Mitos dan Fakta Tentang Sempit dan Longgarnya Vagina

Sempit dan longgarnya vagina

Sempit dan longgarnya vagina ; Ada beberapa mitos yang muncul mengenai sempit dan longgarnya vagina, yakni: perawan memiliki vagina yang sangat sempit, sering bercinta membuat vagina longgar, melahirkan anak membuat vagina semakin longgar selamanya, dan vagina yang sempit menambah kenikmatan bercinta.

 

Go Dok – Bagi setiap pasutri, kualitas hubungan suami istri tentu menjadi perhatian utama agar dapat menjaga keharmonisan rumah tangga. Nah, bagi pria-pria di manapun kalian berada, pasti hampir semuanya mendambakan pasangannya memiliki kondisi vagina yang masih sempit, dong. Alasannya tentu saja, agar selama berhubungan seks, dapat mencapai puncak kenikmatan dengan sensasi yang maksimal.

Walaupun memang, dalam prosesnya banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hubungan, jadi tidak melulu soal masih sempit atau sudah longgarnya vagina pasangan Anda. Namun tidak jarang, kondisi vagina yang melonggar menjadi salah satu alasan dalam menurunnya kualitas hubungan sepasang kekasih. Kehilangan kepercayaan diri dan kesulitan mencapai puncak kenikmatan merupakan beberapa contoh dari dampak negatif dari vagina yang melonggar. Akibatnya, lelaki yang kurang puas dengan vagina pasangannya mungkin akan merasa tidak puas juga terhadap hubungan yang dijalaninya.

Ada beberapa mitos yang muncul mengenai sempit dan longgarnya vagina, yakni (1) perawan memiliki vagina yang sangat sempit, (2) sering bercinta membuat vagina longgar, (3) melahirkan anak membuat vagina semakin longgar selamanya, dan (4) vagina yang sempit menambah kenikmatan bercinta.

Nah, benar atau tidak, sih tentang mitos dan fakta tentang sempit dan longgarnya vagina? Pasti Anda penasaran, kan?

Berikut penjelasan mitos dan fakta Tentang Sempit dan Longgarnya Vagina!

Vagina yang sempit

Bagi Anda yang cemas terhadap kondisi vagina pasangan Anda, ada kabar baik, nih. Faktanya, vagina memiliki kemampuan elastisitas yang cukup tinggi, yang memungkinkannya mencapai kembali ke bentuk semula, walaupun setelah direntangkan, tanpa mengurangi tingkat elastisitasnya. Sebagai perbandingan, coba Anda bisa tarik sudut kanan dan kiri mulut Anda ke arah telinga lalu lepaskan. Apa yang terjadi? Bentuk mulut Anda tetap seperti semula, kan? Nah, Anda bisa mengulanginya sampai 100 kali dan tetap tak akan ada yang tahu Anda telah menariknya.

Nah, hal yang sebenarnya terjadi adalah, ketika wanita sedang bergairah, justru otot-otot dalam vagina menjadi rileks. Hal inilah yang kerap disebut ‘longgar’, dan secara biologis sebenarnya bersifat alamiah. Evolusi membimbing makhluk hidup untuk tetap bereproduksi dan bertahan hidup. Demi kepentingan reproduksi, tubuh akan bereaksi saat penetrasi dilakukan. Vagina yang sempit, cenderung akan menjadi halangan saat melakukan hubungan seks. Maka dari itu, para wanita harus dibuat bergairah terlebih dahulu agar menenangkan otot-otot kelaminnya, sehingga penis lebih mudah masuk ke dalam.

Berkebalikan dengan anggapan yang beredar, vagina yang terasa sempit belum tentu berujung pada kenikmatan maksimal saat bercinta. Justru yang terjadi adalah sang wanita sedang tidak berminat untuk melakukan hubungan badan atau durasi foreplay yang terlalu singkat.

Vagina yang longgar

Berkebalikan dengan anggapan sebelumnya, vagina yang sempit dan terkesan menyulitkan hubungan badan merupakan tanda seorang wanita tidak sedang dalam kondisi siap bercinta. Nah, catatan bagi para pria, nih, jika saat berhubungan seks Anda merasa ‘macet’, mungkin sebaiknya Anda kembali lagi ke tahap foreplay atau memuji dan menggoda pasangan Anda hingga gairahnya untuk berhubungan seks dapat muncul.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vagina yang longgar juga tidak disebabkan oleh seringnya bercinta. Kontraksi otot vagina melemah saat bergairah dan kembali seperti semula setelah hubungan seks selesai.

Bagaimana para pria, kini sudah tahu, kan mitos dan fakta tentang sempit dan longgarnya vagina pasangan Anda? Kondisi yang sempit atau longgar tersebut ternyata berkaitan dengan kondisi pikiran si dia saat hendak berhubungan seks, kok. Jadi, mulai dari sekarang, yuk tingkatkan lagi kualitas hubungan Anda tanpa harus mempermasalahkan sempit atau longgarnya vagina. Bukankah, penting juga untuk meningkatkan rasa sayang dan perhatian satu sama lain, daripada hanya mempersoalkan kondisi vagina?

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.