Memahami Gejala Kematian Janin di dalam Kandungan

Kematian Janin dalam Kandungan

Kematian janin dalam kandungan memang menjadi momok bagi setiap pasangan suami istri yang sedang menikmati momen kehamilan. Walaupun telah menjalani menu tips kesehatan ibu hamil, Anda juga harus peka terhadap kondisi janin di dalam kandungan.

 

Go Dok – Bagi Anda yang sedang sedang mengandung calon bayi, jangan lupa untuk terus menjaga dan memastikan kesehatan janin di dalam kandungan. Pasalnya, walaupun usia kehamilan sudah menginjak 5 bulan, masih ada bahaya yang mengancam kesehatan janin. Salah satunya, kematian janin dalam kandungan atau Intra Uterin Fetal Death (IUFD).

Pastinya, Anda tidak mau kan adanya kelainan yang menyerang janin? Maka dari itu, kenali tanda-tandanya sebelum terlambat!

Bagaimana cara mendiagnosis gejala kematian dalam kandungan?

Pada dasarnya, kematian janin dapat terjadi karena sejumlah faktor, seperi faktor dari kondisi kesehatan ibu yang mengandung, adanya kelainan genetik dalam janin, maupun adanya penyakit yang berkembang di dalam plasenta.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena IUFD tidak akan terjadi begitu saja. Bisa dikatakan, sangat kecil kemungkinan IUFD dialami secara mendadak. Karena, sebelum IUFD terjadi, selalu ada gejala yang dapat Anda amati sebagi tanda-tanda kematian janin di dalam kandungan.

Berikut gejala kematian dalam kandungan yang umum ditemukan!
  • Memeriksa denyut jantung janin di dalam kandungan menggunakan doppler ketika usia kehamilan telah menginjak 24 minggu. Jika Anda tidak dapat mendengar denyut jantung tersebut, hampir bisa dipastikan janin telah meninggal di dalam kandungan.
  • Anda juga bisa melakukan pengecekan dini melalui teknologi USG dengan mengunjungi dokter kandungan. Pengecekan menggunakan USG dapat mendeteksi denyut jantung janin mulai dari usia dini, yaitu ketika janin berusia 8 minggu. Seperti pengecekan dengan doppler, jika dokter sudah mengeceknya berulang kali dan tidak dapat menemukan denyut jantung si janin, bisa dipastikan janin telah meninggal di dalam kandungan.
  • Anda juga bisa melihat gejala IUFD dari bentuk dan ukuran rahim, lho. Dengan menggunakan bantuan USG, umumnya ibu hamil akan diperiksa dari minggu ke minggu. Jika janin tidak mengalami pembesaran janin dalam 4 minggu, ada kemungkinan kalau janin mengalami kematian.
  • Pemeriksaan USG juga dapat menunjukan adanya kelainan bentuk tulang tengkorak (Spalding’s sign) maupun adanya keanehan di dalam jantung dan pembuluh darah si janin (Roberts’s sign). Spalding’s sign biasanya tidak terdeteksi hingga seminggu setelah kematian janin.
  • Anda juga bisa mencoba tes darah untuk kehamilan. Namun hasilnya cenderung negatif walaupun janin telah meninggal seminggu lamanya. Walaupun hasilnya positif, itupun tidak berlangsung lama karena efek masih adanya beberapa jaringan plasenta yang masih aktif.
  • Salah satu gejala yang dapat dirasakan oleh sang ibu adalah adanya perubahan bentuk payudara yang menyusut secara ukuran. Jika Anda mendapati payudara menyusut, ada baiknya coba cek kondisi kandungan ke dokter, ya!
  • Tes melalui urin juga umum dilakukan. Tanda IUFD dapat ditemukan ketika kandungan estriol (semacam hormon estrogen yang diproduksi oleh plasenta aktif) di dalam urin ibu hamil mengalami penurunan yang drastis.

Itulah beberapa gejala kematian janin di dalam kandungan yang umum ditemukan pada fase kehamilan. Melihat beberapa tanda hanya dapat diamati melalui prosedur USG, menandakan agar Anda untuk tidak malas mengecek kondisi kehamilan kepada dokter kandungan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

TP/PJ

Referensi