Nefropati Diabetik ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Nefropati diabetik

 

 

Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang merupakan komplikasi serius akibat dari penyakit diabetes mellitus. Cara terbaik untuk mencegah atau menunda munculnya nefropati diabetik adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat dan mengobati diabetes serta tekanan darah tinggi.

 

Mengenal Nefropati Diabetik

Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang merupakan komplikasi serius akibat dari penyakit diabetes mellitus. Penyakit ini juga sering disebut sebagai penyakit ginjal diabetes. Sejak tahun 1950-an, nefropati diabetik telah diakui sebagai komplikasi umum diabetes mellitus. Sebanyak 50% pasien yang menderita diabetes mellitus >20 tahun, mengalami komplikasi ini.

Ginjal membantu mengatur jumlah cairan dan garam dalam tubuh, membantu mengontrol tekanan darah, dan melepaskan berbagai jenis hormon. Nefropati adalah istilah yang digunakan ketika ginjal mulai mengalami kerusakan, yang akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.

Cara terbaik untuk mencegah atau menunda munculnya nefropati diabetik adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat dan mengobati diabetes serta tekanan darah tinggi.

Penyebab

Ginjal mengandung jutaan pembuluh darah kecil (glomeruli) yang menyaring limbah dari darah. Seiring berjalannya waktu, kadar gula darah tinggi -terkait dengan diabetes yang tidak diobati dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi pula. Hal ini pada akhirnya merusak ginjal dengan meningkatkan tekanan pada sistem penyaringan ginjal yang rumit. Kerusakan parah pada pembuluh darah ini dapat menyebabkan nefropati diabetik, penurunan fungsi ginjal, dan gagal ginjal.

Faktor Risiko

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko nefropati diabetik, termasuk:

  • Diabetes, tipe1 atau 2
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia) yang sulit dikendalikan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan
  • Seorang perokok dan menderita diabetes
  • Kolesterol darah tinggi dan menderita diabetes
  • Riwayat keluarga diabetes dan penyakit ginjal
  • Usia (lebih sering terjadi pada orang tua)
  • Jenis kelamin (lebih sering terjadi pada pria)
  • Ras (lebih sering pada orang Amerika Afrika dan Meksiko Amerika)
  • Obesitas.
Gejala

Meskipun nefropati diabetik berarti ginjal tidak berfungsi dengan baik, pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, pada tahap awal, dapat terjadi perubahan tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penumpukan produk ‘limbah’ di dalam darah sehingga menimbulkan gejala yang sangat membuat seseorang kesakitan.

Tahapan nefropati diabetik ditentukan oleh tingkat kerusakan ginjal dan laju filtrasi glomerulus, atau GFR. GFR dapat memberi gambaran seberapa baik ginjal bekerja. Nilai GFR yang rendah menunjukkan terjadi masalah pada ginjal.

  • Stadium 1: Kerusakan ginjal ada, tetapi fungsi ginjal masih normal; GFR ≥90
  • Stadium 2: Kerusakan ginjal disertai dengan hilangnya sebagian fungsi ginjal; GFR antara 60-89
  • Stadium 3: Kehilangan fungsi ginjal ringan sampai berat; GFR antara 30-59
  • Stadium 4: Hilangnya fungsi ginjal berat; GFR antara 15-29
  • Stadium 5: Gagal ginjal; GFR ≤15.

Penyakit yang parah biasanya terjadi di sekitar stadium empat atau lima dari nefropati diabetik. Gejala termasuk:

  • Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, mata, atau tangan yang disebabkan oleh penumpukan cairan
  • Warna urin yang lebih gelap, karena adanya darah di urin
  • Sesak napas
  • Kelelahan, disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah
  • Mual atau muntah
  • Rasa gatal
  • Sering buang air kecil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kebingungan atau sulit berkonsentras.
Diagnosis

Untuk menentukan apakah seseorang menderita penyakit ginjal diabetes, akan dilakukan tes dan prosedur tertentu, seperti:

  • Tes darah. Jika seseorang menderita diabetes, akan diperlukan tes darah untuk memantau kondisi dan menentukan kondisi ginjal.
  • Tes urine. Sampel urin memberikan informasi tentang fungsi ginjal, salah satu faktornya adalah  protein dalam urin. Tingginya kadar protein yang disebut mikroalbumin dapat menunjukkan ginjal seeorang tidak sehat.
  • Tes rontgen. Dokter akan menyarankan pemeriksaan sinar X dan ultrasound untuk menilai struktur dan ukuran ginjal. Dokter juga dapat menyarankan untuk melakukan CT scan dan Magnetic Resonance Imaging(MRI) untuk menentukan seberapa baik darah yang beredar di dalam ginjal.
  • Tes fungsi ginjal. Dokter dapat menilai kapasitas penyaringan ginjal seseorang menggunakan tes analisis ginjal.
  • Biopsi ginjal. Dokter mungkin merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil sampel jaringan ginjal untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Penanganan

Langkah pertama dalam mengobati nefropati diabetik adalah mengobati diabetes dan jika diperlukan tekanan darah tinggi (hipertensi) juga diobati. Dengan manajemen gula darah dan hipertensi yang baik, seseorang dapat mencegah atau menunda disfungsi ginjal serta komplikasi lainnya.

1. Obat-obatan

Pada tahap awal penyakit ini, umumnya akan diberikan obat-obatan, seperti:

  • Obat tekanan darah tinggi. Obat-obatan ini ditujukan untuk mencapai tekanan darah ≤140/90 milimeter merkuri (mmHg).
  • Obat gula darah tinggi. Beberapa obat telah terbukti membantu mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan nefropati diabetik. Obat-obatan ini ditujukan untuk mencapai rata-rata hemoglobin A1C (HbA1C) < 7%.
  • Obat kolesterol tinggi. Obat penurun kolesterol yang disebut statin digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi dan mengurangi protein dalam urin.
  • Obat tulang. Obat-obatan yang membantu mengatur keseimbangan kalsium fosfat, penting dalam menjaga kesehatan tulang.
  • Obat pengendali protein dalam urin. Obat-obatan ini dapat mengurangi tingkat albumin protein dalam urin dan memperbaiki fungsi ginjal.

2. Perawatan untuk penyakit ginjal diabetes tahap lanjut

Jika penyakit berkembang menjadi gagal ginjal (penyakit ginjal stadium akhir), dokter akan membantu beralih ke perawatan yang difokuskan pada penggantian fungsi ginjal, yaitu:

  • Cuci darah.

Perawatan ini adalah cara untuk mengeluarkan produk ‘limbah’ dan cairan ekstra dari darah  seseorang.

  • Transplantasi

Dalam beberapa situasi, pilihan terbaik adalah transplantasi ginjal atau transplantasi ginjal-pankreas.

  • Manajemen gejala

Jika seseorang memilih untuk tidak menjalani cuci darah atau transplantasi ginjal, harapan hidupnya biasanya hanya beberapa bulan. Umunya pasien hanya menerima perawatan untuk membantu membuatnya merasa nyaman.

Komplikasi

Komplikasi nefropati diabetik dapat berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Retensi cairan, yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru)
  • Peningkatan kadar potasium secara tiba-tiba dalam darah (hiperkalemia)
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular), kemungkinan mengarah ke stroke
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik)
  • Anemia
  • Luka kaki, disfungsi ereksi, diare dan masalah lain yang berkaitan dengan kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Komplikasi kehamilan yang membawa risiko bagi ibu dan janin.
  • Kerusakan permanen pada ginjal (penyakit ginjal stadium akhir).

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

AQ/PJ/MA

Referensi