Norfloxacin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Norfloxacin

Norfloxacin  merupakan antibiotik golongan flourokuinolon. Obat ini digunakan untuk mengobati dari berbagai jenis bakteri. Obat ini paling sering digunakan untuk infeksi saluran kemih terutama kandung kemih.

 

Nama Generik

Norfloxacin

Merek Dagang

 Pyrflox; Noroxin

Pengertian

Norfloxacin  merupakan antibiotik golongan flourokuinolon. Obat ini digunakan untuk mengobati dari berbagai jenis bakteri. Obat ini paling sering digunakan untuk infeksi saluran kemih terutama kandung kemih. Norfloxacin bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan membunuh berbagai jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Golongan

Antibiotik, Flourokuinolon

Sediaan
  • Tablet Salut Selaput 400 mg.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet salut selaput)

  • Prostatitis
    • Dosis dewasa: 400 mg setiap 12 jam selama 28 hari
  • Traveler’s diarrhea
    • Dosis dewasa: 400 mg 3 kali sehari selama 1 hingga 3 hari
  • Infeksi saluran kemih
  • Dosis dewasa (tanpa komplikasi): 400 mg setiap 12 jam, diberikan selama 3 hari untuk infeksi coli, K. pneumoniaeatau P. mirabilis; berikan selama 7 hingga 10 hari untuk infeksi yang disebabkan oleh organisme lainnya.
  • Dosis dewasa (dengan komplikasi): 400 mg setiap 12 jam selama 10 hingga 21 hari
Catatan
  • Keamanan dan efektivitas pemberian obat pada anak-anak di bawah 18 tahun belum dapat ditentukan.
Kontraindikasi

Norfloxacin  sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas Norfloxacin , atau antibiotik kuinolon lainnya dan komponen pembuat produk lainnya.
  • Riwayat tendinitis atau ruptur tendon yang berhubungan dengan konsumsi norfloxacin atau kuinolon lainnya.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Norfloxacin  yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda penurunan mood (depresi), seperti perasaan ingin bunuh diri, tidak percaya diri, peningkatan emosi, cemas, dan kurang bersemangat.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning.
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat.
  • Denyut jantung lebih cepat dan terasa tidak norma
  • Merasa lemah dan lelah.
  • Perubahan ketajaman pandangan.
  • Halusinasi.
  • Mimpi buruk.
  • Kejang.
  • Sesak napas.
  • Memar atau perdarahan.
  • Kesulitan berjalan.
  • Tidak mampu untuk berkemih.
  • Gatal pada vagina atau keputihan.
  • Bercak putih pada mulut.
  • Masalah saraf pada lengan, tangan, tungkai, atau kaki dapat terjadi pada pasien yang mengkonsumsi obat ini.
  • Diare sangat sering terjadi pasca mengkonsumsiobat ini.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri kepala
  • Pusing
  • Perut begah atau muntah
  • Kram pinggang
  • Diare.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Norfloxacin . Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Norfloxacin .

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Norfloxacin  pada ibu menyusui belum dapat ditentukan dan dipastikan risiko terhadap bayi.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Norfloxacin
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Bila anda mengalami masalah pemanjangan segmen QT pada pemeriksaan elektrokardiografi atau kadar kalium yang rendah
    • Sampaikan bila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya sebelum mengonsumsi obat ini
    • Sampaikan bila Anda mengonsumsi Nitrofurantoin
    • Jika Anda memiliki riwayat iritasi tendon atau robekan tendon ketika mengonsumsi obat sejenis.
  • Efek samping alergi yang sangat parah dan mematikan dapat terjadi
  • Hindari mengemudi dan melakukan pekerjaan lainnya yang membutuhkan fokus hingga Anda mengetahui efek obat terhadap diri anda
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes, Anda harus mengecek kadar gula darah Anda lebih sering.
  • Jika Anda mengonsumsi pengencer darah, Anda harus rutin memeriksakan darah Anda
  • Bila Anda mengonsumsi teofilin Anda juga harus memeriksakan darah anda
  • Jangan mengonsumsi obat lebih lama daripada seharusnya. Infeksi sekunder dapat terjadi
  • Konsumsi obat ini 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsiantasida, didanosine, sucralfate, quinapril, bismuth, sevelamer, multivitamn, atau produk lainnya yang mengandung magnesium, kalisum, alumunium, zat besi, atau zinc.
  • Batasi konsumsi kafein (seperti teh, kopi, atau kola) dan cokelat. Konsumsi kafein dengan obat ini dapat menyebabkan gemetar atau denyut nadi yang lebih cepat dari biasanya.
  • Anda akan lebih mudah terbakar matahari. Hindari paparan sinar matahari, berjemur di bawah sinar matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian serta kacamata yang melindungi diri dari paparan sinar matahari.
  • Gunakan secara hati-hati pada anak < 18 tahun.
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan. Anda harus berdiskusi dengan dokter terkait risiko dan keuntungan penggunaan obat pada kehamilan Anda.
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang menyusui. Anda harus mendiskusikan risiko obat terhadap bayi yang sedang disusui.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Norfloxacin  telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Norfloxacin . Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Mesoridazine
    • Amifampridine
    • Piperaquine
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Pimozide
    • Sparfloxacin
    • Dronedarone
    • Thioridazine
    • Cisapride
    • Ziprasidone
    • Saquinavir
    • Amisulpride.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Mycophenolate Mofetil
    • Rasagiline
    • Warfarin
    • Droperidol
    • Hydroxychloroquine
    • Donepezil.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Cyclosporine
    • Sucralfate
    • Ropinirole
    • Probenecid
    • Sevelamer
    • MycophenolateMofetil 
    • Itraconazole
    • Diclofenac
    • Antacids
    • Phenytoin
    • Didanosine
    • Calcium
    • Olanzapine
    • Dutasteride
    • Rifapentine
    • Ropivacaine
    • Chloroquine
    • Sildenafil
    • Levothyroxine
    • Lanthanum
    • Carbonate
    • Patiromer
    • Aminolevulinic Acid
    • Iron
    • Zinc.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet dan tetes mata, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

Referensi 

RE/PJ/MA

Referensi