Methylprednisolone ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Methylprednisolone

Methylprednisolone adalah salah satu obat dalam golongan kortikosteroid. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi penyakit inflamatorik seperti radang sendi, lupus, psoriasi, kolitis ulseratif, alergi, gangguan kelenjar endokrin, dll.

Nama Generik

Methylprednisolone

Merek Dagang

Adixon; Carmeson; Comedrol; Cortesa; Depo; Medrol; Dipasolon; Ersolon; Flameson; Flason; Fumethyl; Gamesolone; Glomeson; Grason; Hexilon; Iflaz; Intidrol; Inxilon; Lameson; Lexcomet; Mecosolon; Medixon; Medrol; Meprilon; Meproson; Mequalon; Mesol; Metasolon; Metcor; Methylon; Metidrol; Metisol; Metrison; Nichomedson; Novestrol; Ometilson; Phadilon; Prednicort; Prednox; Pretilon; Prolon; Rhemafar; Sanexon; Simdrol; Solfion; Solu; Medrol; Somerol; Sonicor; Stenirol; Thimelon; Tisolon; Tison; Toras; Tropidrol; Urbason; Vadrol; Xilon; Yalone.

Pengertian

Methylprednisolone adalah salah satu obat dalam golongan kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan senyawa-senyawa yang menyebabkan peradangan/inflamasi. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi penyakit inflamatorik seperti radang sendi, lupus, psoriasi, kolitis ulseratif, alergi, gangguan kelenjar endokrin dan kondisi yang mempengaruhi kulit, mata, paru-paru, lambung, sistem saraf, atau sel darah.

Golongan

Glukokortikoid Adrenal, Agen Endokrin-Metabolik

Sediaan

  • Tablet 4 mg
  • Tablet 8 mg
  • Tablet 16 mg
  • Cairan Injeksi 40 mg/mL
  • Serbuk Injeksi 125 mg
  • Serbuk Injeksi 500 mg.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (Tablet)

  • Kondisi alergi
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Asma
    • Dosis dewasa: (eksaserbasi sedang dan berat; Pedoman asma NHLBI) 40 hingga 80 mg/hari dalam 1 atau 2 dosis terbagi sampai PEF mencapai 70% prediksi atau kemampuan individual terbaik; pasien rawat jalan, 1 hingga 2 mg/kg/hari (maksimal 60 mg/hari) 2 dosis terbagi untuk total 3-10 hari
    • Dosis dewasa: (terapi jangka panjang; pedoman asma NHLBI) 7,5 hingga 60 mg setiap hari di pagi hari atau setiap hari lain yang diperlukan untuk mengontrol asma
    • Dosis anak (eksaserbasi sedang dan berat, usia ≤12 tahun, pedoman asma NHLBI): 1 hingga 2 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis (maksimal 60 mg/hari) hingga PEF mencapai 70% prediksi atau kemampuan individual terbaik; pasien rawat jalan, 40 hingga 60 mg dalam 1 atau 2 dosis terbagi untuk total 3-10 hari
    • Dosis anak (terapi jangka panjang, usia ≤12 tahun, pedoman asma NHLBI): 0,25 hingga 2 mg/kg setiap hari pada pagi hari atau setiap hari lain yang diperlukan untuk mengontrol asma
    • Dosis anak (eksaserbasi sedang dan berat, usia >12 tahun, pedoman asma NHLBI): 40 hingga 80 mg/hari dibagi dalam 2 dosis hingga PEF mencapai 70% prediksi atau kemampuan individual terbaik; pasien rawat jalan, 40 hingga 60 mg dalam 1 atau 2 dosis terbagi untuk total 3-10 hari
    • Dosis anak (terapi jangka panjang, usia > 12 tahun, pedoman asma NHLBI): 7,5 hingga 60 mg setiap hari pada pagi hari atau setiap hari lain yang diperlukan untuk mengontrol asma.
  • Penyakit kolagen
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Penyakit Crohn
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan sistem endokrin
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan mata
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan struktur hematopoietik
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan sistem pernapasan
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan kulit
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Eksaserbasi multiple sclerosis (Akut):
    • Dosis dewasa: 160 mg per oral per hari selama 1 minggu, diikuti oleh 64 mg setiap hari selama 1 bulan.
  • Hiperkalsemia akibat keganasan
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Gangguan inflamasi sistem muskuloskeletal
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Leukemia, Terapi paliatif
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Limfoma maligna, Terapi paliatif
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Mycosis fungoides
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Penyakit neoplastik
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Sindrom nefrotik
    • Dosis dewasa: 0,4 mg / kg selama 27 hari setelah memulai terapi dengan 1 g IV sekali sehari selama 3 hari untuk nefropati membranosa idiopatik dengan sindrom nefrotik.
  • Trichinosis, Dengan keterlibatan neurologis atau miokard
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg per hari.
  • Tuberkulosis meninges, Dengan blok subarachnoid atau blok yang akan datang; Tambahan
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg ORAL per hari.
  • Kolitis ulseratif
    • Dosis dewasa: 4 hingga 48 mg ORAL per hari.

Catatan

  • Dosis khusus anak tidak disediakan oleh produsen obat; dosis akan dikurangi tetapi harus diatur dengan mempertimbangkan tingkat keparahan kondisi dan respon pasien daripada berdasarkan usia atau berat badan.

Kontraindikasi

Methylprednisolone sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Infeksi jamur sistemik
  • Hipersensitivitas terhadap seluruh komponen produk atau methylprednisolone.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Methylprednisolone yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda infeksi termasuk demam (> 38 °C), menggigil, nyeri tenggorokan berat, nyeri telinga atau sinus, batuk, dahak menjadi lebih banyak atau perubahan dahak, nyeri ketika berkemih, sariawan, luka yang sulit sembuh, gatal atau nyeri pada anus
  • Tanda gula darah tinggi seperti pusing, merasa mengantuk, lebih sering haus dan lapar, lebih sering berkemih, napas cepat, atau napas berbau buah
  • Tanda kadar kalium rendah seperti nyeri otot atau kelemahan, kram otot, atau denyut jantung terasa tidak normal
  • Tanda masalah pankreas (pankreatitis) seperti nyeri perut berat, nyeri punggung berat, atau perut begah dan muntah
  • Merasa sangat letih, denyut jantung cepat, pusing, berkeringat, atau pusing jika tidak mengonsumsi dosis yang seharusnya atau menghentikan konsumsi obat
  • Sesak napas, peningkatan berat badan, bengkak pada lengan atau tungkai bawah
  • Perubahan kulit
  • Iritasi kulit berat
  • Wajah bundar
  • Nyeri kepala berat
  • Merasah letih dan lemah
  • Nyeri sendi dan tulang
  • Perubahan periode menstruasi seperti perdarahan terlalu banyak, flek, atau perdarahan di antara periode menstruasi
  • Nyeri dada atau dada seperti tertekan
  • Perubahan tajam penglihatan
  • Perubahan mood
  • Depresi
  • Kejang
  • Terasa terbakar dan kesemutan yang tidak normal
  • Memar atau perdarahan
  • Kotoran tampak seperti ter atau muntah seperti kopi.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Perut begah atau muntah
  • Tidak dapat tidur
  • Merasa kurang bertenaga
  • Keringat berlebihan.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Methylprednisolone. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Methylprednisolone.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Konsumsi Methylprednisolone oleh ibu menyusui; risiko terhadap bayi belum dapat ditentukan

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Methylprednisolone
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Jika Anda mengalami masalah kesehatan berikut seperti infeksi jamur atau infeksi malaria pada otak
    • Jika Anda mengalami infeksi virus herpes pada mata
    • Jika Anda mengalami masalah mata
    • Jika Anda memiliki kadar trombosit rendah.
  • Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam beberapa minggu, tanyakan kepada dokter sebelum berhenti mengonsumsinya. Anda harus menghentikan konsumsi obat secara perlahan.
  • Jangan gunakan obat ini lebih lama dari pada yang disarankan oleh dokter
  • Obat ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak-anak dan remaja pada beberapa kasus
  • Periksakan tekanan bola mata bila Anda mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang
  • Anda mungkin memiliki peluang mengalami infeksi yang lebih mudah. Selalu cuci tangan dan menjauh dari orang yang sedang mengalami infeksi seperti pilek atau flu
  • Cacar air atau campak dapat menjadi sangat buruk bahkan mematikan pada orang yang mengonsumsi obat ini. Hindari untuk berinteraksi dengan dengan pasien yang menderita cacar air atau campak jika Anda mengonsumsi obat ini dan belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya.
  • Obat ini menurunkan kadar steroid alami pada tubuh. Bila Anda mengalami demam, infeksi, pembedahan maka sampaikan kepada dokter. Anda membutuhkan dosis steroid oral ekstra
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko katarak atau glaukoma
  • Obat ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh (osteoporosis) bila digunakan dalam jangka panjang
  • Jika Anda memiliki kadar gula darah yang cenderung tinggi maka ukur kadar gula darah rutin ketika mengkonsumsi obat ini
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih maka Anda akan lebih meungkin mengalami efek samping obat ini
  • Anda membutuhkan kalium tambahan dan mengurangi konsumsi garam
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Methylprednisolone telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Methylprednisolone. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Vaksin Rotavirus
    • Desmopressin. 
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Aldesleukin
    • Bupropion
    • Bemiparin
    • Telaprevir
    • Nadroparin
    • Nsaids
    • Macimorelin
    • Sargramostim.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Warfarin
    • Cyclosporine
    • Ketoconazole
    • Rifampin
    • Phenobarbital
    • Carbamazepine
    • Primidone
    • Troleandomycin
    • Aspirin
    • Atracurium
    • Alcuronium
    • Metocurine
    • Hexafluorenium
    • Gallamine
    • Clarithromycin
    • Quinupristin
    • Diltiazem
    • Mibefradil
    • Nefazodone
    • Erythromycin
    • Acenocoumarol.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Tuberculin.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi