Mitos dan Fakta Seputar Puasa yang Harus Anda Tahu

Mitos dan fakta seputar puasa

Mitos dan fakta seputar puasa ; Mitos yang beredar seputar puasa meliputi (Puasa dapat membuat otak berhenti berfungsi karena kekurangan glukosa yang dibutuhkan, Puasa dapat menurunkan berat badan secara drastis, Berpuasa buruk bagi kesehatan) Lalu, benarkah mitos yang beredar seputar puasa tersebut?

 

Go Dok Memasuki bulan Ramadhan, ibadah berpuasa menjadi sesuatu yang wajib dijalankan bagi seluruh umat Muslim setiap harinya. Praktik ibadah yang satu ini, kadangkala masih mengundang banyak mitos yang bukan-bukan, baik mengenai aturan mainnya maupun tentang manfaat kesehatannya. Banyak dari mitos tersebut yang benar, meskipun banyak dari mereka yang hanya bualan. Nah, apa sajakah mitos dan fakta seputar puasa yang harus Anda ketahui?

Berikut adalah daftar mitos dan fakta seputar puasa  selengkapnya :

Mitosnya : Puasa dapat membuat otak berhenti berfungsi karena kekurangan glukosa yang dibutuhkan.

Faktanya : Banyak orang percaya bahwa jika Anda tidak mengonsumsi karbohidrat selama beberapa jam secara konstan, maka otak Anda akan berhenti berfungsi. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa otak Anda hanya dapat mendapatkan bahan bakar dari glukosa (gula darah) untuk berfungsi. Sayangnya, hal ini bisa dikatakan SALAH. Pasalnya, tubuh Anda dapat dengan mudah memproduksi glukosa yang dibutuhkannya melalui proses yang dinamakan gluconeogenesis. Namun, proses ini juga mungkin tidak perlu dilakukan oleh tubuh Anda, karena secara alami, tubuh Anda sudah menyimpan glukosa di dalam hati yang dapat digunakan untuk mensuplai otak dengan energi dalam waktu yang cukup lama, hingga kemudian Anda mendapat asupan glukosa kembali ketika berbuka puasa.

Mitosnya : Puasa dapat menurunkan berat badan secara drastis

Faktanya : Ya, berpuasa memang dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan, jika dilakukan dengan benar. Namun, hal ini tidak terjadi secara cepat maupun drastis, apalagi hingga mencapai titik di mana Anda bisa terlihat kekurangan gizi. Justru, berpuasa dapat membantu Anda dalam mencapai berat badan yang ideal, lho! Meski begitu, Anda harus melakukannya secara benar, dengan tidak makan terlalu banyak saat sahur dan berbuka, tetap berolahraga ringan secara teratur, tetap mengonsumsi buah-buahan, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Mitosnya : Berpuasa buruk bagi kesehatan

Faktanya : Hal ini sama sekali salah. Berpuasa di bulan Ramadhan yang dilakukan oleh umat Muslim bukanlah jenis puasa ekstrem yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sejatinya, jumlah asupan makanan, kalori, protein, dan karbohidrat yang diasup oleh tubuh Anda akan sama saja dengan hari biasanya. Yang membedakan hanyalah aturan dan pembatasan waktu kapan Anda harus makan dan kapan Anda harus menahan nafsu untuk makan. Justru sebaliknya, berpuasa dapat memberi sejumlah manfaat baik bagi kesehatan, seperti memberi perlindungan terhadap beberapa jenis penyakit, mengurangi risiko penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes, serta memperpanjang usia. Hebat, bukan?

Mitosnya : Puasa dapat membuat Anda kehilangan massa otot

Faktanya : Hal ini pun salah. Ibadah puasa yang dilakukan umat Muslim selama Ramadhan diselingi oleh waktu makan di waktu sahur (subuh) dan waktu berbuka puasa (sore hari menjelang malam). Intinya, Anda tidak berpuasa selama 24 jam penuh, dan jika pun Anda berpuasa selama 24 jam hingga 48 jam penuh, massa otot Anda tidak akan berkurang. Saat berpuasa, yang dibakar adalah kadar lemak di dalam tubuh Anda. Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah kolesterol baik (LDL) di dalam tubuh Anda mengalami peningkatan setelah berpuasa. Dan bahkan, berpuasa dapat mengoptimalkan produksi hormon yang bertugas untuk menjaga kestabilan massa otot.

Nah, itu dia beberapa mitos dan fakta seputar puasa yang harus Anda ketahui sekaligus Anda pahami. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi