Mengenal Ciri dan Penyebab Tipe Kulit Kombinasi

tipe kulit kombinasi

Tipe kulit kombiniasi ditandai dengan pori-pori besar disertai kulit yang berminyak bahkan berkilau setelah melakukan aktivitas seharian namun pada beberapa bagian wajah ada bagian yang tampak kering. Dipercaya bahwa faktor genetika merupakan penyebab dari timbulnya kulit kombinasi.

 

Go DokJika Anda memiliki pori-pori besar pada wajah disertai kulit yang berminyak bahkan ‘berkilau’ setelah melakukan aktivitas seharian namun pada beberapa bagian wajah ada bagian yang tampak kering, bisa dikatakan Anda memiliki tipe wajah kombinasi. Terlebih jika pori-pori tampak lebih besar pada daerah wajah yang dikenal dengan nama zona-T (dahi, hidung, dan dagu) dan minyak hanya muncul di area tersebut sepanjang hari, maka dapat dianggap bahwa kulit Anda merupakan tipe kulit kombinasi.

Apa ciri-ciri dari tipe kulit kombinasi?

Beberapa ciri dari kulit kombinasi antara lain :

  • Pori-pori yang terlihat lebih besar dari biasanya
  • Tampak adanya komedo
  • Kulit terlihat mengkilap.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tipe kulit kombinasi atau bukan, dapat dilakukan dengan cara membayangkan bentuk huruf T besar pada wajah, apabila semua kulit di bawah T cenderung berminyak, sementara area yang tersisa di luar zona-T lebih cenderung kering dan berpotensi bersisik, dapat dikatakan bahwa kondisi tersebut merupakan kulit kombinasi.

Selain itu, jika Anda memiliki tipe kulit kombinasi, mungkin saja pada wajah akan tampak garis-garis halus dan kerutan serta kilau karena minyak dan pori-pori yang tersumbat pada saat bersamaan. Mungkin juga Anda dapat mengalami warna kulit yang tidak merata atau pori-pori yang besar pada daerah hidung. Tentu saja rumitnya karakteristik dari masalah ini dapat membuat kulit kombinasi sangat sulit untuk ditangani.

Selain itu, ada 5 keadaan yang akan dirasakan jika Anda memiliki tipe kulit kombinasi. Apa saja keadaan tersebut?

  1. Ketika Anda menggunakan pelembapuntuk kulit normal, bagian pipi terasa nyaman tetapi area zona-T akan terlihat seperti sangat berminyak dan licin.
  2. Sekitar dua puluh menit setelah mencuci muka, kulit wajah akan terasa berminyak di bagian-bagian tertentu.
  3. Timbul jerawat dan bercak kering pada saat yang bersamaan.
  4. Pori-pori di hidung akan terlihat lebih besar daripada pori-pori di pipi dan garis rahang.
  5. Adanya area kulit berkerak atau bersisik pada bagian zona-T  wajah.
Lalu, apa penyebab timbulnya tipe kulit kombinasi?

Dipercaya bahwa faktor genetika merupakan penyebab dari timbulnya kulit kombinasi. Akan tetapi, sebenarnya terlepas dari apapun jenis kulit yang Anda miliki, nampaknya memang genetika turut berperan dalam hal ini. Keadaan ini sama seperti kita mewarisi warna pada mata, warna rambut, dan tipe tubuh dari orang tua atau kakek-nenek kita.

Secara umum, hidung, dagu, dan dahi dari individu dengan tipe kulit wajah kombinasi memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif. Itulah sebabnya mengapa area ini mungkin rentan terhadap pori-pori yang tersumbat, sementara pada daerah pipi mungkin saja kelenjar minyak kurang aktif. Inilah yang menjadi penyebab pipi tampak kering dan bersisik.

Namun dalam beberapa kasus, jika kita menggunakan produk wajah dengan bahan yang dapat membuat kulit kering seperti sulfat dan alkohol, dapat mendorong kulit memproduksi lebih banyak minyak di area zona-T dan juga dapat menciptakan gejala kulit kombinasi.

Itu dia penjelasan untuk mengenal tipe kulit kombinasi. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

GA/PJ/MA

Referensi