Meningitis ; Gejala, Diagnosis dan Penanganan

meningitis

Meningitis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan selaput (meninges) di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya  dalam dunia medis, terdapat TRIAS meningitis, yaitu demam, nyeri kepala hebat, dan kaku kuduk. Berdasarkan penyebabnya, penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur.

 

Mengenal Meningitis

Meningitis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan selaput (meninges) di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Kasus meningitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur. Penyakit ini dapat mengancam jiwa karena itu  disarankan untuk segera mencari penanganan medis. Pengobatan dini dapat mencegah komplikasi serius.

Gejala

Dalam dunia medis, terdapat TRIAS meningitis, yaitu demam, nyeri kepala hebat, dan kaku kuduk. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi gejala tambahan lain seperti :

  • Mual atau muntah
  • Tampak kebingungan atau sulit berkonsentrasi
  • Kejang
  • Sensitif terhadap cahaya, dll.

Faktor risiko

Faktor risiko untuk meningitis meliputi :

  • Melewatkan vaksinasi.Risiko meningkat bagi siapa saja yang tidak/belum menyelesaikan jadwal vaksinasi masa kanak-kanak atau dewasa yang direkomendasikan.
  • Sebagian besar kasus meningitis virus terjadi pada anak-anak dengan usia kurang dari 5 tahun. Meningitis bakteri umumnya terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun.
  • Tinggal di lingkungan komunitas.Mahasiswa yang tinggal di asrama, personil di pangkalan militer, dan anak-anak sekolah serta fasilitas penitipan anak berisiko lebih besar menderita meningitis meningokokus. Ini mungkin terjadi karena bakteri menyebar melalui pernapasan dan menyebar dengan cepat.
  • Kehamilan meningkatkan risiko listeriosis -infeksi disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan penyakit ini. Listeriosis meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir mati, dan persalinan prematur.
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu. AIDS, alkoholisme, diabetes, penggunaan obat-obatan imunosupresan, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, juga membuat lebih rentan terhadap meningitis.

Klasifikasi

Berdasarkan penyebabnya, meningitis dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Berikut penjelasan lengkapnya :

Meningitis bakterial

Umumnya bakteri masuk ke dalam otak melalui aliran darah tetapi tidak menutup kemungkinan bakteri langsung menyerang daerah meninges. Beberapa hal yang memungkinkan terjadinya penyakit ini adalah adanya infeksi telinga atau sinus, patah tulang tengkorak, atau penyakit katup jantung.

Bila dikelompokkan berdasarkan usia dan faktor risikonya, berikut daftar bakteri penyebab meningitis bakterial :

  • Neonatus (usia <3bulan) : Escherchia coli, Streptococcus grup B, Listeria monocytogenes.
  • Bayi dan anak (usia >3bulan): Streptococcus pneumonia, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenza.
  • Dewasa (<50 tahun) imunokompeten: Streptococcus pneumonia, Neisseria meningitides.
  • Dewasa (>50 tahun) : Streptococcus pneumonia, Neisseria meningitides, Listeria monocytogenes.
  • Imunodefisiensi : Listeria monocytogenes, bakteri gram negatif, Streptococcus grup B, Streptococcus pneumonia, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus.
  • Kehamilan : Listeria monocytogenes.
Meningitis virus

Biasanya meningitis virus bersifat ringan dan sering hilang dengan sendirinya. Sebagian besar kasus umumnya disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal sebagai enterovirus. Selain itu, virus herpes simplex, HIV, dan lainnya juga dapat menyebabkan meningitis viral.

Meningitis jamur

Meskipun dapat dikatakan meningitis jamur relatif jarang terjadi dan jarang menyebabkan meningitis kronis, akan tetapi jenis ini biasanya memiliki gejala yang mirip dengan meningitis lainnya. Hanya yang membedakan adalah meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang. Meningitis kriptokokus adalah bentuk infeksi jamur yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang dengan defisiensi imun, seperti AIDS. Hal ini dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan cepat dan tepat.

Meningitis kronis

Beberapa jenis organisme yang berkembang lambat -seperti jamur dan Mycobacterium tuberculosis, apabila menyerang selaput dan cairan di sekitar otak dapat menyebabkan meningitis kronis.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis penyakit ini  berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik tertentu. Selama pemeriksaan, dokter dapat memeriksa tanda-tanda infeksi di sekitar kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti :

  • Kultur darah. Sampel darah ditempatkan di media khusus untuk melihat apakah terdapat mikroorganisme yang berkembang, terutama bakteri. Sampel juga dapat ditempatkan pada slide dan diberi warna khusus (pewarnaan Gram), kemudian diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop.
  • Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT) atau magnetic resonance (MR) kepala dapat menunjukkan pembengkakan atau peradangan. X-ray atau CT scan dada atau sinus juga dapat menunjukkan infeksi di area lain yang mungkin berhubungan dengan penyakit ini.
  • Pungsi lumbal.Untuk diagnosis definitif meningitis, pungsi lumbal berguna untuk mengumpulkan cairan serebrospinal (CSF). Pada orang dengan meningitis, CSF sering menunjukkan kadar gula rendah (glukosa) bersama dengan peningkatan jumlah sel darah putih dan peningkatan protein. Analisis CSF juga dapat membantu dokter mengidentifikasi bakteri yang menjadi penyebabnya. Jika dokter mencurigai adanya viral meningitis, tes berbasis DNA -yang dikenal sebagai amplifikasi polymerase chain reaction (PCR) atau tes untuk memeriksa antibodi terhadap virus tertentu untuk menentukan penyebab spesifik akan dilakukan demi menentukan perawatan yang tepat.

Penanganan

Penanganan meningitis tergantung pada jenis meningitis yang diderita. Berikut penjelasannya :

Meningitis bakterial

Meningitis bakterial akut harus segera diobati dengan antibiotik intravena dan, (menurut penelitan yang lebih baru) kortikosteroid. Ini membantu memastikan pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi, seperti pembengkakan otak dan kejang. Antibiotik tunggal atau kombinasi antibiotik tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Dokter dapat merekomendasikan antibiotik spektrum luas sampai penyebab pasti dari meningitis dapat ditentukan.

Meningitis viral

Berbeda dengan meningitis viral, antibiotik tidak dapat menyembuhkan meningitis virus, dan umumnya kebanyakan kasus jenis ini dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Pengobatan kasus ringan meningitis virus biasanya meliputi :

  • Istirahat total.
  • Mengatur asupan banyaknya cairan.
  • Obat pereda demam dan nyeri; untuk membantu mengurangi demam dan meredakan nyeri tubuh.

Dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan di otak dan obat antikonvulsan untuk mengendalikan kejang.

Komplikasi

Semakin lama penyakit ini tidak ditangani, semakin besar risiko kejang dan kerusakan neurologis permanen, termasuk :

  • Kehilangan pendengaran
  • Gagal ginjal
  • Kematian.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, pasien dengan meningitis (yang parah sekalipun) dapat mengalami pemulihan yang baik.

Pencegahan

Langkah-langkah ini dapat membantu mencegah meningitis, yaitu :

  • Cuci tangan dengan benar. Mencuci tangan dengan benar membantu mencegah bakteri/kuman menyebar. Jangan malas untuk mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, menghabiskan waktu di tempat umum yang ramai atau membelai binatang. Pelajarilah cara mencuci dan membasuh tangan yang benar sesuai anjuran WHO.
  • Jangan sembarangan berbagi minuman, makanan, sedotan, peralatan makan, lip balm atau sikat gigi dengan orang lain.
  • Terapkan gaya hidup sehat. Jagalah sistem kekebalan tubuh dengan cukup istirahat, berolahraga teratur, dan makan makanan sehat dengan banyak buah-buahan segar, sayuran, dan gandum utuh.
  • Jika sedang hamil, jagalah makanan. Kurangi risiko listeriosis dengan cara memasak daging -termasuk hot dog hingga matang. Hindari konsumsi keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Pilih keju yang diberi label dengan jelas dengan susu pasteurisasi.
  • Imunisasi

Beberapa bentuk meningitis bakteri dapat dicegah dengan vaksinasi berikut :

  • Vaksin Haemophilus influenzae tipe b(Hib).  Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak dan beberapa orang dewasa, termasuk mereka yang memiliki penyakit anemia sel sabit, AIDS, dll.
  • Vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13). Vaksin ini merupakan bagian dari jadwal imunisasi rutin untuk anak-anak yang lebih muda dari 2 tahun di Amerika Serikat. Dosis tambahan direkomendasikan untuk anak-anak antara usia 2 dan 5 yang berisiko tinggi terkena penyakit pneumokokus -termasuk anak-anak yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis atau kanker.
  • Vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23). Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang membutuhkan perlindungan dari bakteri pneumokokus dapat menerima vaksin ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan vaksin PPSV untuk semua orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun, untuk dewasa muda dan anak-anak usia 2 tahun ke atas yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes atau anemia sel sabit, dan bagi mereka yang tidak memiliki limpa.
  • Vaksin konjugasi meningokokus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan bahwa satu dosis diberikan kepada anak-anak usia 11 hingga 12 tahun, dengan suntikan booster (penguat)yang diberikan pada usia 16 tahun. Jika vaksin pertama kali diberikan antara usia 13 dan 15, suntikan penguat dianjurkan antara usia 16 tahun. dan 18. Jika suntikan pertama diberikan pada usia 16 tahun atau lebih, tidak diperlukan booster.

Nah, itu tadi informasi lengkap seputar penyakit meningitis. Jaga kesehatan selalu, ya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

PJ/MA

Referensi