Limfadinitis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Limfadenitis

Limfadenitis adalah radang kelenjar getah bening. Seringkali merupakan bentuk komplikasi dari infeksi bakteri pada luka, meski bisa juga disebabkan oleh virus atau agen penyakit lainnya. Bakteri streptococcal dan staphylococcal adalah penyebab paling umum limfadenitis.

 

Mengenal Limfadenitis

Limfadenitis adalah radang kelenjar getah bening. Seringkali merupakan bentuk komplikasi dari infeksi bakteri pada luka, meski bisa juga disebabkan oleh virus atau agen penyakit lainnya. Kelenjar getah bening berukuran kecil berkisar antara beberapa milimeter hingga 2 (dua) cm dan normalnya tidak dapat diraba.

Perlu diketahui kelenjar getah bening merupakan muara dari sistem limfatik yang terdapat pada seluruh tubuh yang dominan pada daerah lipatan seperti rahang, lipat telinga, leher, ketiak, dan lipat paha. Kelenjar ini berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh manusia. Kelenjar getah bening merupakan tempat tubuh mem-filter organisme asing yang tertangkap oleh cairan limfatik. Sehingga apabila ada infeksi atau peradangan yang terjadi pada jaringan dibagian tubuh manapun maka kelenjar getah bening yang terdekat yang akan merespon pertama kalinya. Hal ini menyebabkan limfadenitis dapat bersifat umum (seluruh tubuh), yang berarti melibatkan sejumlah kelenjar getah bening dari berbagai tempat; atau terbatas hanya pada beberapa kelenjar di daerah infeksi lokal.

Penyakit ini kadang disertai dengan limfangitis, yaitu radang pembuluh limfatik yang menghubungkan kelenjar getah bening satu dengan yang lainnya..

Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri apabila disentuh atau ditekan. Jika limfadenitis berhubungan dengan luka yang terinfeksi, maka selain nyeri dapat ditemukan juga benjolan yang berwarna kemerahan dan hangat saat disentuh. Jika pembuluh limfatik juga terinfeksi, akan ada garis-garis merah yang membentang dari luka ke arah kelenjar getah bening. Dalam kebanyakan kasus, organisme infeksius yang sering menjadi penyebab adalah Streptococci hemolitik atau Staphylococci.

Limfadenitis pada anak sering terjadi di daerah leher karena kelenjar getah bening ini dekat dengan telinga dan tenggorokan, yang sering menjadi lokasi infeksi bakteri pada anak-anak.

Penyebab

Bakteri streptococcal dan staphylococcal adalah penyebab paling umum limfadenitis, walaupun virus, protozoa, rickettsiae, jamur, dan tuberculosis bacillus juga dapat menginfeksi kelenjar getah bening. Penyakit atau kelainan yang melibatkan kelenjar getah bening di daerah tertentu di tubuh meliputi Rabbit Fever (tularemia), Catscratch Disease, limfogranuloma venereum, chancroid, genital herpes, jerawat yang terinfeksi, abses gigi, dan wabah pes. Pada anak-anak, tonsilitis atau sakit tenggorokan bakteri adalah penyebab paling umum limfadenitis di daerah leher. Penyakit yang melibatkan kelenjar getah bening di seluruh tubuh termasuk mononucleosis, infeksi sitomegalovirus, toxoplasmosis, dan brucellosis.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit ini adalah :

  • Pemukiman padat penduduk
  • Higienesyang buruk
  • Kelainan sistem kekebalan tubuh.
Gejala

Gejala awal limfadenitis adalah pembengkakan kelenjar (dapat benjolan tunggal maupun multipel) disertai rasa nyeri, kemerahan dan terasa hangat. Hal ini disebabkan oleh penumpukan cairan jaringan dan peningkatan jumlah sel darah putih yang dihasilkan dari respons tubuh terhadap infeksi. Gejala selanjutnya dapat meliputi :

  • Demam (biasanya 38-39 °C)
  • Menggigil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Keringat dingin
  • Denyut nadi cepat
  • Lemah dan lemas.
Diagnosis

Diagnosis penyakit ini dapat ditentukan cukup dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Biasanya pasien datang dengan keluhan muncul benjolan yang nyeri apabila diraba. Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit sebelumnya oleh karena hal ini dapat berhubungan dengan keluhan yang dialami. Pada pemeriksaan fisik dokter akan menekan (meraba) kelenjar getah bening yang terkena untuk menilai kualitas nyeri, asal benjolan dan konsistensi benjolan tersebut untuk membedakan penyakit ini dengan penyakit lainnya seperti gondongan, tumor, hernia atau kista. Selain itu dokter juga akan membandingkan bagian yang diperiksa dengan sisi yang sehat untuk memastikan apakah benjolan muncul secara local atau menyebar ke daerah tubuh lainnya.

Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap guna mengetahui jumlah sel darah putih (WBC). Kultur darah untuk mengidentifikasi organisme penyebab dapat dilakukan apabila dari wawancara medis, pemeriksaan fisik maupun respon pengobatan dinilai perlu oleh dokter. Dari hasil pemeriksaan darah lengkap adanya peningkatan sel darah putih yang belum matang menunjukkan adanya infeksi bakteri. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan biopsi kelenjar getah bening untuk memastikan diagnosis lebih jauh.

Penanganan

Limfadenitis seringkali muncul sebagai keluhan penyerta dari penyakit penyakit tertentu seperti misalnya radang tenggorokan, infeksi kulit, TBC, dan sebagainya. Oleh karena itu, penanganan penyakit ini berfokus menyembuhkan penyakit yang mendasari terlebih dahulu. Apabila penyakit yang mendasari sembuh maka limfadenitis juga akan menghilang dengan sendirinya.

Obat yang diberikan untuk limfadenitis bervariasi sesuai dengan bakteri atau virus yang menjadi penyebab. Jika pasien juga menderita limfangitis, maka akan diobati dengan antibiotik, seperti golongan penisilin, sefalosporin, atau macrolide.

Perawatan pendukung lainnya untuk meringankan keluhan yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi obat anti radang dan anti nyeri. Selain itu pasien juga dapat dianjurkan untuk mengkompres benjolan dengan air hangat.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

PJ/MA

Referensi