Mengenal Orientasi Heteroseksual dalam Interaksi Sosial

mengenal orientasi heteroseksual

Mengenal orientasi heteroseksual tentunya penting untuk diketahui setiap individu untuk menghindari adanya perilaku seksual yang menyimpang. Tentunya, peran serta orangtua dalam memahami cara mendidik anak sangat penting agar buah hati dapat tumbuh sebagaimana mestinya.

 

Go Dok – Tentu sudah banyak dari Anda yang mengenali ragam orientasi seksual, mulai dari heteroseksual, homoseksual, hingga biseksual. Nah, salah satu jenis orientasi seksual yang paling umum dimiliki adalah heteroseksual. Namun, seberapa besar Anda mengenal orientasi seksual, mulai dari definisi hingga perbedaan metabolisme tubuh dalam membentuk perilaku tersebut?

Seorang heteroseksual hanya akan tertarik pada lawan jenisnya, dan tidak atau jarang sekali tertarik dengan sesama jenis. Artinya, seorang pria akan tertarik secara seksual pada wanita dan begitu pula sebaliknya, seorang wanita akan tertarik pada sang pria.

Nah, apakah Anda sudah mengidentifikasi diri sendiri sebagai seorang yang heteroseksual? Jika Anda masih ragu, mari simak penjelasan lengkap tentang orientasi heteroseksual dalam interaksi dan perilaku sosial berikut ini!

Berikut penjelasan bagi Anda yang ingin mengenal orientasi heteroseksual lebih dalam!

Apa definisi lengkap dari heteroseksual?

Mengenal orientasi heteroseksual berarti juga mengenal definisi lengkapnya. Seorang heteroseksual, secara emosional, fisik, dan secara seksual hanya akan tertarik pada lawan jenisnya. Anda yang memiliki orientasi adalah Anda yang mematuhi hukum alam, di mana laki-laki berhubungan seksual hanya dengan perempuan, dan begitu pula sebaliknya.

Keduanya akan saling membuahi, dan memiliki keturunan dengan cara normal, di mana sesama pasangan akan saling membuahi, dengan persatuan antara sel-sel sperma dengan sel telur. 

Bagaimana cara mengenal orientasi heteroseksual?

Sejatinya, mengenali bahwa diri Anda seorang heteroseksual adalah perkara mudah, terlebih jika Anda hidup di lingkungan yang memang semua individunya adalah heteroseksual. Hal ini berarti di dalam keluarga, Anda akan dididik dan diberikan stigma untuk menyukai lawan jenis.

Jika dalam pembelajaran tersebut Anda tidak merasakan penolakan, dan memang nyatanya tertarik dengan kecantikan perempuan (bagi laki-laki) atau ketampanan laki-laki (bagi perempuan), berarti hampir pasti Anda adalah seorang heteroseksual.

Lebih lanjut, seorang heteroseksual tidak akan merasa bahwa sesama jenisnya membangkitkan gairah secara seksual, terlepas dari stigma yang diberikan oleh lingkungan sekitar.

Seorang heteroseksual akan selalu berfantasi tentang lawan jenisnya, dan tidak memiliki keinginan untuk berpindah gender, kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Bagi laki-laki, gairah Anda akan bangkit saat melihat gambar atau video seorang perempuan berbikini, atau saat menonton video porno dengan tokoh perempuan.

Sebaliknya, perempuan akan bangkit gairahnya saat melihat gambar seksi seorang laki-laki. Anda juga kemungkinan besar akan merasa sangat jijik saat melihat gambar atau video sesama jenis yang bersifat sangat seksual.

Lalu, adakah perbedaan antara otak heteroseksual dengan homoseksual?

Sejatinya, fungsi kerja otak pada kedua jenis orientasi seksual tersebut tidaklah jauh berbeda, tergantung dengan jenis gendernya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa terdapat pula hubungan antara bagian amigdala kedua jenis orientasi seksual ini.

Seorang laki-laki homoseksual (gay) dan seorang wanita heteroseksual lebih memiliki koneksi pada bagian amygdala kiri. Sementara itu, seorang laki-laki heteroseksual dan seorang wanita homoseksual (lesbian) justru lebih memiliki koneksi pada amigdala bagian kanan.

Intinya, otak seoorang laki-laki homoseksual mirip dengan wanita heteroseksual. Dan sebaliknya, otak seorang laki-laki heteroseksual akan lebih mirip dengan wanita homoseksual. Tentunya Anda baru tahu, bukan?

Nah, itu dia penjelasan bagi Anda yang ingin mengenal orientasi heteroseksual lebih dalam, mulai dari perbedaannya dengan orientasi homoseksual hingga bagaimana fungsi tubuh membentuk perilaku tersebut. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/TP

Referensi