Metronidazole ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Metronidazole

Metronidazole merupakan obat golongan antibiotik yang digunakan untuk melawan kuman atau bakteri penyebab infeksi. Obat ini biasanya digunakan untuk melawan bakteri yang menginfeksi organ kewanitaan (vagina), lambung, liver (hati), kulit, sendi, otak, dan saluran napas.

Nama Generik

Metronidazole

Merek Dagang

Bacnidazole; Biatron; Corsagyl; Diazole; Dimedazol; Dumozol; Farizol; Farnat; Fiondazol; Flacomb; Fladazol; Fladex; Fladex Forte; Fladystin; Flagsol; Flagyl; Flagyl Forte; Flagystatin; Flapozil Forte; Fortagyl; Grafazol; Ikagyl; Itranidasal; Metrofusin; Metrol; Metrolet; Metrozole; Mezol; Mintriko; Miragyl; Molazol; Neo Gynoxa; Nidazole; Novagyl; Novamet; Nulagyl; Omenizol; Progyl; Promuba; Provagin; Quatrosis; Ragyl Forte; Rindozol; Ronazol; Selesnizol; Sotroz; Supplin; Trichodazol; Trichodazol plus; Trichostatic; Trikacide; Trogyl; Tromezol; Vadazol; Vagistin; Vagizol; Velazol; Zumarosil

Pengertian

Metronidazole merupakan obat golongan antibiotik yang digunakan untuk melawan kuman atau bakteri penyebab infeksi. Obat ini biasanya digunakan untuk melawan bakteri yang menginfeksi organ kewanitaan (vagina), lambung, liver (hati), kulit, sendi, otak, dan saluran napas.

Obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan DNA bakteri yang akan menyebabkan degradasi hingga kematian bakteri.

Golongan

Antibiotik, nitroimidazole

Golongan Obat

K (Obat keras)

Sediaan

  • Tablet 250 mg
  • Tablet 500 mg
  • Cairan Infus 5 mg/mL
  • Suspensi 125 mg/mL
  • Suspensi 250 mg/mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian secara oral (tablet dan suspensi)

  • Disentri amebik, akut
    • Dosis dewasa: 750 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hingga 10 hari.
    • Dosis anak : 35 sampai 50 mg/kg/hari secara oral dalam 3 dosis terbagi selama 10 hari; dosis maksimal 750 mg/dosis.
  • Amebic liver abses
    • Dosis dewasa: 500 hingga 750 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hingga 10 hari
    • Dosis anak : 35 sampai 50 mg/kg/hari secara oral dalam 3 dosis terbagi selama 10 hari; dosis maksimal 750 mg/dosis.
  • Vaginosis bakterial
    • Dosis dewasa: 750 mg per oral sekali sehari selama 7 hari ATAU 500 mg per oral dua kali sehari selama 7 hari.
  • Diare Clostridium difficile, termasuk Kolitis Pseudomembran:
    • Dosis dewasa untuk penyakit ringan dimana vankomisin atau fidaxomicin tidak tersedia: 500 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari.
  • Giardiasis
    • Dosis dewasa: 250 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hari
    • Dosis anak: 15 mg/kg/hari secara oral dalam 3 dosis terbagi selama 7 hingga 10 hari; maksimal 250 mg/dosis.
  • Infeksi saluran gastrointestinal Helicobacter pylori
    • Dosis dewasa dengan rejimen triple Clarithromycin: 500 mg per oral 3 kali per hari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg secara oral dua kali sehari dan dosis standar atau dosis ganda inhibitor pompa proton secara oral dua kali sehari; rawat selama 14 hari
    • Dosis dewasa dengan rejimen quadruple bismut: 250 mg per oral 4 kali sehari ATAU 500 mg per oral 3 atau 4 kali per hari dalam kombinasi dengan bismuth subsalicylate 300 mg atau bismuth subcitrate 120 hingga 300 mg secara oral 4 kali sehari, tetracycline hydrochloride 500 mg per oral 4 kali sehari, dan inhibitor pompa proton dosis standar dua kali sehari; rawat selama 10 hingga 14 hari
    • Dosis dewasa dengan rejimen bersamaan (kontaminan), 500 mg secara oral dua kali sehari dalam kombinasi dengan klaritromisin 500 mg secara oral dua kali sehari, amoxicillin 1 g per oral dua kali sehari, dan dosis standar proton pump inhibitor dua kali sehari; lanjutkan rejimen selama 10 hingga 14 hari
    • Dosis dewasa dengan rejimen berurutan (sekuensial): amoksisilin 1 g per oral dua kali sehari ditambah inhibitor pompa proton dosis standar (PPI) secara oral dua kali sehari selama 5 sampai 7 hari; kemudian ikuti dengan klaritromisin 500 mg dua kali sehari, metronidazole 500 mg dua kali sehari, dan PPI dosis standar dua kali sehari selama 5 hingga 7 hari
    • Dosis dewasa dengan rejimen hibrida, amoxicillin 1 g per oral dua kali sehari ditambah inhibitor pompa proton dosis standar (PPI) secara oral dua kali sehari selama 7 hari; kemudian ikuti dengan amoxicillin 1 g dua kali sehari, klaritromisin 500 mg dua kali sehari, metronidazole 500 mg dua kali sehari, dan PPI dosis standar dua kali sehari selama 7 hari
    • Dosis dewasa dengan regimen sekuensial Levofloxacin: Amoxicillin 1 g secara oral dua kali sehari ditambah dosis standar atau dosis ganda inhibitor pompa proton (PPI) secara oral dua kali sehari selama 5 sampai 7 hari; kemudian ikuti dengan amoxicillin 1 g per oral dua kali sehari, metronidazole 500 mg per oral dua kali sehari, dosis standar atau dosis ganda PPI per oral dua kali sehari, dan levofloxacin 500 mg per oral sekali sehari selama 5 hingga 7 hari
    • Dosis anak (4 hingga 17 tahun): 7,5 mg/kg 3 kali sehari (maksimal, 400 mg/dosis) dalam kombinasi dengan omeprazole 10 hingga 20 mg sekali sehari dan klaritromisin 7,5 mg/kg dua kali sehari (maksimal, 250 mg/dosis); diberikan selama 7 hari.
  • Nongonococcal urethritis: Infeksi berulang atau persisten
    • Dosis dewasa: 2 g secara oral dalam dosis tunggal ditambah azitromisin 1 g secara oral dalam dosis tunggal jika tidak digunakan untuk episode awal.
  • Operasi pada saluran pencernaan, Kolorektal – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 1 g secara oral dalam 3 dosis terbagi selama 10 jam ditambah neomisin sulfat oral diberikan sore dan malam sebelum pembedahan dan setelah selesai persiapan usus mekanis.
  • Prosedur operatif pada sistem genital wanita termasuk kebidanan – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa untuk prosedur kuretase: 500 mg per oral dua kali sehari selama 5 hari.
  • Trichomoniasis
    • Dosis dewasa:  250 mg per oral 3 kali sehari selama 7 hari ATAU 2 g secara oral sebagai dosis tunggal atau dibagi menjadi dua dosis 1 g yang diminum pada hari yang sama
    • Dosis dewasa untuk wanita yang terinfeksi HIV: 500 mg secara oral dua kali sehari selama 7 hari
    • Dosis dewasa untuk wanita hamil: 2 g per oral sebagai dosis tunggal pada setiap tahap kehamilan.
  • Infeksi oleh Dracunculus medinensis
    • Dosis anak: 25 mg/kg secara oral setiap 24 jam; hingga 750 mg/24 jam, dalam 3 dosis terbagi selama 10 hari.

Dosis untuk pemberian secara intravena (cairan infus)

  • Abses, Anaerobik
    • Dosis dewasa untuk  dosis pemuatan (loading dose): 15 mg/kg IV selama 1 jam; dosis pemeliharaan, 7,5 mg/kg IV setiap 6 jam, mulai 6 jam setelah dosis pemuatan; durasi 7 hingga 10 hari atau lebih lama sebagai indikasi klinis; dosis maksimal 4 g/hari.
  • Appendektomi – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 500 mg IV 1 jam sebelum operasi; untuk prosedur panjang yang berlebihan, dosis ulang mungkin diperlukan; durasi total perawatan tidak boleh melebihi 24 jam.
  • Meningitis bakteri
    • Dosis dewasa: Dosis pemuatan (loading dose), 15 mg/kg IV selama 1 jam; dosis pemeliharaan, 7,5 mg/kg IV setiap 6 jam, mulai 6 jam setelah dosis pemuatan; dosis maksimal 4 g/hari.
  • Clostridium difficile diare, termasuk Pseudomembranous Colitis
    • Dosis dewasa untuk  penyakit fulminan: 500 mg IV setiap 8 jam ditambah vankomisin 500 mg per oral/tabung NGT 4 kali sehari; jika ileus total, pertimbangkan untuk menambahkan enema retensi vankomisin (500 mg dalam 100 mL NS) secara rektal setiap 6 jam.
  • Infeksi karena bakteri anaerob
    • Dosis dewasa: Dosis pemuatan, 15 mg/kg IV selama 1 jam; dosis pemeliharaan, 7,5 mg/kg IV setiap 6 jam, mulai 6 jam setelah dosis pemuatan, selama 7 hingga 10 hari atau lebih lama sebagai indikasi klinis; dosis maksimal 4 g/hari ATAU 7,5 mg/kg secara oral setiap 6 jam selama 7 hingga 10 hari, atau lebih lama sebagai indikasi klinis; dosis maksimum 4 g/hari.
  • Infeksi tulang; adjuvan
    • Dosis dewasa: dosis pemuatan, 15 mg/kg IV selama 1 jam; dosis pemeliharaan, 7,5 mg/kg IV setiap 6 jam, mulai 6 jam setelah dosis pemuatan, selama 7 hingga 10 hari atau lebih lama sebagai indikasi klinis; dosis maksimal 4 g/hari.
  • Gangguan infeksi sendi; Adjuvan
    • Dosis dewasa: dosis pemuatan, 15 mg/kg IV selama 1 jam; dosis pemeliharaan, 7,5 mg/kg IV setiap 6 jam, mulai 6 jam setelah dosis pemuatan, selama 7 hingga 10 hari atau lebih lama sebagai indikasi klinis; dosis maksimal 4 g/hari.
  • Operasi pada saluran pencernaan, Kolorektal – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 500 mg IV 1 jam sebelum operasi; untuk prosedur panjang yang berlebihan, dosis ulang mungkin diperlukan; durasi total perawatan tidak boleh melebihi 24 jam.
  • Operasi pada saluran pencernaan, Kolorektal – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 15 mg/kg IV selama 30 hingga 60 menit, selesai 1 jam sebelum operasi; ikuti dengan 7,5 mg / kg IV selama 30 hingga 60 menit pada 6 dan 12 jam setelah dosis awal; batasi pengobatan hingga hari operasi dan hentikan dalam waktu 12 jam setelah selesainya operasi.
  • Operasi pada leher – Prosedur operasi pada kepala – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 500 mg IV 1 jam sebelum operasi; untuk prosedur panjang yang berlebihan, dosis ulang mungkin diperlukan; durasi total perawatan tidak boleh melebihi 24 jam.
  • Prosedur operatif pada sistem genital wanita termasuk kebidanan – Infeksi pasca operasi; Profilaksis
    • Dosis dewasa: dosis tunggal 500 mg IV ditambah dosis tunggal gentamisin 1,5 mg/kg IV atau kuinolon (ciprofloxacin, levofloxacin, moxifloxacin) 400 mg IV.

Catatan

  • Keamanan dan efektivitas tablet dan kapsul oral belum dapat ditentukanpada pasien anak-anak, kecuali dalam pengobatan amebiasis
  • Keamanan dan efektivitas sedian cairan intravena belum dapat ditentukanpada pasien anak-anak.

Kontraindikasi

Metronidazole sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol (atau produk yang mengandung propilen glikol) diminum selama dan setidaknya 3 hari setelah penggunaan metronidazol
  • Penggunaan bersamaan (kontaminan) atau dalam 2 minggu terakhir disulfiram
  • hipersensitivitas terhadap metronidazole atau komponen lain dari produk atau agen nitroimidazole lainnya
  • Hipersensitivitas terhadap parabens
  • Kehamilan, trimester pertama, pada pasien yang dirawat karena trikomoniasis.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu.

Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping metronidazole yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas, pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Perubahan keseimbangan
  • Kesulitan berbicara
  • Kejang
  • Kemerahan atau bercak putih di mulut atau tenggorokan
  • Diare merupakan kondisi yang sering terjadi ketika mengonsumsi obat ini. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki gejala sakit perut atau kram, diare, atau tinja berdarah
  • Beberapa orang yang mengonsumsi obat ini untuk waktu yang lama memiliki masalah saraf yang berlangsung untuk waktu yang lama. Hubungi dokter segera jika Anda memiliki gejala perasaan terbakar, kebas, atau kesemutan yang tidak normal
  • Obat ini dapat meningkatkan kemungkinan masalah otak yang sangat buruk yang disebut meningitis aseptik. Hubungi dokter segera jika Anda mengalami gejala sakit kepala, demam, menggigil, sakit perut atau muntah, leher kaku, ruam, pandangan silau mengganggu mata, merasa mengantuk, atau perubahan dalam berpikir jernih dan dengan logika.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil).

Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas:

  • Perut begah atau muntah
  • Diare
  • Kotoran keras (konstipasi)
  • Sakit kepala
  • Tidak lapar
  • Rasa metalik saat mengecap.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi metronidazole.

Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat metronidazole.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan B. Golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping, kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama, sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya risiko.

Pemberian metronidazole ke ibu menyusui sebaiknya dihindari. Sebab efek obat pada bayi menyusui tidak diketahui sehingga perlu menjadi perhatian.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap metronidazole atau antibiotik golongan aminoglikosida lainnya
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Jika Anda hamil kurang dari 12 minggu
    • Jika Anda telah mengonsumsi disulfiram dalam 2 minggu terakhir.
  • Hindari bir, anggur, atau minuman campuran. Jangan minum alkohol setidaknya selama 72 jam setelah dosis terakhir. Minum alkohol atau produk yang mengandung alkohol, seperti sirup obat batuk, dapat menyebabkan kram, sakit perut, sakit kepala, dan kemerahan.
  • Jangan gunakan lebih lama dari yang disarankan oleh dokter.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini dengan hati-hati. Anda bisa mengalami lebih banyak efek samping.
  • Katakan kepada dokter jika Anda hamil atau berencana untuk hamil. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko menggunakan obat ini saat hamil.
  • Katakan kepada dokter jika Anda menyusui. Anda perlu membicarakan risiko apa pun pada bayi Anda bila mengonsumsi obat ini.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat.

Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Metronidazole telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan metronidazole. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Mesoridazine  
    • Disulfiram
    • Amprenavir
    • Amifampridine
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Pimozide
    • Sparfloxacin
    • Dronedarone
    • Thioridazine
    • Cisapride
    • Ziprasidone
    • Saquinavir
    • Amisulpride
    • Dronabinol.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Mebendazole
    • Mycophenolate Mofetil
    • Warfarin
    • Tacrolimus
    • Busulfan
    • Hydroxychloroquine
    • Donepezil
    • Lofexidine
    • Pazopanib
    • 5-Fluorouracil
    • Quetiapine
    • Clarithromycin
    • Bupropion
    • Panobinostat
    • Amiodarone
    • Pitolisant.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat sedang)
    • Lithium  
    • Cholestyramine
    • Carbamazepine
    • Dicumarol
    • Phenytoin
    • Phenprocoumon
    • Anisindione
    • Acenocoumarol
    • Phenindione
    • Cimetidine
    • Lixisenatide.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat ringan)
    • Phenobarbital.

Penyimpanan

Untuk sediaan tablet simpan pada suhu ruangan (20-30°C) . Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk sediaan cairan intravena hanya dapat diberikan di rumah sakit atau oleh dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/JJ/MA

Referensi