Mengenal Bahaya Suplemen Penambah Berat Badan

Bahaya suplemen penambah berat badan

Bahaya suplemen penambah berat badan ; Biasanya, seseorang yang ingin menambah berat badan secara instan akan mengonsumsi suplemen yang dipercaya dapat menambah berat badan. Namun, amankah suplemen berat badan dikonsumsi?

 

Go DokSuplemen penambah berat badan atau massa otot sudah dapat ditemukan dengan mudah di pasar swalayan sekitar Anda, kan. Bahkan, suplemen tersebut sudah menjadi menu utama bagi para pegiat pembentuk tubuh atau bodybuilder. Alasannya, agar tubuh yang sudah dilatih dapat terbentuk menjadi otot dan Anda mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dengan segera.

Kebanyakan dari suplemen penambah berat badan dalam bentuk susu bubuk, mengandung karbohidrat, protein, dan lemak yang dikombinasikan dengan asam amino, vitamin, dan mineral serta bahan lain, seperti kreatin.

Sayangnya, mereka yang mendambakan hasil yang instan, kurang waspada dengan bahaya suplemen penambah berat badan yang mereka konsumsi. Memang, sih, bahan-bahan ini terbukti ampuh untuk menaikkan berat badan. Namun, amankah dikonsumsi?

Berikut ini risiko bahaya suplemen penambah berat badan yang mungkin belum diketahui.

Gangguan ginjal

Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan protein dalam suplemen penambah massa tubuh berpotensi makin merusak masalah ginjal yang sudah ada, lho. Departemen Kesehatan Inggris mengungkapkan bahwa ada batasan dalam konsumsi protein sehari-hari, yaitu 55,5 gram untuk pria dan 45 gram untuk wanita.

Selain itu, sumber yang sama juga menyarankan agar Anda mendapat asupan protein dari bahan-bahan alami yang terdapat dalam menu harian, seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan lainnya.

Kerusakan Liver

Seperti yang Anda ketahui, suplemen penambah berat badan dalam bentuk serbuk minuman mengandung protein dengan jumlah yang besar. Seperti semua menu makanan yang tinggi protein, bahaya suplemen penambah berat badan yang sering dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan risiko kegagalan fungsi hati, apalagi tanpa diiringi asupan air yang mengimbangi. Kerusakan organ ini harus diwaspadai, ya, terlebih lagi jika Anda kerap mengonsumsi obat pereda rasa sakit dan alkohol.

Masalah pencernaan

Sejumlah konsumen mengaku adanya keluhan pada masalah pencernaan yang cukup mengganggu, seperti rasa kembung dan kram pada bagian perut. Beberapa ahli menyebutkan, hal ini bisa dikurangi dengan mengganti protein hewani dengan protein nabati.

Selain gangguan tersebut, bahaya suplemen penambah berat badan pada masalah pencernaan lainnya seperti mual, muntah, dan diare juga kerap dikeluhkan oleh beberapa konsumen. Pakar gizi mengungkapkan bahwa tubuh memiliki respon yang beragam jika menolak sebuah produk yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, Anda merasa mual, muntah, hingga diare sebagai respon pada sistem pencernaan ketika sedang mengeluarkan suplemen tersebut dari dalam tubuh.

Penumpukan Lemak

Sebagian masyarakat belum mengetahui jika program menggemukkan badan dengan bantuan suplemen harus diiringi dengan olahraga yang rutin dan konsisten. Bila tidak dilakukan, kemungkinannya hanya akan mendapatkan tumpukan lemak saja, lho. Kondisi ini diperburuk dengan berbagai masalah kesehatan layaknya mereka yang mengidap obesitas.

Nah, bagi Anda yang sedang dalam proses pembentukan tubuh ideal, sudahkah menyadari bahaya suplemen penambah berat badan di atas? Para pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mendapatkan berat badan ideal dari bahan-bahan yang alami saja, lho. Selain itu, program diet juga harus tetap diiringi dengan olah raga yang teratur, ya. Dengan begini, Anda dapat mencapai berat badan ideal tanpa harus khawatir dengan masalah kesehatan, deh.

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

RZ/TP/PJ

Referensi