Mengenal Gejala dan Penyebab Saraf Kejepit

Penyebab saraf kejepit

Penyebab saraf kejepit ; Gejala awal yang ditimbulkan serangan saraf kejepit mirip dengan nyeri punggung biasa. Sedangkan Salah satu penyebab utama munculnya saraf kejepit adalah kesalahan dalam mengangkat beban yang berat.

 

Go Dok – Pernahkah Anda merasa nyeri pada punggung ketika hendak mengangkat beban yang berat? Mungkin terdengar seperti nyeri punggung biasa, namun jika nyeri yang timbul terasa lebih parah dan menjalar ke bagian tubuh lainnya, bisa jadi Anda terkena Herniated Disc atau saraf kejepit, lho!

Memang, gejala awal yang ditimbulkan serangan saraf kejepit mirip dengan nyeri punggung biasa. Itulah mengapa, banyak orang yang akhirnya menyepelekannya dan membiarkannya berlarut-larut, dan akhirnya gejala komplikasi pun dapat terjadi.

Nah, agar tidak sampai terjadi komplikasi, ada baiknya Anda membekali diri tentang penyebab saraf kejepit. Mau tahu apa saja gejala saraf kejepit beserta penyebabnya?

Simak terus artikel seputar gejala dan penyebab saraf kejepit ini , ya!

Manusia, sebagai makhluk vertebrata memiliki 26 ruas tulang punggung yang tersambung melalui bantalan-bantalan lunak yang berfungsi untuk memudahkan tubuh untuk membungkuk dan berdiri tegap. Tidak hanya itu, bantalan tersebut juga berfungsi untuk meredam tekanan yang terjadi dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, melompat, hingga mengangkat beban yang berat.

Selain itu, bantalan tersebut juga berisi syaraf yang terbentang dari tengkorak hingga tulang punggung. Ketika salah satu bantalan tersebut mengalami pergeseran tidak wajar dan terselip keluar dari jalur yang seharusnya, munculah rasa sakit luar biasa yang biasa dikenal saraf kejepit.

Penyebab munculnya saraf kejepit

Salah satu penyebab utama munculnya saraf kejepit adalah kesalahan dalam mengangkat beban yang berat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang memilih untuk membungkuk dan menggunakan otot punggung untuk mengangkat beban yang berat. Padahal, sangat dianjurkan dalam mengangkat beban dimulai dari posisi jongkok, sehingga lebih banyak melibatkan otot kaki dan paha.

Apalagi, jika Anda mengangkat beban dan diikuti dengan gerakan yang memutar. Gerakan seperti itu dapat memicu bantalan pada ruas tulang punggung keluar dari jalurnya akibat tekanan yang besar pada tulang punggung bagian bawah.

Selain itu, seseorang yang mengalami obesitas juga berisiko terkena saraf kejepit karena bantalan tulang punggung yang tergelincir akibat menahan beban tubuh yang terlalu berat saat aktivitas sehari-hari.

Bantalan tulang punggung juga dapat tergelincir karena kandungan air pada ruas tulang punggung yang terus berkurang akibat bertambahnya usia. Waspada, hal tersebut lebih banyak menyerang kaum pria daripada wanita, lho! Namun tenang saja, jika Anda pernah terjatuh atau mengalami benturan ke arah tulang punggung, kecil kemungkinannya dapat terkena saraf kejepit, kok.

Gejala saraf kejepit yang umum dirasakan

Seperti yang telah disebutkan, ruas tulang punggung terbentang dari tengkorak, tulang leher, tulang punggung di belakang dada, tulang punggung bagian bawah, hingga tulang panggul. Artinya, jika terjadi kelainan pada salah satu saraf yang terdapat di antara ruas tersebut dapat menimbulkan gejala yang berbeda.

Dari bagian-bagian tersebut, lebih dari 80% serangan saraf kejepit dapat terjadi pada bagian tulang punggung bagian bawah.

Berikut beberapa gejala yang dapat timbul ketika seseorang terserang saraf kejepit pada area tulang punggung bagian bawah:

  • Sakit punggung yang meliputi nyeri pada belakang kaki dari pantat sampai lutut (atau disebut sciatica)
  • Munculnya gejala mati rasa, kesemutan, lemah otot, atau rasa sakit pada pantat, punggung, kaki, hingga linu panggul
  • Mati rasa dan kesemutan di sekitar anus atau organ kemaluan
  • Muncul rasa nyeri saat bergerak, mengangkat kaki, batuk, atau mengejan
  • Gangguan fungsi pencernaan pada organ usus atau kantung kemih.

Selain gejala di atas, seseorang yang terserang saraf kejepit juga dapat mengalami kelainan seperti:

  • Munculnya kesemutan, lemah otot, mati rasa, atau nyeri pada bahu, leher, lengan, dan tangan jika terjadi saraf kejepit pada ruas tulang leher
  • Nyeri dan mati rasa pada salah satu sisi tubuh
  • Rasa nyeri yang memburuk pada malam hari
  • Rasa nyeri yang memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Munculnya rasa nyeri seperti tusukan ketika batuk dan bersin
  • Otot yang melemah sehingga dapat menyebabkan Anda tersandung dan kehilangan kemampuan untuk mengangkat beban

Itulah hal-hal yang dapat menjadi penyebab saraf kejepit beserta fejalanya. Jika Anda mengalami hal-hal di atas, jangan ragu untuk segera menemui dokter, ya! Sebab, tidak menutup kemungkinan dokter akan memilih prosedur operasi untuk mengembalikan bantalan yang tergelincir kembali ke posisi semula. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

TP/PJ/MA

Referensi