Mengagumkan, Inilah Cara Kerja Sistem Peraba

cara kerja sistem peraba

Cara kerja sistem peraba ; Ada lebih dari 20 jenis saraf peraba yang tertanam di dalam kulit yang disebut mekanosensor. Saraf-saraf ini mampu merasakan apapun, mulai dari rasa sakit hingga suhu suatu benda.

 

Go DokPernahkah Anda bayangkan jika harus kehilangan kemampuan melihat dari indera penglihatan Anda? Atau pernahkan Anda membayangkan bagaimana seorang tuna netra mengenal dan mengidentifikasi objek yang ada di depannya? Yup, mempertajam kemampuan indera peraba menjadi salah satu solusinya. Tidak bisa dipungkiri, indera peraba menjadi bagian dari proses seorang manusia mempelajari karakteristik dari objek-objek yang ada di sekitarnya.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengenai cara kerja sistem peraba. Bagaimana bisa membedakan setetes air dengan butiran es atau sentuhan jari dengan sentuhan ranting pohon merupakan jenis-jenis pertanyaan yang kerap muncul dalam benak kebanyakan orang.

Jika Anda memiliki keingintahuan serupa, Anda sedang membaca artikel yang tepat.

Yuk, simak terus ulasan berikut ini yang akan menjelaskan tentang cara kerja sistem peraba.

Pada 2011 silam, sebuah penelitian dari John Hopkins University School of Medicine menemukan bagaimana sistem peraba membentuk koneksi antara jaringan saraf dengan kulit. Penemuan ini membuka kesempatan bagi kita untuk memahami bagaimana otak mengumpulkan dan memproses informasi yang dikirim oleh kulit.

Ahli saraf Prof. David Ginty menjelaskan, “Anda bisa menyentuh satu rambut di tangan dan merasakannya, tapi bagaimana Anda bisa membedakan tetesan air hujan dengan butiran salju? Sistem peraba bukan hanya tentang ya atau tidak, ini lebih rumit dan menarik dari itu, dan kami mulai mengerti tentang cara sistem peraba bekerja.”

Hmm, semakin menarik, bukan?

Mungkin Anda juga tahu bahwa ada lebih dari 20 jenis saraf peraba yang tertanam di dalam kulit yang disebut mekanosensor. Saraf-saraf ini mampu merasakan apapun, mulai dari rasa sakit hingga suhu suatu benda. Nah, dalam proses mengirimkan informasi ke otak, saraf-saraf ini memproduksi gelombang elektrik yang berbeda untuk setiap perasaan ke otak.

Percobaan menunjukkan bahwa salah satu tugas sumsum tulang belakang ialah untuk menerima informasi yang datang dari saraf-saraf peraba. Dan ternyata, setiap jenis saraf membawa informasi yang unik untuk diproses oleh otak.

Setelah itu, otak akan memproses data yang masuk dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang bisa diungkapkan berdasarkan pengalaman Anda masing-masing. Jika Anda telah mengetahui bagaimana rasanya mengelus bulu kucing, Anda akan merasakan pengalaman yang sama ketika mengelus bulu kucing untuk kedua kalinya, meskipun dengan mata tertutup.

Dari percobaan tersebut dijelaskan bagaimana otak menerjemahkan data yang dikirim dari kulit merupakan fenomena luar biasa. Sementara ini, diduga bahwa perbedaan dalam gelombang elektrik yang berasal dari saraf-saraf peraba yang menjadi kunci untuk mengungkapkan cara kerja otak dalam menerjemahkan informasi yang masuk.

Penelitian tersebut juga dibarengi dengan penelitian mengenai alat penanda sel. Dengan begini, jawaban dari beberapa pertanyaan terkait cara kerja sistem peraba, begitu juga dengan sistem pengindera lain akan segera terungkap.

Wah, mengagumkan, inilah cara kerja sistem peraba kita, ya! Begitu kompleks dan hebat! Begitu hebatnya kuasa Tuhan dalam menciptakan segala yang diciptakan-Nya, termasuk dalam menciptakan sistem indera peraba. Jangan lupa untuk terus bersyukur, ya!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

RZ/TP/PJ

Referensi