Milia ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Milia

 

 

Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang muncul di hidung, dagu atau pipi. Penyakit ini  terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Milia biasanya ditemukan di wajah, bibir, kelopak mata, dan pipi. 

 

Mengenal Milia

Milia adalah benjolan kecil berwarna putih yang muncul di hidung, dagu atau pipi. Milia dapat terjadi pada orang-orang dari semua etnis dan usia, namun sering terjadi pada bayi baru lahir, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.

Milia primer biasanya terlihat pada bayi, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Milia sekunder berkembang setelah cedera pada kulit, seperti setelah luka bakar (misalnya, terbakar matahari), dermabrasi (lapisan kulit bagian atas yang dikelupas), dan lain-lain. Penyakit ini cenderung menghilang dalam 1 bulan setelah muncul di kulit bayi.

Penyebab

Milia terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Keratin adalah protein kuat yang biasanya ditemukan di jaringan kulit, rambut, dan sel kuku. Penyebab terjadinya milia pada bayi baru lahir berbeda dari pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Bayi yang baru lahir dapat mengalami kondisi ini karena perkembangan kelenjar minyak dan kurangnya perkembangan kulit normal. Kondisi ini akan sering hilang dalam waktu satu bulan. Namun dalam beberapa kasus, hal ini dapat berlangsung hingga anak berusia  3 bulan. Penyakit ini sering disalahartikan sebagai sebuah jerawat bayi, yang dipicu oleh hormon dari ibu. Tidak seperti jerawat bayi, milia tidak menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Bayi yang memiliki milia biasanya langsung terlihat setelah lahir, sementara jerawat bayi baru muncul pada usia dua sampai empat minggu setelah kelahiran.

Penyakit ini juga dapat berkembang jika kulit kehilangan kemampuan alami untuk mengelupas. Ini bisa terjadi akibat penuaan.

Faktor Risiko

Milia primer biasanya terjadi pada sekitar setengah dari semua bayi baru lahir. Kondisi ini bukan masalah medis dalam banyak kasus.

Milia primer yang menyerang anak-anak dan orang dewasa, biasanya terkait dengan beberapa jenis kerusakan pada kulit, seperti:

  • melepuh karena kondisi kulit, seperti epidermolisis bulosa (EB), pemfigoid sikatrisial, atau porfiria kutanea tarda (PCT)
  • luka bakar
  • kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari jangka panjang
  • penggunaan krim steroid jangka panjang
  • prosedur pengelupasan kulit, seperti dermabrasi.
Gejala

Milia adalah benjolan kecil berbentuk kubah yang biasanya berwarna putih atau kuning. Benjolan ini biasanya tidak gatal atau nyeri, namun benjolan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Gesekan akibat pakaian yang kasar dapat menyebabkan milia menjadi iritasi dan merah.

Penyakit ini biasanya ditemukan di wajah, bibir, kelopak mata, dan pipi. Namun, mereka dapat ditemukan di bagian lain dari tubuh juga, seperti badan atau alat kelamin.

Milia primer, pada bayi cukup bulan, muncul di wajah, terutama hidung. Penyakit ini juga dapat ditemukan pada mukosa mulut, kondisi ini disebut mutiara Epstein. Kondisi ini melibatkan munculnya kista putih-kuning yang tidak berbahaya pada gusi dan mulut bayi yang baru lahir. Milia juga sering keliru disebut sebagai “jerawat bayi.”

Milia primer pada anak-anak dan orang dewasa berkembang di wajah, terutama di sekitar mata. Penyakit ini umumnya terdistribusi, melintang membentuk garis di sepanjang  hidung, pada beberapa anak dan di sekitar areola.

Milia sekunder ditemukan di mana saja pada tubuh di area yang berhubungan dengan penyebabnya.

Diagnosis

Dalam banyak kasus, penyakit ini menghilang seiring berjalannya waktu. Namun dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan perawatan. Dalam kasus-kasus tertentu, biopsi kulit mungkin disarankan untuk membedakan antara milia dan kondisi kulit lain yang berbahaya.

Penanganan

Tidak ada perawatan yang diperlukan untuk milia bayi karena kondisi ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu.

Beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah pada bayi yang mengalami penyakit ini dalah:

  • Jagalah kebersihan wajah bayi. Cuci wajah bayi setiap hari dengan air hangat dan sabun bayi yang lembut.
  • Keringkan wajah bayi dengan lembut. Jangan menggosoknya dengan handuk, cukup tepuk kulit bayi hingga kering.
  • Jangan memencet atau menggosok benjolan.
  • Hindari menggunakan lotion atau minyak pada wajah bayi.

Pada anak-anak dan orang dewasa, penyakit ini akan hilang dalam beberapa bulan. Jika milia ini menyebabkan ketidaknyamanan, ada perawatan yang dapat efektif dalam menghilangkannya di antaranya:

  • Nitrogen cair membekukan penyakit ini. Ini adalah metode yang paling sering digunakan.
  • Deroofing. Jarum steril mengambil isi dari milia.
  • Retinoid topikal. Krim yang mengandung vitamin A ini membantu mengelupaskan kulit
  • Pengelupasan kimiawi. Pengelupasan kimia menyebabkan lapisan pertama kulit terkelupas, dan merangsang pertumbuhan kulit baru.
  • Ablasi laser. Laser kecil berfokus pada area yang terkena untuk menghilangkan milia.
  • Diatherm Kekuatan panas yang tinggi menghancurkan milia.
  • Milia ini dikikis melalui pembedahan dan pengeringan.
Komplikasi

Penyakit ini tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Namun, apabila perawatan pada milia tidak dilakukan dengan baik, dapat terjadi iritasi, dan infeksi pada kulit.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

AQ/PJ/MA

Referensi