat-obatan medis yang dapat Anda dapatkan di apotek terdekat maupun dengan bantuan resep dokter untuk meredakan diare secara efektif dan teruji klinis.

Mau tahu apa saja obat diare yang banyak digunakan tersebut? Berikut beberapa daftarnya!

Bismuth subsalicylate 

Obat yang bisa didapatkan dari resep dokter dengan bentuk berupa obat kunyah maupun berbentuk obat cair. Obat ini efektif untuk meredakan sakit perut, mulas, serta mual yang menyertai ketika sedang sakit diare. Obat ini bekerja dengan membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare, seperti bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Jika Anda mengonsumsi dengan bentuk tablet kunyah, pastikan dikunyah hingga hancur terlebih dahulu sebelum ditelan agar memaksimalkan penyerapan khasiat pada sistem pencernaan. Namun, obat jenis ini tidak disarankan bagi Anda jika terdapat darah atau lendir pada feses, ya!

Loperamide 

Jenis obat yang terbukti efektif dalam meredakan diare dengan cara memperlambat ritme pencernaan sehingga usus kecil memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap cairan dan nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi. Efeknya, feses yang dikeluarkan menjadi lebih padat dan tidak terlampau encer.

Selain itu, obat diare ini juga ampuh untuk meredakan diare yang menyerang orang-orang dengan penyakit radang usus. Bagi Anda yang sehabis melakukan operasi, Loperamide juga bisa digunakan untuk mengurangi jumlah tinja pada orang yang memiliki ileostomy (kondisi adanya lubang pada dinding perut untuk membuang kotoran dalam prosedur bedah).

Mengingat Loperamide termasuk obat generik, Anda bisa langsung meminum obat ini ketika merasa feses encer sebagai gejala awal diare. Namun yang harus Anda perhatikan adalah, obat jenis ini hanyalah mengobati gejala, bukanlah penyebab diare seperti adanya infeksi atau bakteri di dalam sistem pencernaan.

Bagi orang dewasa, Loperamide dapat diminum dengan kadar dosis maksimal  16 mg dalam 24 jam berdasarkan arahan dokter, atau 8 mg dalam 24 jam jika tanpa anjuran dokter. Bagi anak-anak, dosis yang dianjurkan berdasarkan pada usia dan berat badan.

Namun ingat ya, Loperamide tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada pada anak-anak dengan usia di bawah 6 tahun kecuali mendapat anjuran dari dokter.

Diphenoxylate atropine

Dikenal sebagai golongan obat antikolinergik, merupakan obat minum yang dapat membantu mengurangi cairan tubuh yang berlebih serta memperlambat gerakan pencernaan pada usus sehingga mampu mengurangi jumlah dan frekuensi buang air besar.

Minum obat diare  ini sekitar 4 kali sehari atau sesuai arahan dokter. Jika dikonsumsi pada anak-anak, dosis bisa jadi berdasarkan berat badan masing-masing anak. Biasanya, obat ini akan bekerja dan memberikan khasiat pada tubuh Anda dalam waktu 48 jam setelah diminum.

Namun, Anda perlu perhatikan nih, obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada anak-anak di bawah umur 13 tahun karena dapat menimbulkan efek samping pada masalah pernapasan. Satu hal penting lainnya adalah untuk memastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan rajin meminum cairan elektrolit, ya!

Seperti yang sudah Anda ketahui, penyakit diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara serius sehingga menyebabkan dehidrasi. Maka dari itu, selain meminum obat diare di atas secara teratur, perbanyak meminum cairan elektrolit untuk mengganti cairan yang hilang. Selalu waspada, ketika gejala dehidrasi yang parah menyerang Anda, seperti rasa haus yang ekstrem, berkurangnya intensitas buang air kecil, kram otot, badan yang lemas, hingga pingsan.

Walaupun Anda telah mengonsumsi obat diare di atas secara teratur, jangan segan untuk segera berkonsultasi dengan dokter terkait penyakit yang sedang Anda derita. Apalagi jika diare berlangsung lebih dari 2 hari, bisa jadi hal tersebut sebagai tanda adanya penyakit yang lebih serius yang sedang menyerang Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi