Limfadenopati ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Limfadenopati

Limfadenopati adalah pembesaran kelenjar getah bening yang teraba (> 1 cm) pada ≥ 1 kelenjar getah bening di tubuh. Kondisi ini bisa terjadi sebagai akibat dari paparan bakteri atau virus. Salah satu  gejalanya dalah kelenjar getah bening teraba lunak dan nyeri.

 

Mengenal Limfadenopati

Kelenjar getah bening adalah organ kecil berbentuk oval yang mengandung sel kekebalan untuk menyerang dan membunuh organisme asing seperti virus, bakteri, parasit, dan lain-lain. Kelenjar getah bening ditemukan di berbagai bagian tubuh, termasuk leher, ketiak, dan selangkangan. Setiap kelenjar getah bening saling terhubung oleh pembuluh limfatik, yang membawa getah bening ke seluruh tubuh.

Limfadenopati adalah pembesaran kelenjar getah bening yang teraba (> 1 cm) pada ≥ 1 kelenjar getah bening di tubuh. Pembesaran kelenjar getah bening dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Lokal: hanya ada pada 1 area tubuh
  • Umum: ada di ≥ 2 area tubuh.

Infeksi seperti tuberkulosis, demam tifoid, leishmaniasis, trypanosomiasis, schistosomiasis, filariasis, dan infeksi jamur, adalah penyebab umum limfadenopati di negara berkembang. Selain itu, infeksi HIV harus sangat dipertimbangkan di daerah dengan tingkat kejadian HIV tinggi.

Penyebab

Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya terjadi sebagai akibat dari paparan bakteri atau virus. Ketika kelenjar getah bening yang bengkak disebabkan oleh infeksi, ini dikenal sebagai limfadenitis. Selain karena infeksi, dalam beberapa kasus namun jarang terjadi, kelenjar getah bening yang bengkak dapat disebabkan oleh kanker.

Faktor Risiko

Seseorang lebih berisiko mengalami limfadenopati bila terserang infeksi atau mengalami kondisi seperti beikut:

1. Infeksi umum

  • Infeksi tenggorokan
  • Campak
  • Infeksi telinga
  • Infeksi gigi
  • Infeksi di kulit atau luka, seperti selulitis
  • Human immunodeficiency virus (HIV) – virus yang menyebabkan AIDS.

2. Infeksi yang tidak umum

  • Tuberkulosis
  • Infeksi menular seksual tertentu, seperti sifilis
  • Toksoplasmosis – infeksi parasit akibat kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi atau makan daging setengah matang
  • Demam kutu kucing – infeksi bakteri dari goresan atau gigitan kucing
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
    • Lupus – penyakit peradangan kronis yang dapat menargetkan sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung, dan paru-paru
    • Rheumatoid arthritis – penyakit peradangan kronis yang menargetkan jaringan yang melapisi sendi (sinovium).

3. Kanker

  • Limfoma: kanker pada sistem limfatik
  • Leukemia: kanker pada jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik
  • Kanker lain yang telah menyebar (bermetastasis) ke kelenjar getah bening.

4. Penyebab lain yang mungkin tetapi jarang:

  • Obat-obatan tertentu, seperti obat anti kejang (fenitoin) dan obat-obatan pencegahan untuk malaria.
Gejala

Kelenjar getah bening yang membengkak adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah di suatu tempat di tubuh seseorang. Beberapa gejala yang muncul pada limfadenopati adalah:

  • Kelenjar getah bening teraba lunak dan nyeri
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening yang muncul, dapat seukuran kacang polong atau kacang merah, atau bahkan lebih besar.

Tergantung pada penyebab kelenjar getah bening yang membengkak, tanda dan gejala lain yang mungkin dialami antara lain:

  • Hidung berair, sakit tenggorokan, demam dan indikasi lain adanya infeksi saluran pernapasan bagian atas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh yang dapat mengindikasikan infeksi, seperti HIV atau mononucleosis, atau gangguan kekebalan, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Benjolan yang keras, menetap, tumbuh dengan cepat, menandakan kemungkinan tumor.
  • Demam.
  • Berkeringat di malam hari.
Diagnosis

Untuk menentukan penyebab dari limfadenopati, dokter akan melakukan:

1. Melihat riwayat penyakit

Dokter akan bertanya mengenai kapan dan bagaimana terjadinya proses limfadenopati tersebut.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kelenjar getah bening di dekat permukaan kulit lalu menentukan ukuran, kelembutan, kehangatan dan tekstur. Lokasi kelenjar getah bening yang membengkak dan tanda-tanda serta gejala-gejala lainnya akan memberikan petunjuk kepada penyebab yang mungkin mendasarinya.

3. Tes darah

Tes darah yang dilakukan trgantung pada apa yang dokter curigai sebagai penyebab limfadenopati. Tes darah tertentu dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan kondisi yang diduga mendasari. Beberapa tes spesifik akan dilakukan, tergantung pada penyebab yang dicurigai, tetapi kemungkinan besar akan mencakup hitung darah lengkap (DL).

4. Rontgen

Pemeriksaan X-ray atau computerized tomography (CT) di area yang terkena dapat membantu menentukan sumber potensial infeksi atau menemukan tumor.

5. Biopsi kelenjar getah bening

Dokter akan mengambil sampel dari kelenjar getah bening untuk pemeriksaan mikroskopis.

Penanganan

Limfadenopati yang disebabkan oleh virus dapat kembali normal setelah infeksi virus selesai. Antibiotik tidak berguna untuk mengobati infeksi virus. Perawatan untuk penyakit ini lainnya tergantung pada penyebabnya:

1. Infeksi

Perawatan yang paling umum untuk penyakit ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah antibiotik. Jika kelenjar limfadenopati disebabkan oleh infeksi HIV, maka seseorang akan menerima perawatan khusus untuk kondisi tersebut.

2. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Jika penyebabnya adalah kondisi tertentu, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, pengobatan diarahkan pada kondisi yang mendasarinya.

3. Kanker

Jika penyebabnya kanker maka membutuhkan pengobatan kanker. Tergantung pada jenis kankernya, perawatan mungkin melibatkan operasi, radiasi atau kemoterapi.

4. Pembedahan

Pembedahan umumnya berupa biopsi. Jika terjadi penyakit ini, pengambilan cairan getah bening mungkin diperlukan untuk kultur dan pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena bisa dilakukan atas indikasi tertentu.

Komplikasi

Jika infeksi adalah penyebab limfadenopati dan tidak diobati, komplikasi ini mungkin terjadi:

  • Terbentuknya abses

Abses adalah kumpulan nanah yang terlokalisasi yang disebabkan oleh infeksi. Nanah mengandung cairan, sel darah putih, jaringan mati dan bakteri atau organisme lainnya.

  • Penyebaran infeksi melalui aliran darah

Infeksi bakteri di mana saja pada bagian tubuh, dapat berkembang menjadi sepsis -yang merupakan infeksi besar pada aliran darah. Sepsis dapat berkembang menjadi kegagalan organ dan kematian.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

 

 

PJ/MA

Referensi