Mengenal Ragam Jenis Tes Pemeriksaan Jantung

Tes pemeriksaan jantung

Tes pemeriksaan jantung dilakukan saat dokter mencurigai adanya masalah kesehatan pada jantung Anda. Terutama jika Anda menunjukkan gejala-gejala tertentu, seperti nyeri dada, sering lelah, sesak napas, ritme detak jantung tidak teratur, jantung berdetak cepat, berdebar, atau sering pingsan.

Go Dok Memeriksakan jantung? Untuk apa itu dilakukan? Sebagian besar dari Anda tentu bertanya-tanya tentang hal ini. Belum lagi, tes pemeriksaan jantung terkenal cukup mahal. Namun, jika Anda mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan jantung, dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk menjalani tes pemeriksaan jantung. Nah, apa sajakah jenis tes tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang tes pemeriksaan jantung

Tes pemeriksaan jantung dilakukan saat dokter mencurigai adanya masalah kesehatan pada jantung Anda. Terutama jika Anda menunjukkan gejala-gejala tertentu, seperti nyeri dada, sering lelah, sesak napas, ritme detak jantung tidak teratur, jantung berdetak cepat, berdebar, atau sering pingsan.

Pemeriksaan ini akan memberi dokter Anda lebih banyak informasi mengenai kondisi jantung, membantu diagnosa penyakit, dan membantu menentukan jenis pengobatan apa yang paling baik untuk mengatasinya

Jenis-jenis tes pemeriksaan jantung

1. Angiography

Tes Angiografi koroner akan melibatkan suatu tabung kecil yang dimasukkan ke dalam bagian arteri jantung, dan digulirkan melalui arteri koroner ke dekat jantung Anda. Suatu pewarna khusus akan disuntikkan melalui kateter (selang) ke dalam aliran darah Anda.

Pewarna khusus ini akan bertindak sebagai sinyal, yang menyoroti aliran darah dan jantung, sehingga X-ray dapat mengambil gambar jantung Anda dan arteri koroner Anda secara lebih jelas.

2. Electrocardiogram (ECG)

ECG merupakan suatu teknologi yang dapat merekam sinyal elektrik dan dapat membantu dokter dalam mendeteksi adanya hal atau kondisi yang tidak norml pada detak jantung dan struktur jantung Anda. Anda bisa menjalani tes ECG baik saat Anda dalam keadaan rileks (santai, beristirahat), maupun saat tengah berolahraga (stress electrocardiogram).

3. Holter monitoring

Holter monitor merupakan suatu alat portabel yang harus Anda kenakan selama tes, guna merekam ECG secara berkelanjutan (berulang). Biasanya, dokter akan meminta Anda menggunakan alat ini selama 24 hingga 72 jam. Holter monitoring digunakan untuk mendeteksi adanya sesuatu yang tidak normal pada detak jantung Anda, yang mungkin gagal ditemukan saat pemeriksaan ECG rutin.

4. Cardiac catheterization

Pada tes pemeriksaan jantung yang satu ini, suatu sarung tabung pendek akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah Anda atau ke dalam arteri pada kaki atau tangan Anda. Suatu tabung lain, yang berongga, lebih panjang, dan fleksibel kemudian akan dimasukkan ke dalam sarung tabung tadi.

Kemudian, dibantu oleh gambar pada monitor X-ray , dokter akan menggulirkan kateter melalui arteri hingga tabung mencapai jantung Anda. Melalui cara ini, tekanan pada bilik-bilik jantung Anda dapat diukur, dan pewarna dapat disuntikkan guna memberi gambaran yang lebih jelas pada X-ray.

Hal ini akan membantu dokter dalam mengamati aliran darah yang melewati jantung, pembuluh-pembuluh darah, serta vulva jantung guna mengecek adanya ketidaknormalan pada area-area tersebut.

5. Electrophysiological studies (EPS)

Tes EPS dilakukan untuk mengukur aktivitas elektik di dalam jantung Anda. Jika Anda mengalami kondisi detak jantung yang tidak normal, maka Anda memerlukan tes yang satu ini. Sama dengan tes angiograpfi, suatu jenis tabung akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah atau arteri Anda, umumnya melalui selangkangan.

Tabung ini kemudian akan digerakkan menuju jantung, di mana fungsinya akan dimulai untuk menstimulasi jantung serta merekam aktivitas elektrik pada jantung Anda.

6. Cardiac computerized tomography (CT) scan

CT scan merupakan jenis tes pemeriksaan jantung yang paling umum digunakan dokter. Dalam menjalani CT scan untuk tes jantung, Anda harus berbaring di atas suatu meja yang terletak di dalam mesin berbentuk seperti donat.

Suatu tabung X-ray akan dimasukkan ke dalam mesin, dan berputar di sekitar tubuh Anda, guna mengumpulkan gambar dada dan jantung Anda. Hal ini akan memberi gambaran akan kondisi jantung untuk dokter.

7. Cardiac magnetic resonance imaging (MRI)

Untuk menjalani tes canggih bernama MRI, Anda lagi-lagi perlu berbaring di atas sebuah meja yang terletak di dalam mesin MRI yang berbentuk seperti tabung panjang. Mesin ini kemudian akan memancarkan resonansi magnetik, yang dapat menghasilkan gambaran organ di dalam tubuh.

Gambaran jantung inilah yang kemudian akan membantu dokter dalam mendiagnosa masalah jantung Anda.

Selain ketujuh tes pemeriksaan jantung yang cukup spesifik dalam merekam kondisi jantung di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes sederhana guna memperoleh gambaran atas kondisi jantung. Contohnya adalah tes darah, di mana darah Anda akan diambil sedikit untuk diagnosa, serta tes pengukuran tekanan darah yang umum dilakukan secara rutin dalam tes kesehatan.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang ragam tes pemeriksaan jantung yang penting untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.