Mastitis ; Gejala, Penyebab dan Penanganan

mastitis

Mastitis adalah suatu kondisi di mana jaringan payudara seorang wanita menjadi bengkak atau meradang. Penyebabnya sendiri meliputi infeksi bakteri dan obstruksi saluran susu. Salah satu gejala dari penyakit ini yaitu pembengkakan atau pembesaran pada payudara.

 

Mengenal Mastitis

Mastitis adalah suatu kondisi di mana jaringan payudara seorang wanita menjadi bengkak atau meradang. Biasanya keadaan ini disebabkan oleh infeksi duktus payudara. Ini hampir selalu terjadi pada wanita yang menyusui.

Penyakit ini dapat terjadi dengan atau tanpa adanya infeksi. Seiring berjalannya penyakit ini, mastitis dapat menyebabkan pembentukan abses payudara. Ini adalah kumpulan nanah lokal dalam jaringan payudara. Kasusnya yang parah bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Jenis mastitis

Jika peradangan terjadi tanpa infeksi, biasanya disebabkan oleh milk stasis, atau biasa yang disebut obstruksi aliran susu. Milk stasis sendiri biasa didefiniskan sebagai penumpukan susu di dalam jaringan payudara wanita menyusui. Namun, peradangan yang disebabkan oleh keadaan ini biasanya berkembang menjadi peradangan dengan infeksi. Hal ini dikarenakan air susu ibu tersumbat yang memudahkan bakteri berkembang pada daerah tersebut.

Mastitis yang disebabkan oleh infeksi adalah bentuk yang paling umum dialami. Terkadang, keadaan ini terjadi di kulit payudara namun tidak menutup kemungkinan atau dapat berkembang sampai ke daerah puting susu. Menurut American Cancer Society, bakteri Staphylococcus aureus, merupakan bakteri yang paling sering menginfeksi jaringan payudara. Untuk melawan infeksi, tubuh melepaskan sejumlah bahan kimia yang pada akhirnya menyebabkan mekanisme pertahanan berupa peradangan.

Gejala

Gejala mastitis yang paling umum adalah:

  • Pembengkakan atau pembesaran payudara
  • Kemerahan, bengkak, atau sensasi hangat (yang tidak normal) pada payudara
  • Gatal di jaringan payudara
  • Luka di puting atau di kulit payudara
  • Demam.
Penyebab

Penyebab penyakit ini meliputi :

  • Infeksi bakteri

Bakteri biasanya ditemukan pada kulit sekitar payudara. Sebenarnya, pada kulit setiap orang terdapat bakteri ini dan biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika bakteri mampu menembus kulit, mereka dapat menyebabkan infeksi. Jika bakteri masuk ke jaringan payudara, karena ‘pertahanan’ yang lemah dari kulit maupun puting payudara, bakteri ini dapat menyebabkan mastitis.

  • Obstruksi saluran susu

Saluran susu membawa ASI dari kelenjar payudara ke puting. Ketika saluran ini diblokir, asi menumpuk di dalam payudara dan menyebabkan peradangan serta dapat menyebabkan infeksi.

Faktor Risiko

Berikut ini faktor risiko seorang wanita terkena mastitis, yaitu:

  • Menyusui untuk beberapa minggu pertama setelah melahirkan
  • Puting terasa sakit atau pecah-pecah
  • Hanya menggunakan satu payudara/satu posisi untuk menyusui
  • Memakai bra yang terlalu ketat
  • Riwayat mastitis sebelumnya.

Dalam situasi ini, Anda berisiko mengalami penumpukan susu di salah satu atau kedua payudara, serta berisiko terkena infeksi pada jaringan payudara.

Diagnosis

Dokter akan melakukan anamnesis lengkap berupa wawancara medis dan pemeriksaan fisik menyeluruh. Setelah itu, dokter mungkin akan bertanya kapan Anda pertama kali melihat peradangan dan apakah hal itu disertai rasa sakit atau tidak. Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang beberapa hal yang mungkin berkaitan, seperti apakah Anda sedang menyusui dan atau sedang menjalani pengobatan yang meningkatkan risiko terjadinya mastitis atau tidak.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan dapat mengetahui apakah Anda menderita mastitis atau tidak. Jika mengalami infeksi parah atau jika infeksi tidak merespons pengobatan, maka dokter akan meminta sampel ASI; yang kemudian akan diuji untuk mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan infeksi.

Kanker payudara yang disertai inflamasi dapat meniru gejala mastitis. Jika Anda dirawat karena mastitis dan gejalanya tidak membaik, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan apakah ada atau tidaknya tanda-tanda kanker.

Penanganan

Beberapa penanganan yang biasanya dilakukan untuk mengobatinya adalah :

  • Antibiotik tertentu dapat membasmi infeksi bakteri yang menyebabkan mastitis. Namun, bagi ibu yang sedang menyusi, tidak diperkenankan mengonsumsi antibiotik yang belum diresepkan oleh dokter.
  • Ibuprofen adalah obat yang dijual bebas dipasaran, dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan pembengkakan terkait dengan penyakit ini. Namun, sama dengan antibiotik, penggunaan obat ini juga memerlukan pengawasan dari dokter.
  • Acetaminophen juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Perlu diperhatikan, beberapa orang yang rentan/sensitif, dapat mengalami alergi terhadap obat ini. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan obat ini dengan dokter terlebih dahulu.

Selama masa pengobatan, biasanya ibu tetap diperbolehkan melakukan aktivitas menyusui, karena dipercaya dengan tetap menyusui dapat membantu proses pemulihan lebih cepat.

Jika dengan pengobatan mastitis tidak tertangani dengan baik, dokter mungkin menyarankan prosedur pembedahan yang disebut insisi dan drainase. Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil untuk membantu mengeringkan setiap abses yang telah terbentuk karena infeksi.

Pencegahan

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah terjadinya mastitis, yaitu:

  • Sering menyusui
  • Menggunakan pompa ASI
  • Menggunakan teknik menyusui yang tepat
  • Menyapih bayi selama beberapa minggu, bukan tiba-tiba berhenti menyusui.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

PJ/JJ/MA

Referensi