Mari Mengenal Gejala dan Penanganan Tumor Hidung

Tumor hidung

Tumor hidung dapat bersifat jinak maupun menimbulkan kanker. Jika bersifat jinak, tumor hidung hampir tidak menimbulkan gejala apapun. Anda hanya akan merasakan tumbuhnya suatu jaringan pada rongga hidung atau sinus paranasal, yang mungkin akan mengganggu jalannya pernapasan.

 

Go DokPernahkah Anda mendengar tentang tumor hidung? Tentu ini adalah salah satu bentuk tumor, yang nyatanya bisa tumbuh di bagian manapun tubuh Anda. Dan untuk tumor hidung, atau yang disebut nasal and pranasal tumor dalam dunia medis, jaringan abnormal ini tumbuh pada bagian di dalam atau di sekitar lorong hidung Anda (rongga hidung). Sementara itu, tumor pranasal tumbuh pada ruangan penuh udara di sekitar hidung Anda, yang biasa disebut sinus paranasal.

Nah, tumor yang tumbuh di bagian hidung ini bisa bersifat jinak dan tidak menjadi kanker, namun sebaliknya, ada beberapa pula yang bersifat menimbulkan kanker. Apa saja gejala tumor hidung, baik yang bersifat jinak maupun menimbulkan kanker? Dan apa saja penanganan yang diperlukan untuk mengenyahkannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini!

Apa saja gejala tumor hidung?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tumor hidung dapat bersifat jinak maupun menimbulkan kanker. Jika bersifat jinak, tumor hidung hampir tidak menimbulkan gejala apapun. Anda hanya akan merasakan tumbuhnya suatu jaringan pada rongga hidung atau sinus paranasal, yang mungkin akan mengganggu jalannya pernapasan. Namun, jika bersifat kanker, gejala-gejala awal berikut pada umumnya akan muncul :

  • Hidung tersumbat terus menerus, yang biasanya hanya terjadi pada salah satu rongga hidung
  • Mimisan
  • Terdapat lendir mengalir dari hidung, yang biasanya juga mengandung bercak darah
  • Menurunnya daya penciuman Anda.

Gejala-gejala tersebut bisa saja mirip dengan masalah kesehatan terkait hidung yang lebih ringan dan umum, seperti pilek, flu, atau sinusitis. Jika tumor yang menjadi kanker sudah sampai pada tahap lebih serius, maka gejala-gejala yang timbul bisa termasuk :

  • Rasa nyeri atau kebas pada wajah
  • Terdapat pembengkakan kelenjar pada leher
  • Anda mengalami hilangnya sebagian penglihatan atau penglihatan ganda
  • Mata melotot, atau berair secara terus menerus
  • Terdapat pertumbuhan abnormal pada wajah Anda, baik pada area hidung atau bagian atas mulut Anda.

Lalu, apa saja penanganan tumor hidung?

Penanganan tumor hidung sejatinya akan bergantung pada di mana lokasi tumbuhnya tumor tersebut dan tipe sel apa yang terlibat. Setelah melakukan diagnosis, biasanya dokter akan memutuskan penanganan apa yang paling tepat untuk Anda. Berikut adalah beberapa jenis penanganan tumor hidung yang mungkin dipilih oleh tim medis Anda :

1. Operasi pengangkatan

Penanganan tumor hidung dan paranasal yang paling umum, baik bersifat jinak maupun menyebabkan kanker, adalah operasi pengangkatannya. Pilihannya bisa berupa :

  • Pembedahan terbuka, di mana dokter bedah akan membuat irisan di dekat area hidung Anda guna mengakses bagian rongga hidung atau sinus. Dari irisan tersebut, dokter kemudian akan mengangkat tumor dan area lain yang mungkin terpengaruh oleh keberadaan tumor.
  • Pembedahan dengan invasi minimal, di mana pada kasus-kasus tertentu, dokter mungkin perlu untuk mengakses tumor hidung dengan menggunakan endoskopi dan alat lainnya. Nah, alat-alat ini akan dapat dimasukkan melalui hidung Anda dengan menggunakan kamera kecil sebagai alat untuk melihat area tumbuhnya tumor.
2. Terapi radiasi

Penanganan tumor hidung dengan terapi radiasi akan menggunakan radiasi dari energi berdaya tinggi, seperti X-Ray atau Terapi Proton untuk membunuh sel-sel kanker. Hal ini dapat dilakukan sebagai satu-satunya penanganan, ataupun sebagai penanganan lanjutan setelah Anda menjalani operasi pengangkatan tumor.

3. Kemoterapi

Saat tumor hidung bersifat menimbulkan kanker, maka diperlukan terapi khusus untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. Salah satunya adalah kemoterapi, yang merupakan penananganan dengan obat-obatan yang menggunakan zat kimia guna membunuh sel kanker. Pada penderita tumor nasal dan paranasal, kemoterapi umumnya digunakan sebelum atau setelah operasi pengangkatan, dan bisa pula digunakan  secara gabungan dengan terapi radiasi.

4. Perawatan Palliative

Penanganan tumor hidung yang terakhir disebut perawatan Palliative, yaitu penanganan medis spesial yang berfokus untuk meredakan rasa sakit serta gejala lain yang mungkin timbul. Perawatan ini membutuhkan dukungan, baik dari tim medis, dokter, serta keluarga dan orang terdekat Anda. Biasanya, perawatan ini diterapkan pada penderita tumor hidung yang bersifat menimbulkan kanker, dalam tahap yang sudah sangat serius.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai gejala dan penanganan tumor hidung yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi