Mengenal Zoophobia atau Fobia terhadap Hewan

Fobia terhadap hewan

Fobia terhadap hewan atau Zoophobia adalah memiliki kecenderungan genetik untuk takut dengan jenis hewan tertentu.  Pengidap cenderung takut dengan binatang berlendir seperti kadal (Scoliodentosaurophobia), katak (Ranidaphobia), ular (Ophidiophobia), laba-laba (Arachnophobia), dan sebagainya.

 

Go Dok Keberanian seseorang dapat dilihat dari cara mereka menghadapi ketakutannya. Namun, jika ketakutan sudah menjadi fobia, itu sudah berbeda kondisi. Fobia merupakan gangguan kecemasan. Manusia memiliki potensi untuk mengembangkan rasa takut terhadap sesuatu. Salah satu fobia yang biasa dialami adalah Zoophobia, apakah itu?

Berikut penjelasan lengkap seputar Zoophobia atau fobia terhadap hewan!

Fobia terhadap hewan atau yang dinamakan dengan  Zoophobia adalah salah satu fobia spesifik yang paling umum. Berdasarkan hasil penelitian, fobia ini telah menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan genetik untuk takut dengan jenis hewan tertentu.

Seringkali hewan yang ditakuti oleh Zoophobia adalah ular, laba-laba, serangga, atau hewan yang merangsang rasa jijik dan takut. Sampai batas tertentu, ketakutan ini diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies manusia. Tingkat atau sejauh mana manusia takut dengan binatang tertentu secara langsung memiliki keterkaitan dengan  karakteristik hewan. Sifat yang membangkitkan rasa takut tersebut juga dirasakan oleh hewan kepada manusia.

Biasanya, orang-orang yang mengidap Zoophobia cenderung takut dengan binatang berlendir seperti kadal (Scoliodentosaurophobia), katak (Ranidaphobia), ular (Ophidiophobia), laba-laba (Arachnophobia), kecoa (Kastaridaphobia), belatung (Scoleciphobia), tikus (Musophobia), cacing (Vermiphobia), ngengat (Mottephobia), dan sebagainya.

Fobia terhadap hewan atau Zoophobia merupakan kondisi yang umum dan ada di seluruh dunia. Biasanya, orang yang mengidap fobia terhadap hewan pernah memiliki pengalaman negatif di masa kecil yang melibatkan hewan tertentu. Dalam beberapa kasus, rasa takut akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Namun, dalam kasus ekstrim lainnya, fobia bertahan seumur hidup.

Fobia ini dapat muncul pada semua jenjang usia, tetapi lebih banyak terjadi pada wanita dan anak. Adanya riwayat gangguan anxietas atau gangguan mental lainya menaikkan risiko untuk terkena fobia ini.

Para pengidap Zoophobia biasanya merasakan kecemasan atau stres yang intens, dan berkembang dalam pikiran. Biasanya, rasa kecemasan atau emosi ini akan masuk jauh ke dalam otak dan diingat kembali oleh setiap individu yang berada di dalam situasi yang menegangkan. Nah, penting untuk diingat nih, tidak semua fobia terhadap hewan dapat diberi label sebagai Zoophobia, loh! Biasanya, para pengidap fobia ini akan merasakan ketakutan yang terus menerus, dan tidak beralasan atau tidak rasional terhadap hewan. Walaupun, misalnya hewan tersebut tidak berbahaya sama sekali.

Gejala-gejala bagi pengidap Zoophobia mungkin bisa muncul ketika individu sedang tidak dihadapkan pada objek dari ketakutannya. Bahkan, ketika hanya memikirkannya saja, pengidap fobia ini bisa langsung memperlihatkan gejalanya! Gejala fisik dan emosional yang umum dari fobia terhadap hewan  ini meliputi:

  • Merasa seperti tercekik, sekarat
  • Merasa pusing, pingsan
  • Berkeringat, gemetar
  • Mengalami denyut jantung yang tinggi
  • Pernapasan cepat dan dangkal
  • Berdiam diri di tempatnya
  • Mencoba melarikan diri.

Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai fobia terhadap hewan atau Zoophobia, serta penyebab dan gejala bagi para pengidapnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

GA/PJ/MA

Referensi