Neuritis Optik ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Neuritis Optik

Neuritis optik adalah perdangan pada saraf penglihatan. Dimana gejala utamanya adalah kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata. Saraf penglihatan adalah saraf yang berfungi sebagai penghubung antara mata dan otak.

Mengenal neuritis optik

Saraf penglihatan adalah saraf yang berfungi sebagai penghubung antara mata dan otak. Saraf ini mengantarkan informasi yang dilihat oleh mata agar dapat diproses di otak. Saraf ini dilapisi oleh selubung yang disebut myelin.

Myelin membuat penyampaian informasi yang lebih cepat dan baik.  Pada neuritis optik yang terjadi adalah kerusakan pada saraf akibat peradangan sehingga terjadi kerusakan selubung atau myelin. Hal ini menyebakan kehilangan penglihatan pada mata yang sel saraf terkena radang.

Epidemiologi

Neuritis optik adalah kasus tersering kelainan saraf optik pada usia dibawah 50 tahun. Biasanya mengenai usia 16-55 tahun dengan rasio perempuan dan pria adalah 2:1. Pada anak, cenderung terkena bilateral sedangkan dewasa cenderung unilateral. Insidennya 1 dan 5 per 100.000 orang.

Penyebab

Perjalanan penyakit dari neuritis optik masih belum terlalu jelas. Salah satu teori mengatakan bahwa terjadi reaksi autoimun pada tubuh dimana tubuh merusak sel saraf karena dianggap benda asing.

Karena beberapa virus dan bakteri mirip dengan sel tubuh kita. Contohnya saraf, tubuh salah menyerang dan menganggap saraf adalah bakteri walaupun sebenarnya bakteri sudah tidak ada lagi.

Pada beberapa kasus dapat disebabkan karena penyakit sistemik. Penyakit sistemik tersering adalah multiple sclerosis. Multiple sclerosis yaitu penyakit autoimun dimana tubuh menyerang semua sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Hal tersebut menyebabkan adanya inflamasi sel saraf yang berulang. Gejalanya dapat berupa lemah, pusing, kebas, atau lumpuh yang dapat hilang dalam hitungan hari atau minggu. Pasien multiple sclerosis biasanya mengalami neuritis optik minimal sekali dalam hidupnya. Neuritis optik juga jadi salah satu gejala awal pada 40% pasien multiple sclerosis.

Penurunan penglihatan pada pasiennya disebabkan karena kerusakan lapisan saraf penglihatan dan rusaknya myelin yang membantu menghantarkan infromasi pada sel saraf .

Faktor Risiko

  1. Wanita
  2. Ras. Kaukasia memeiliki risiko lebih tinggi dibanding ras lainnya. Namun untuk ras Asia biasanya penyakit ini berhubungan dengan multiple sclerosis.
  3. Tinggal di iklim sedang dan kutub. Hal tersebut berhubungan dengan multiple sclerosis. Insiden multiple sclerosis lebih tinggi pada daerah beriklim sedang dan kutub (Amerika Utara, Eropa selatan dan Barat, dan New Zealand). Hal ini berhubungan dengan kurangnya penyerapan vitamin D.
  4. Penyakit lain. Beberapa penyakit sistemik dapat menyebabkan neuritis optik adalah multiple sclerosis, neuromyelitis optica (NMO),  sarkoidosis, lupus, syphilis, lyme disease.

Gejala 

  • Penurunan penglihatan biasanya penglihatan menjadi kabur, hitam putih atau gelap pada tepi hingga sebagian lapangan pandang
  • Perubahan bentuk pupil pada mata yang mengalami kelainan
  • Kehilangan penglihatan setelah 1-3 hari gejala penurunan penglihatan biasanya mengenai satu mata namun tidak jarang mengenai kedua mata
  • Nyeri ringan di sekitar bola mata atau di belakang mata terutama saatdigerakkan
  • Uhthoff’s symptom(kabur dan penglihatan menjadi hitam putih saat aktivitas terlalu berlebihan atau udara yang panas)
  • Terdapat gejala sistemik sesuai dengan penyakit sistemik yang diderita seperti multiple sclerosis(kebas, kesemutan), neuromyelitis optica (NMO),  sarkoidosis (demam, batuk, keringat malam pembesaran kelenjar), lupus (lemas, merah di pipi), syphilis, lyme disease.

Diagnosis

Pemeriksaan pada neuritis optik biasanya didiagnosa dengan anamnesis dan pemeriksaan mata yang spesifik. Pada pemeriksaan mata secara umum biasanya mata didapatkan normal karena kelainan di saraf bukan pada mata.

Pemeriksaan mata yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan reflek cahaya langsung dan tidak langsung pada mata, pemeriksaan lapangan pandang, pemeriksaan funduskopi dan pemeriksan tes buta warna menggunakan ishihara test.

Untuk pemeriksaan penunjang pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksan  OCT (optical coherence tomography) pemeriksaan untuk menilai apakah saraf saraf penglihatan dalam keadaan normal, ada juga pemeriksaan VEP (visual evoked potential) untuk menilai hantaran sinyal dari mata ke otak. Pada beberapa kasus pemeriksaan MRI juga dilakukan untuk membantu menegakkan dan melihat keparahan penyakit.

Penanganan

Pada kebanyakan kasus pasien dengan neuritis optik tidak membutuhkan pengobatan. Penyakit ini dapat sembuh spontan dalam beberapa hari hingga minggu. Akan tetapi pasien dapat diberikan pengobatan bila ditemukan:

1. Kelainan pada hasil pemeriksaan penunjang

Biasanya setelah pemeriksaan OCT dan MRI dokter merasa bahwa terdapat kelaianan yang dapat mengarah ke multiple sclerosis

2. Atipikal neuritis optik

Kasus yang jarang dari neuritis optik dengan gejala yang berat .

Terapi pada pasiennya adalah pengobatan menggunakan kortikosteroid yang berupa injeksi ataupun oral. Biasanya akan diberikan injeksi suntik selama 3 hari yang dilanjutkan oral.

Akan tetapi, perlu pertimbangan dari dokter untuk penggunaan kortikosteroid karena banyak efek samping jika dikonsumsi jangka panjang. Efek samping yang dapat terjadi adalah:

  1. Gangguan mood hingga psikosis
  2. Hiperglikemia (tinggi kadar gula darah)
  3. Insomnia
  4. Gangguan lambung dan usus
  5. Osteoporosis.

Komplikasi

Kebanyakan penderita dengan neuritis optik sembuh dengan pengobatan ataupun tanpa pengobatan. Daya penglihatan akan membaik dalam 1 bulan. Namun beberapa kasus juga melaporkan adanya penurunan penglihatan yang menetap.

Sekitar 35 % penderita neuritis optik dapat mengalami gejala yang berulang, resiko ini meningkat dengan adanya penyakit sistemik penyerta.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

LK/JJ/MA

Referensi