Mendeteksi Bibir Sumbing di Masa Kehamilan 

Mendeteksi bibir sumbing

Mendeteksi bibir sumbing di masa kehamilan ; Saat hamil, Anda biasanya akan menjalani serangkaian tes, baik tes darah, tes urin, maupun ultrasound janin untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Nah, kebanyakan kasus bibir sumbing dapat terdeteksi lewat pemeriksaan ultraosound, baik 2D ( 2 dimensi) maupun 3D (3 dimensi).

 

Go Dok – Bibir sumbing merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi sejak lahir, dan di Indonesia, masih banyak terdapat bayi serta anak kecil yang menderita masalah ini. Mengapa? Biasanya, bayi-bayi yang menderita masalah ini lahir dari ibu yang kerap mengonsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, ataupun merokok selama kehamilan. Hal inilah yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang termasuk di dalam kelas menengah ke bawah. Namun, jika Anda mematuhi aturan pemeriksaan selama kehamilan di Puskesmas, sejatinya mendeteksi bibir sumbing bisa dilakukan oleh dokter Anda. Bagaimana prosedurnya? Dan apa saja penyebab lengkap terjadinya hal ini? Simak penjelasan lengkap berikut untuk menjawabnya!

Bagaimana bibir sumbing bisa terjadi?

Bibir sumbing merupakan suatu cacat lahir yang bisa disembuhkan seiring bayi bertambah dewasa dan mendapatkan perawatan medis. Kondisi ini terjadi saat jaringan pada rahang atas dan hidung bayi tidak menyatu seperti yang seharusnya di masa perkembangan janin. Hal inilah yang menyebabkan bibir bayi menjadi terbelah dan sumbing. Sejatinya, bibir sumbing bisa terbentuk secara sempurna maupun tidak sempurna. Kondisi ini kerap kali terjadi dengan langit-langit mulut yang juga terbelah. Jika sudah terjadi, bibir sumbing umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan apapun pada bayi, dan dapat disembuhkan dengan jalan operasi bibir sumbing.

Apa saja penyebab umumnya?

Meskipun tidak ada penyebab yang pasti, namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bibir sumbing seringkali terjadi jika :

  • Anda menggunakan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan tanpa anjuran dokter,
  • Anda mengonsumsi minuman beralkohol atau narkoba di masa kehamilan,
  • Anda merokok, atau hidup di lingkungan yang dibanjiri asap rokok, selama kehamilan,
  • Anda terekspos pada radiasi atau infeksi tertentu saat hamil, dan
  • Faktor keturunan.
Lalu, bisakah dokter mendeteksi bibir sumbing di masa kehamilan?

Ya, jawabannya adalah bisa. Di masa kehamilan, Anda biasanya akan menjalani serangkaian tes, baik tes darah, urin, maupun ultrasound untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Nah, kebanyakan mendeteksi bibir sumbing dilakukan lewat pemeriksaan ultraosound, baik 2D ( 2 dimensi) maupun 3D (3 dimensi). Mendeteksi bibir sumbing biasanya dilakukan dokter dengan mengamati gambar yang dihasilkan ultrasound, dan menemukan kejanggalan pada struktur wajah janin. Bibir sumbing dapat terdeteksi lewat ultrasound mulai dari minggu ke-13 kehamilan Anda. Saat janin terus berkembang lebih jauh di dalam rahim, dokter akan lebih mudah dalam mendiagnosa bibir sumbing secara tepat pada bayi sebelum kelahirannya.

Jika dokter mendeteksi bibir sumbing di masa kehamilan lewat ultrasound, biasanya ia akan menyarankan ibu hamil untuk menjalani suatu prosedur pengambuilan sampel cairan amniotik guna memastikan kondisi ini. Kondisi ini bisa lebih jelas terlihat pada ultrasound 2D, dan pada masa kehamilan yang sudah cukup tua. Meski begitu, Anda juga dapat menggunakan ultrasound 3D dan 4D (yang bergerak layaknya video) untuk mendeteksi hal ini. Jika bibir sumbing sudah terdeteksi saat kehamilan, tentu orangtua dan dokter akan lebih siap dalam melakukan langkah-langkah penanganan terhadap kondisi ini setelah bayi lahir.

Nah, itu dia serba-serbi mendeteksi bibir sumbing di masa kehamilan yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi