Mengenal Prosedur Tes Pemeriksaan Mata

tes pemeriksaan mata

Tes pemeriksaan mata seperti visus mata merupakan prosedur untuk mengecek kondisi dan kemampuan mata Anda untuk melihat objek menggunakan alat dan metode tertentu. Semakin baik kondisi mata, semakin hebat kemampuan Anda dalam melihat dan menangkap visual dari jarak jauh.

 

Go Dok Sebagai salah satu panca indera yang diberikan oleh Tuhan, kedua bola mata menjadi salah satu organ vital manusia agar bisa menjalankan kehidupan secara normal. Ketika Anda mulai sulit untuk melihat objek atau visual dari jarak tertentu, menjadi indikasi kalau ada masalah pada organ yang satu dan memerlukan tes pemeriksaan mata sesegera mungkin.

Selain rajin mengonsumsi asupan yang kaya vitamin A, melakukan tes pemeriksaan mata ke klinik mata atau toko optik merupakan hal yang wajar dilakukan secara rutin.

Nah, bagi Anda yang mulai merasakan gejala mata rabun, seperti objek terlihat berbayang dan sulit melihat objek yang terlalu dekat atau jauh, tidak ada salahnya untuk melakukan tes pemeriksaan mata, seperti memeriksa ketajaman mata, atau bahkan tes buta warna.

Berikut ini, beberapa jenis tes pemeriksaan mata yang bisa Anda dapatkan!

1. Tes acuity visual

Prosedur tes ini akan dilakukan menggunakan salah satu mata. Biasanya, dokter akan menyuruh Anda untuk menutup satu mata, dan menyuruh mata lainnya untuk membaca beberapa tulisan atau huruf di dalam Snellen chart pada jarak tertentu.

Di dalam tes ketajaman mata atau visus mata ini, mata Anda akan dikatakan normal jika mampu melihat angka atau huruf pada level 20/20. Angka ini merujuk pada kemampuan mata normal bisa melihat objek dengan ukuran yang cukup kecil pada jarak 20 kaki atau 6 meter.

2. Retinoskopi

Retinoskopi merupakan kegiatan untuk mengetahui lensa optimal yang dibutuhkan. Dalam proses ini, dokter akan menggunakan sebuah mesin yang disebut dengan phoropter.  Phoropter berbentuk seperti kaca mata dengan berbagai jenis lensa. Dengan melakukan tes pemeriksaan mata dengan alat ini, dapat memudahkan dokter untuk mengetahui lensa dengan spesifikasi terbaik dan sesuai kebutuhan.

3. Refraction test

Nah, pada tes ini, Anda akan diperintahkann untuk melihat serangkaian pasangan lensa. Dokter akan berulang kali menanyakan pilihan lensa mana yang memungkinkan Anda melihat lebih jelas. Berdasarkan jawaban sang pasien, dokter dapat menentukan diagnosis apakah mata pasien tersebut memiliki kelainan rabun jauh, rabun dekat, atau dipengaruhi oleh astigmatisme.

4. Uji keratometri

Tes ini merupakan kegiatan mengukur bentuk dan kurva bagian luar mata yang dikenal sebagai kornea. Bentuk kornea mempengaruhi bagaimana Anda merasakan dan memantulkan cahaya dan menangkap objek. Beberapa orang memiliki kornea dengan kurva curam atau memanjang, yang menghasilkan kondisi yang dikenal sebagai astigmatisme.

Dokter akan menggunakan tes keratometri untuk mendeteksi astigmatisme. Selama tes ini, Anda akan diperintahkan untuk menatap ke mesin khusus. Nantinya, dokter akan mengatur mesin agar sejajar dengan mata.

5. Peripheral visual field test

Tes ini akan dibagi menjadi beberapa tahap lapangan visual, yaitu:

  • Perimetri otomatis

Pasien akan diminta untuk melihat ke mesin khusus dan fokus pada spot tengah. Kemudian, pasian akan diminta untuk menekan tombol kapan saja dan melihat lampu kilat di dalam tampilan peripheral tersebut.

  • Ujian layar tangent

Ketika pasien sedang fokus pada target di tengah layar, dokter mata menggerakkan objek masuk dan keluar dari visi peripheral. Setelah itu, pasien akan menunjukkan ketika pertama kali mereka dapat melihat objek tersebut atau hilang dari pandangan.

  • Ujian lapangan visual konfrontasi

Dokter mata akan duduk di hadapan pasien dan menggerakkan tangannya ke dalam dan keluar dari ujung pandangan mata. Kemudian, dokter akan menanyakan pasien seputar apa yang dilihatnya melalui mesin tersebut.

6. Pengukuran Tekanan Intraokular

Tes tekanan intraokular mengukur gaya atau tekanan yang diciptakan oleh cairan mata Anda. Tingkat abnormal tekanan mata bisa menjadi tanda peringatan adanya glaukoma atau kelainan akibat adanya tekanan pada mata dan berpotensi menyebabkan kebutaan.

Mesin yang menguji glaukoma ini biasanya mengirimkan embusan udara dengan cepat di ketika pasien sedang membuka mata. Dari sini, mesin kemudian akan mengukur tekanan mata Anda berdasarkan reaksi pasien dan ketahanan mata.

Nah, Anda bisa menyesuaikan tes pemeriksaan mata yang dibutuhkan dengan kondisi yang sedang dirasakan oleh mata Anda. Selalu ingat untuk menjaga kesehatan mata dengan rutin mengonsumsi asupan tinggi vitamin A. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GT/PJ/TP

Referensi