Moxifloxacin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Moxifloxacin

 

Moxifloxacin  merupakan antibiotik golongan florokuinolon yang digunakan untuk melawan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Obat ini digunakan untuk pengobatan berbagai jenis infeksi bakteri pada kulit, sinus, paru-paru, atau lambung.

Nama Generik

Moxifloxacin

Merek Dagang

Avelox; Respira; Zigat; Maxiflon

Pengertian

Moxifloxacin  merupakan antibiotik golongan florokuinolon yang digunakan untuk melawan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Obat ini digunakan untuk pengobatan berbagai jenis infeksi bakteri pada kulit, sinus, paru-paru, atau lambung.

Obat ini bekerja untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Penggunaan antibiotik jenis ini secara tidak rasional dapat menyebabkan penurunan efektivitas antibiotik.

Golongan

Antibiotik, fluorokuinolon

Sediaan

  • Tetes Mata 0,5%
  • Tablet Salut Selaput 400 mg
  • Cairan Infus 400 mg/250 mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet salut selaput)

  • Penyakit paru obstruksi kronik
    • Dosis dewasa (eksaserbasi akut infektif): 400 mg sekali sehari selama 5 hari.
  • Sinusitis akut
    • Dosis dewasa: 400 mg sekali sehari selama 10 hari.
  • Pneumonia yang didapat pada komunitas
    • Dosis dewasa: 400 mg sekali sehari selama 7 hingga 14 hari.
  • Infeksi kulit dan/atau jaringan subkutan
    • Dosis dewasa (dengan komplikasi): 400 mg sekali sehari selama 7 hingga 21 hari
    • Dosis dewasa (tanpa komplikasi): 400 mg sekali sehari selama 7 hari.
  • Infeksi abdomen (dengan komplikasi)
    • Dosis dewasa: 400 mg sekali sehari selama 5 hingga 14 hari.
  • Tuberkulosis
    • Dosis dewasa: 400 mg sekali sehari.

Dosis untuk pemberian intra vena (cairan infus)

  • Penyakit paru obstruksi kronik
    • Dosis dewasa (eksaserbasi akut infektif): 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 5 hari.
  • Sinusitis akut
    • Dosis dewasa: 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 10 hari.
  • Pneumonia yang didapat pada komunitas
    • Dosis dewasa: 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 7 hingga 14 hari.
  • Infeksi kulit dan/atau jaringan subkutan
    • Dosis dewasa (dengan komplikasi): 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 7 hingga 21 hari
    • Dosis dewasa (tanpa komplikasi): 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 7 hari.
  • Infeksi abdomen (dengan komplikasi)
    • Dosis dewasa: 400 mg IV selama 60 menit sekali sehari selama 5 hingga 14 hari.
  • Tuberkulosis
    • Dosis dewasa: 400 mg IV sekali sehari.

Dosis untuk pemberian tetes mata

  • Konjungtivitis bakterialis
    • Dosis dewasa: teteskan tetes mata sebanyak 1 hingga 2 tetes pada mata yang sakit dua kali sehari selama 7 hari
    • Dosis Anak (4 bulan atau lebih): 1 tetes pada mata yang sakit 2 kali sehari selama 7 hari.

Catatan

  • Keamanan dan efektivitas konsumsi obat oral atau intravena pada anak-anak di bawah 18 tahun belum dapat ditentukan untuk konsumsi oral
  • Bila diberikan melalui rute infus intravena, jangan melebihi dosis yang direkomendasikan atau mempercepat durasi pemberian infus untuk menghindari risiko pemanjangan segmen QT
  • Dosis intravena dapat dirubah menjadi dosis oral tanpa harus menyesuaikan dosis.

Kontraindikasi

Moxifloxacin  sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas Moxifloxacin atau antibiotik kuinolon lainnya dan komponen pembuat produk lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Moxifloxacin  yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda penurunan mood(depresi), seperti perasaan ingin bunuh diri, tidak percaya diri, peningkatan emosi, cemas, dan kurang bersemangat
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat
  • Tanda kadar gula darah tinggi seperti kebingungan, merasa mengantuk, lebih mudah haus dan lapar, kencing lebih sering, napas menjai cepat atau napas berbau buah
  • Nyeri dada
  • Denyut jantung lebih cepat dan terasa tidak normal
  • Merasa lemah dan lelah
  • Perubahan ketajaman pandangan
  • Halusinasi
  • Mimpi buruk
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Memar atau perdarahan
  • Kesulitan berjalan
  • Tidak mampu untuk berkemih
  • Gatal pada vagina atau keputihan
  • Bercak putih pada mulut
  • Demam atau menggigil
  • Masalah saraf pada lengan, tangan, tungkai, atau kaki dapat terjadi pada pasien yang mengonsumsi obat ini
  • Diare sangat sering terjadi pasca mengonsumsi obat ini.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Perut begah
  • Diare.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Moxifloxacin . Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Moxifloxacin .

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Moxifloxacin pada ibu menyusui belum dapat ditentukan efek samping atau risiko obat terhadap bayi yang menyusui.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Moxifloxacin
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat Anda mengalami alergi
    • Bila Anda mengalami masalah pemanjangan segmen QT pada pemeriksaan elektrokardiografi atau kadar kalium yang rendah
    • Sampaikan bila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Efek samping alergi yang sangat parah dan mematikan dapat terjadi
  • Hindari mengemudi dan melakukan pekerjaan lainnya yang membutuhkan fokus hingga Anda mengetahui efek obat terhadap diri Anda
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes, Anda harus mengecek kadar gula darah Anda lebih sering
  • Jika Anda mengonsumsi pengencer darah, Anda harus rutin memeriksakan darah Anda
  • Jangan mengonsumsi obat lebih lama daripada seharusnya. Infeksi sekunder dapat terjadi
  • Konsumsi obat ini 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsiantasida, didanosine, sucralfate, quinapril, bismuth, sevelamer, multivitamin, atau produk lainnya yang mengandung magnesium, kalisum, alumunium, zat besi, atau zinc
  • Batasi konsumsi kafein (seperti teh, kopi, atau kola) dan cokelat. Konsumsi kafein dengan obat ini dapat menyebabkan gemetar atau denyut nadi yang lebih cepat dari biasanya.
  • Anda akan lebih mudah terbakar matahari. Hindari paparan sinar matahari, berjemur di bawah sinar matahari. Gunakan tabir surya dan pakaian serta kacamata yang melindungi diri dari paparan sinar matahari
  • Bila Anda mengonsumsi obat ini pada usia 60 tahun, gunakan obat secara hati-hati, sebab efek samping lebih sering terjadi pada lanjut usia
  • Gunakan secara hati-hati pada anak < 18 tahun
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan. Anda harus berdiskusi dengan dokter terkait risiko dan keuntungan penggunaan obat pada kehamilan Anda
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang menyusui. Anda harus mendiskusikan risiko obat terhadap bayi yang sedang disusu.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Moxifloxacin  telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Moxifloxacin . Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Mesoridazine
    • Amifampridine
    • Piperaquine
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Pimozide
    • Sparfloxacin
    • Dronedarone
    • Thioridazine
    • Cisapride
    • Ziprasidone
    • Saquinavir
    • Amisulpride.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Rasagiline
    • Warfarin
    • Droperidol
    • Hydroxychloroquine
    • Donepezil.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Rifampin
    • Antacids
    • Sucralfate
    • Lanthanum Carbonate
    • Aminolevulinic Acid
    • Iron
    • Didanosine
    • Zinc
    • LanthanumCarbonate 
    • AminolevulinicAcid.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet dan tetes mata, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter. Obat dalam sediaan cairan injeksi tidak disimpan di rumah dan hanya dapat diberikan oleh dokter di layanan kesehatan (Klinik atau rumah sakit).

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

RE/PJ/MA

Referensi