Mengenal  Arachnofobia atau Fobia pada Laba-Laba

fobia laba-laba

Reaksi yang dirasakan oleh seseorang yang mengidap fobia pada laba-laba mungkin akan tampak tidak masuk akal bagi orang lain. Rasa ketakutan yang berlebihan pada laba-laba ini dapat berdampak ke kehidupan sehari-harinya.

Go DokApa sih reaksi Anda ketika melihat laba-laba yang melintas atau bahkan hanya menempel di dinding? Pasti kulit rasanya bergidik dan merinding. Mungkin ketakutan ini dirasa wajar jika hanya sebentar.

Namun, ada loh ketakutan berkelanjutan terhadap laba-laba, yang bahkan sampai membuat fisik terasa tidak nyaman. Ketakutan itu sudah masuk kategori fobia yang dinamakan arachnofobia. Apa sih penjelasan dari arachnofobia?

Berikut penjelasan seputar  arachnofobia atau fobia pada laba-laba!

Arachnofobia atau fobia pada laba-laba adalah fobia tertua dan paling umum dalam budaya Barat. Kata arachnofobia sendiri berasal dari kata Yunani, yaitu ‘arachne’ yang berarti laba-laba. Reaksi yang dirasakan oleh seseorang yang mengidap fobia ini terhadap laba-laba mungkin akan tampak tidak masuk akal bagi orang lain.

Rasa ketakutan yang berlebihan ini dapat berdampak ke kehidupan sehari-harinya. Reaksi menghindari laba-laba karena fobia biasanya memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari. Pengidap fobia pada laba-laba ini akan membatasi kemana mereka bisa pergi, apa yang bisa mereka lakukan, bahkan mengakibatkan tekanan emosional.

Berdasarkan hasil penelitian, fobia pada laba-laba ini menjadi hasil seleksi evolusioner. Artinya, arachnophobia merupakan sebuah tanggapan evolusioner, karena laba-laba, terutama yang berbisa, dapat menyebabkan infeksi dan penyakit. Oleh karena itu, rasa takut terhadap laba-laba memicu “tanggapan jijik” pada banyak individu.

Sebuah penelitian di Inggris terhadap 261 orang dewasa menunjukkan bahwa hampir 32% perempuan dan 18% laki-laki dapat merasa cemas, gugup atau sangat ketakutan ketika berhadapan dengan laba-laba. Baik nyata, maupun hanya sekedar gambar saja.

Faktor yang menjaid penyebab arachnophobia berbeda untuk setiap individu. Berikut beberapa penyebab dari fobia pada  laba-laba:

  1. Bagi sebagian orang, fobia terhadap laba-laba dapat berasal dari melihat orang lain yang ketakutan dengan laba-laba. Sehingga, individu tersebut merasa takut melihat laba-laba setelah melihat orang lain merasa takut.
  2. Ketidakseimbangan bahan kimia dalam otak manusia dapat dikaitkan dengan
  3. Ketakutan dengan laba-laba dapat menjadi efek dari keluarga atau budaya. Banyak orang di Afrika takut dengan laba-laba besar, sedangkan di Afrika Selatan, banyak warganya yang mengonsumsi laba-laba.
  4. Pengalaman traumatis di masa lalu yang melibatkan laba-laba adalah alasan lain bagi orang yang mengidaparachnophobia.

Gejala awal terhadap arachnofobia atau fobia pada laba-laba dapat muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Ada beberapa gejala yang muncul atau terlihat ketika individu tersebut mengidap fobia terhadap laba-laba. Berikut gejalanya:

  • Denyut jantung cepat
  • Gemetar berkeringat
  • Pusing
  • Merasa tersedak
  • Rasa panas atau dingin
  • Merasa gila dan kehilangan kendali
  • Sakit dada
  • Mual atau gangguan gastrointestinal lainnya
  • Ketidakmampuan membedakan antara realitas dan ketidaknyataan.

Pada beberapa individu yang mengidap arachnofobia, gejala-gejala ini dapat dipicu hanya dengan melihat dan membayangkan laba-laba saja.

Nah, itu dia penjelasan mengenai  arachnofobia atau fobia pada laba-laba.  Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

GA/PJ/MA

Referensi