Minum Obat Dengan Buah Pisang, Berbahayakah?

makan obat dengan buah pisang

Apakah Anda tahu bahwa beberapa makanan dapat mencegah obat yang diresepkan bekerja, atau dalam skenario terburuk memiliki efek samping yang berbahaya? Lalu, bagaimana dengan buah pisang,  berbahayakah minum obat dengan buah pisang?

 

Go Dok Siapa sih yang tidak tahu buah pisang? Buah asli Asia Tenggara ini tumbuh subur juga di bagian bumi yang beriklim hangat. Ada banyak jenis pisang yang tersedia, dengan variasi warna, ukuran dan bentuk. Jenis yang paling umum adalah pisang kuning dan yang masih mentah berwarna hijau. Pisang memang buah yang sehat dan kaya manfaat bagi tubuh Anda. Pisang mengandung banyak nutrisi, termasuk kalium, vitamin B6, vitamin C dan serat.

Buah pisang sering kali dipilih untuk hantaran saat menjenguk orang sakit atau mungkin Anda sering mendapati orang-orang di sekitar Anda mengonsumsi obat dengan pisang. Namun, apakah Anda tahu bahwa beberapa makanan dapat mencegah obat yang diresepkan bekerja, atau dalam skenario terburuk memiliki efek samping yang berbahaya?

Berbahayakah minum obat dengan pisang?

Anda sudah lama mendengar bahwa pisang adalah sumber mineral potasium atau yang disebut juga kalium yang besar. Kalium membantu otot Anda berkontraksi dan detak jantung Anda. Natrium dan kalium bekerja sama untuk memindahkan cairan masuk dan keluar dari sel Anda, dan penelitian menunjukkan bahwa kalium adalah kunci untuk menyeimbangkan tekanan darah Anda. Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan pada April 2017 di American Journal of Physiology menyimpulkan bahwa meningkatkan jumlah kalium yang dimakan dalam konteks bergizi, sumber alami dapat menurunkan tekanan darah, dan karenanya berdampak pada penurunan risiko penyakit jantung dan ginjal. Kandungan kalium dalam pisang membantu memberikan sinyal-sinyal listrik ke sel-sel, otot-otot dan sel-sel lainnya.

Namun, pisang dapat memiliki dampak ketika Anda mengambil obat tekanan darah. Terlalu banyak kalium, yang juga dapat ditemukan pada jeruk dan sayuran hijau, dapat menyebabkan detak jantung dan palpitasi yang tidak teratur. Sebaiknya jangan memakan pisang jika Anda menggunakan ACE inhibitor (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors) seperti kaptopril, enalapril, dan fosinopril. ACE inhibitor menurunkan tekanan darah dan mengobati gagal jantung dengan membuka pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih efisien. Dan hindari pencampuran dengan beberapa diuretik, seperti triamterene (Dyrenium) yang digunakan untuk mengurangi retensi cairan dan mengobati tekanan darah tinggi.

Jadi, jika Anda tetap ingin minum obat dengan buah pisang, cobalah berkonsultasi dengan dokter apakah ada reaksi antara obat Anda dengan kalium. Menurut Dr. Ross Walker, makanan tertentu memiliki bahan kimia tertentu yang mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh.

Hanya karena mereka alami tidak berarti tidak memiliki pengaruh pada tubuh. Ada daftar seluruh bahan kimia dalam makanan yang berdampak pada metabolisme. Poin besarnya adalah bahwa pasien perlu berdiskusi terus terang dengan dokter mereka tentang semua yang mereka masukkan ke mulut mereka, apakah itu jamu, makanan, minuman atau suplemen karena mereka semua dapat berinteraksi dengan obat-obatan.

“Makan makanan tertentu saat mengonsumsi obat tertentu dapat mengubah keefektifan obat, sehingga Anda mungkin mendapatkan lebih banyak atau lebih sedikit dari yang ditentukan,” kata Barbara Mendez, R.Ph., M.S., seorang ahli farmasi dan konsultan nutrisi yang berbasis di New York. Makanan juga dapat memperbesar efek samping obat atau membuat yang benar-benar baru, tambahnya.

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

TA/PJ/MA

Referensi