Mari Mengenal Penyebab dan Efek Gigi Kelinci

efek gigi kelinci

Gigi kelinci merupakan salah satu bentuk kelainan organ mulut ketika seseorang memiliki gigi atas bagian depan yang lebih besar dan menonjol dibandingkan gigi di bawahnya, sehingga membuatnya tampak seperti kelinci. Lalu, apa penyebab dan efek gigi kelinci?

 

Go DokSiapa yang tidak tahu bentuk kelinci? Tubuhnya yang berbulu lebat dengan gigi besarnya menjadikan hewan ini sungguh menggemaskan. Walaupun gigi besar kelinci membuatnya makin tampak lucu dan menggemaskan, kelainan gigi kelinci yang dialami seseorang bisa saja mengganggu aktivitasnya sehari-hari, dan tentunya mempengaruhi penampilan mereka.

Gigi kelinci merupakan salah satu bentuk kelainan organ mulut ketika seseorang memiliki gigi atas bagian depan yang lebih besar dan menonjol dibandingkan gigi di bawahnya, sehingga membuatnya tampak seperti kelinci. Kondisi inilah yang umum disebut dengan gigi kelinci.

Lantas, apa sih yang bisa menjadi penyebab dan efek  gigi kelinci muncul pada seseorang?  

Pada dasarnya, segala kelainan organ mulut yang menyebabkan posisi gigi atas dan bawah yang tidak sejajar disebut maloklusi. Nah, maloklusi ini kemudian terbagi menjadi maloklusi kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, tergantung dengan tingkat kadar ketidakseimbangan yang terjadi.

Kelainan gigi kelinci sendiri masuk dalam kategori maloklusi kelas 1 karena gigi bagian atas lebih maju dan melewati batas gigi bagian bawah sejauh 2 milimeter, baik secara horizontal maupun vertical. Dalam kondisi ketidakseimbangan yang lebih parah, seseorang bisa saja masuk ke dalam kategori maloklusi kelas 2.

Kebalikan dari sebelumnya, maloklusi kelas 3 terjadi ketika gigi bagian bawah lebih maju dan melewati batas gigi bagian atas.

Penyebab gigi kelinci

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang dapat terkena kelainan gigi kelinci. Namun, sebagian besar, faktor tersebut terjadi karena 2 hal utama; genetik dan kebiasaan buruk yang tercipta ketika masih kecil.

  • Kebiasaan mengemut ibu jari ketika masih kecil mendorong gigi bagian depan menjadi tumbuh ke depan dan menjadi penyebab gigi kelinci.
  • Sama halnya dengan mengemut ibu jari, kebiasaan ‘mengempeng’ hingga usia lebih dari 3 tahun juga dapat membentuk seseorang memiliki gigi kelinci. Tidak hanya karena dot, anak yang masih sering minum menggunakan botol susu juga merangsang pertumbuhan gigi depan menjadi lebih maju.
  • Kelainan struktur tulang rahang pada tengkorak yang membuat rahang atas lebih maju dibandingkan rahang bawah karena posisi gigi geraham yang tidak tepat antara geraham atas dan bawah.
  • Kebiasaan ‘mengecap’atau lidah yang mendorong gigi depan ketika mengunyah makanan memicu pertumbuhan gigi menjadi ke depan seperti gigi kelinci.
  • Kondisi kelainan pertumbuhan pada gigi bagian depan. Karena gigi memaksa untuk tumbuh terus, akhirnya membuat ukuran gigi depan tumbuh lebih besar dibandingkan gigi lainnya.
  • Penyebab gigi kelinci lainnya juga bisa terjadi akibat kelainan tubuh lainnya yang lebih serius, misalnya karena adanya pertumbuhan tumor di bagian mulut maupun rahang.
Efek gigi kelinci

Ketika seseorang mengalami kelainan gigi kelinci dan jenis maloklusi lainnya, tidak jarang dapat mengganggu aktivitas hariannya, termasuk mempengaruhi kemampuannya berucap dan berkata-kata. Selain itu, beberapa efek gigi kelinci di antaranya:

  • Penurunan kemampuan mengunyah makanan

Karena posisi gigi yang tidak sama antara rahang atas dan bawah, membuat kemampuan gigi dalam mengunyah dan mengoyak makanan menjadi tidak maksimal. Akibatnya, Anda menjadi kesulitan mengunyah makanan dengan tekstur liat seperti pizza dan daging steak.

  • Kesulitan berbicara

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnnya, seseorang yang memiliki posisi gigi atas dan bawah yang tidak setara memiliki kesulitan untuk mengucap huruf-huruf tertentu, seperti; ‘B’, ‘F’, ‘M’, ‘P’, ‘S’, ‘V’, ‘SH’, dan ‘TH’.

  • Mempengaruhi proses sirkulasi dalam bernapas

Efek gigi kelinci yang satu ini dapat terjadi pada Anda yang memiliki ukuran rahang yang kecil dengan kelainan maloklusi tingkat kronis yang menyebabkan gigi menjadi bertumpuk. Hal tersebut membuat pertukaran sirkulasi udara jadi terbatas yang berimbas ketika kondisi tidur, seperti mengorok dan penyakit apnea atau gangguan napas yang terhenti ketika sedang tertidur.

Itulah beberapa fakta seputar penyebab dan efek  gigi kelinci yang penting untuk Anda ketahui. Selain gigi kelinci, kelainan maloklusi lainnya yang umum ditemui adalah penumpukan di bagian gigi taring, yang umum disebut gigi ‘gingsul’. Satu yang paling penting untuk rutin menjumpai dokter gigi ya jika kelainan tersebut semakin mengganggu aktivitas harian Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi