Neuralgia Trigeminal; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Neuralgia trigeminal

 

Neuralgia trigeminal atau tic doloreux merupakan nyeri saraf sesuai dengan distribusi persarafan saraf kranial V. Dengan mengetahui gejala, penyebab dan penanganan penyakit ini, Anda bisa lebih mewaspadainya.

 

Go DokPernahkah tubuh Anda merasa nyeri dan linu yang datang secara tiba-tiba dan terjadi berkepanjangan? Hati-hati, bisa jadi kelainan bukan terjadi pada bagian otot, melainkan ada gangguan Neurallgia Trigeminal yang menyerang bagian syaraf Anda, lho. Mau tahu itu apa? Cek terus artikel di bawah ini, ya!

Mengenal Neuralgia Trigeminal

Neuralgia trigeminal atau tic doloreux merupakan nyeri saraf sesuai dengan distribusi persarafan saraf kranial V. Nyeri pada kondisi ini biasanya unilateral atau hanya pada satu sisi saja, meskipun pada gejala yang berat akan nampak seperti nyeri pada kedua sisi (manifestasi ini terjadi karena pergantian nyeri sisi kanan dan kiri yang cepat). Namun, pada neuralgia trigeminal yang terjadi akibat sklerosis multipel, gejala dapat terjadi pada kedua sisi wajah.

Angka kejadian neuralgia trigeminal diketahui sebanyak 15 kasus per 100.000 orang dan 1,5-2x lebih sering pada wanita. Pada 90% pasien, penyakit ini terjadi pada usia lebih dari 40 tahun.

Sekilas Mengenai Nervus Kranial V (Nervus Trigeminus)

Persarafan Nervus Trigeminus (-N. Trigeminus) terbagi menjadi tiga cabang, yaitu ophtalmica (V1), maxillary (V2), dan mandibular(V3), berikut adalah fungsinya :

  • V1 membawa informasi sensorik dari area tempurung kepala, kening, kelopak mata atas, konjungtiva, kornea, hidung, mukosa nasal, dan sinus frontalis.
  • V2 membawa informasi sensorik dari kelopak mata bawah, pipi, gusi dan bagian gigi atas, bibir atas, palatum, sinus maksilaris, dan sinus ethmoid, serta sinus sphenoid.
  • V3 membawa informasi sensorik dari bibir bawah, gusi dan gigi bagian bawah, dagu dan rahang, serta sebagian aurikula eksterna.N.V3 juga memiliki cabang motorik yang mempersarafi otot-otot pengunyahan.
Penyebab

Neuralgia trigeminal dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori berdasarkan penyebabnya, yaitu:

1. Klasik

Disebabkan oleh penekanan pembuluh darah (kompresi vaskular) pada area cabang nervus trigeminus. Hal ini dibuktikan dengan gambaran MRI.

2. Sekunder

Neuralgia trigeminal sebagai manifestasi klinik dari penyakit neurologis lain, seperti adanya tumor pada cerebellopontin angle atau skerosis multipel. Sebanyak 15% kasus neuralgia trigeminal merupakan neuralgia trigeminal sekunder.

Gejala

Nyeri secara tiba-tiba di satu sisi wajah seperti tertusuk yang dapat dicetuskan oleh berbagai stimulus di wajah merupakan gejala khas dari kondisi ini. Pencetus nyeri tersebut seperti mengunyah, berbicara, tersenyum, minum, bercukur, menyikat gigi, menghembus udara lewat hidung, atau sentuhan di wajah. Selain itu dapat pula terjadi sindrom pre-trigeminal neuralgia, yaitu nyeri sinus atau sakit gigi yang berlangsung berjam-jam yang dicetuskan ketika menggerakkan rahang atau minum. Nyeri yang ditimbulkan kemudian dapat menimbulkan spasme otot pada sisi wajah yang terkena, sehingga penyakit ini dikenal juga dengan tic doloroux.

Karakteristik nyeri yang dirasakan ialah tajam, terlokalisasi, berat, mendadak, dan menusuk. Nyeri diawali dengan sensasi kejutan listrik dan memberat, 20 detik kemudian berubah menjadi nyeri di wajah. Sebanyak 60% pasien merasakan nyeri terjadi dari tepi mulut ke arah sudut rahang.

Jumlah serangan bervariasi dari 1x/hari hingga ratusan kali per hari. Pada beberapa kasus, terdapat nyeri tumpul yang bertahan lama, tetapi umumnya tidak ada gejala di antara serangan.

Berdasarkan pemeriksaan fisik, dapat ditemukan sensasi wajah, kekuatan otot, dan refleks kornea yang normal (fungsi nervus trigeminus normal).

Pemeriksaan penunjang seperti CT-scan atau MRI hanya diindikasikan apabila sulit membedakan antara neuralgia trigeminal klasik atau sekunder. Gambaran adanya kompresi vaskular atau adanya massa tumor dapat menjadi penunjang diagnosis penyebab trigeminal neuralgia.

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis pasien. Kriteria diagnostik trigeminal neuralgi berdasarkan International Headache Society (IHS) ialah sebagai berikut :

  1. Serangan nyeri tiba-tiba yang muncul beberapa detik hingga 2 menit dan melibatkan satu atau lebih cabang nervus trigeminus dan memenuhi kriteria B dan C.
  2. Nyeri paling sedikit memenuhi 1 karakteristik berikut:
    • Kuat, tajam, superfisial, rasa menikam
    • Dipicu dari trigger area atau terdapat faktor pencetus
  3. Jenis serangan stereotipik (khas) pada tiap individu
  4. Tidak ada defisit neurologis
  5. Tidak berkaitan dengan gangguan lain.
Penanganan

Penanganan trigeminal neuralgia dilakukan berdasarkan etiologi yang mendasarinya. Trigeminal neuralgia klasik dapat berespon dengan obat-obatan, sedangkan pada trigeminal neuralgia sekunder, penyakit yang mendasarinya harus ditatalaksana.

Terapi farmakologi pada trigeminal neuralgia ialah menggunakan obat-obatan yang bekerja dengan menghambat kanal sodium, seperti karbamazepin dan oxcabarzepin (terapi lini pertama). Sebanyak 90% pasien memberikan respon positif terhadap obat tersebut.

Selain terapi farmakologi, terdapat terapi bedah yang dilakukan bila nyeri sulit dikontrol. Pasien harus dirujuk ke spesialis saraf atau bedah saraf. Prosedur bedah yang dapat dikerjakan untuk neuralgia trigeminal seperti gamma knife radiosurgery, radiofrequency electrocoagulation, injeksi gliserol, balloon microcompression, microvascular decompression.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

AM/PJ/MA

Referensi