Membuang Obat yang Aman, Bagaimana Tipsnya?

Membuang obat

Membuang obat kadaluarsa dan obat-obat yang sudah tidak digunakan lagi jangan dibuang secara sembarangan. Sebelum  membuang obat ke tempat sampah, jangan lupa untuk menghapus semua informasi yang tertera di label resep pada kemasan obat.

Go DokObat-obatan yang tidak terpakai biasanya dibiarkan begitu saja atau dibuang jika sudah terlalu lama. Namun, ke mana dan bagaimana seharusnya kita membuangnya? Tahukah Anda bahwa ada cara aman untuk membuang obat tersebut? Yuk, simak informasinya!

Mengapa obat kadaluarsa atau tidak dibutuhkan lagi harus dibuang secepatnya?

Obat-obat yang sudah kedaluarsa dan obat-obat yang sudah tidak digunakan atau tidak dibutuhkan lagi perlu dibuang secepatnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang lain mengonsumsinya dengan tidak sengaja, atau salah menggunakan obat tersebut. Selain itu, segera membuang obat yang tidak dibutuhkan dapat membantu mengurangi obat-obatan yang tersebar di lingkungan.

Obat-obatan tak terpakai yang berceceran di lingkungan rumah, misalnya, dapat menjadi cukup berbahaya. Jika obat disimpan di tempat yang masih terjangkau anak-anak, terutama anak balita yang masih suka memakan segala yang ditemukannya, obat tersebut bisa secara tidak sengaja terkonsumsi. Ini tentu sangat berbahaya.

Selain itu, obat kedaluarsa yang masih tersimpan bisa saja tidak sengaja digunakan lagi, sehingga menyebabkan efek samping yang jauh dari menyembuhkan. Maka dari itu, lebih baik segera membuang obat tersebut untuk menghindari risiko-risiko yang tidak diinginkan.

Namun, bagaimanakah cara aman untuk membuang obat tersebut?

1. Persediaan obat dan tanggal kadaluarsanya

Setiap enam bulan sekali, periksa persediaan obat Anda untuk memastikan apakah obat-obat tersebut masih perlu dipakai atau sudah melewati masa berlakunya. Lihat tanggal pada botol atau kemasan obat. Hindari tetap menggunakan obat yang sudah berubah menjadi bubuk, mengusam, atau mengering.

Jika obat sudah melewati tanggal berlaku atau memiliki ciri-ciri seperti itu, jangan gunakan lagi. Hal ini dilakukan untuk menghindari bakteri atau jamur yang mungkin bersarang di obat tak terpakai tersebut. Setelahnya, pisahkan obat-obat tersebut untuk dibuang.

2. Membuang obat ke tempat sampah atau toilet

Sebelum  membuang obat ke tempat sampah, jangan lupa untuk menghapus semua informasi yang tertera di label resep pada kemasan obat. Kemudian, lebih baik campurkan dulu obat dengan bahan lain, seperti misalnya tanah, pasir, atau bubuk kopi yang sudah tidak terpakai. Jangan tumbuk tablet atau kapsul ketika dicampurkan; biarkan utuh saja.

Kemudian, simpan campuran obat dan bahan-bahan lain tersebut ke dalam kontainer, seperti kantong kertas atau kantong plastik yang sudah ditutup rapat. Buang kantong tersebut ke tempat sampah rumah.

Anda dapat juga membuang obat ke toilet, lalu menyiramnya. Akan tetapi, hal tersebut bisa dilakukan hanya jika terdapat informasi spesifik pada label kemasan untuk membuangnya dengan cara demikian. Jika tidak terdapat informasi untuk pembuangan ke toilet, sebaiknya buang saja ke tempat sampah rumah.

3. Penanganan produk obat kembalian

Produk obat kembalian adalah obat yang sudah kedaluarsa atau tidak terpakai lagi. Terdapat beberapa kawasan yang siap digunakan masyarakat untuk mengembalikan obat secara aman.

Anda bisa mengembalikan obat ke tempat-tempat yang sudah memiliki izin, seperti apotek, farmasi di klinik atau di rumah sakit, serta fasilitas penegak hukum.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2014, apotek memiliki bahan-bahan yang lebih lengkap dan lebih menyediakan layanan penanganan produk obat kembalian daripada organisasi lain.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya resep obat yang ditangani oleh apotek, yang membuat apotek memiliki sistem untuk mengatur dan membuang obat tidak terpakai.

Itulah tips untuk membuang obat yang aman. Semoga membantu, ya!

 

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

VD/JJ/MA

Referensi