Mengenal Cancerophobia : Fobia Terhadap Penyakit Kanker

Cancerophobia

Cancerophobia, disebut juga dengan carcinofobia, merupakan suatu ketakutan yang tidak wajar dan terus menerus terhadap penyakit kanker. Penderita fobia ini umumnya sangat berlebihan dalam menghindari kanker, dan semua gejala kesehatan yang dialaminya bisa dikaitkan dengan kanker.

Go Dok Pernahkah Anda menengar istilah Cancerophobia, alias fobia terhadap penyakit kanker? Meski jarang terdengar kasusnya di Indonesia, namun kondisi psikologis ini benar-benar ada, lho! Fobia ini  tergolong tidak berbahaya pada mereka yang memang tidak memiliki penyakit kanker.

Namun,  jika Anda sudah mengidap penyakit kanker, kondisi ini bisa menghambat jalannya pengobatan Anda. Penasaran kenapa seperti itu? Yuk, simak penjelasan lengkap tentang mengenal Cancerophobia berikut ini!

Mengenal Cancerophobia

Cancerophobia, atau yang disebut juga dengan carcinofobia, merupakan suatu ketakutan yang tidak wajar dan terus menerus terhadap penyakit kanker. Penderita Cancerophobia umumnya memiliki ketakutan abnormal akan terkena penyakit kanker, atau ketakutan akan kembali terkena penyakit tersebut jika sebelumnya sudah pernah  menderita kanker.

Penderita fobia ini umumnya sangat berlebihan dalam menghindari kanker, dan semua gejala kesehatan yang dialaminya bisa dikaitkan dengan kanker. Cancerophobia merupakan suatu jenis gangguan jiwa yang dapat membuat penderitanya terkena panick attack, saat mengalami sedikit saja gejala terkait kanker, atau bertemu dengan penderita kanker secara langsung.

Apa saja gejalanya?

Gejalanya secara umum sama dengan gejala fobia lainnya, seperti :

  • Pucat, histeris, dan berkeringat deras saat bertemu dengan pasien kanker, karena penderita percaya bahwa berada di dekat penderita kanker bisa membuat mereka turut terkena kanker
  • Berlebihan dalam menyikapi gejala-gejala kesehatan yang bisa terkait dengan kanker, seperti pusing, adanya sedikit benjolan di tubuh, dan lain-lain
  • Melakukan tes-tes kesehatan terkait kanker, yang sebenarnya tidak dibutuhkan, hingga berkali-kali
  • Obsesif dalam mengonsumsi obat herbal maupun modern yang dikatakan mampu mencegah dan mengobati kanker
  • Menghindari makanan, minuman, atau hal apapun yang dikaitkan dengan kanker atau dikatakan dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker
  • Berlebihan dalam menggunakan suatu produk yang secara mitos maupun fakta dianggap mampu mencegah dan mengobati penyakit kanker.

Selain gejala di atas, Cancerophobia juga memiliki dua sikap yang kontras pada penderitanya. Di satu sisi, mereka akan melakukan hal apapun -bahkan tindakan paling tidak rasional sekalipun- untuk mencegah datangnya kanker. Bahkan ada yang berkali-kali menjalani tes diagnostik kanker demi memastikannya.

Namun, di sisi lain, penderita bisa pula menghindar untuk dites diagnosis kanker saat mereka menunjukkan gejala-gejala kanker yang jelas (denial). Bahkan, menolak untuk percaya bahwa mereka memiliki penyakit ini, meski tes diagnostik sudah mengonfirmasi demikian. Hal inilah yang bisa berbahaya, karena jika mengalaminya, penderita bisa saja menolak untuk menjalani pengobatan kanker yang semestinya.

Sebenarnya, apa penyebab Cancerophobia?

Ada beberapa hal yang bisa dicurigai sebagai penyebab munculnya Cancerophobia pada seseorang. Pertama, adalah kepercayaan bahwa penyakit kanker bersifat diturunkan dari generasi ke generasi. Hasilnya, saat Anda memiliki orangtua, kakak, adik, kakek atau nenek yang terdiagnosa kanker, maka ketakutan akan penyakit ini bisa berkembang terus hingga tak rasional.

Kedua, adalah trauma atau pengalaman di masa lalu saat menyaksikan seseorang menderita kanker dan bagaimana efeknya pada tubuh. Selain itu, mereka yang baru saja didiagnosis dengan penyakit kanker atau yang pernah mengalami penyakit ini sebelumnya juga bisa menderita Cancerophobia.

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/JJ/MA

Referensi