Levofloxacin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Levofloxacin

 

Levofloxacin merupakan antibiotik golongan kuinolon yang dapat diberikan secara oral, intravena atau opthalmika. Obat ini memiliki efek aktivitas membunuh kuman (bakterisidal) pada spektrum yang luas, terutama kuman penyebab infeksi saluran napas dan paru-paru atipikal.

Nama Generik

Levofloxacin

Merek Dagang

Aflox; Armolev; Cendo LFX; Corvox; Cravit; Cravox; Difloxin; Elvacin; Evofion; Farlev; Floxacap; Floxacom; Floxamei; Floxidin; Ikaquix; Inacid; Lecrav; Lefos; Lekuicin; Levocap; Levocin; Levonic; Levoquin; Levores; Levovid; Levoxal; Lexa; Lovequin; Lovesco; Lq-500; Lq-750; Medcolev; Melov; Metilev; Mosardal; Nislev; Nufalev; Prolecin; Prolevox; Reskuin; Rilevo; Rinvox; Salvox; Simlev; Tevox; Volequin; Volox; Voxin; Zenilev; Zidalev; Zoquin.

Pengertian

Levofloxacin merupakan antibiotik golongan kuinolon yang dapat diberikan secara oral, intravena atau opthalmika. Obat ini mengandung senyawa aktif yang mirip dengan ofloxacin. Obat ini memiliki efek aktivitas membunuh kuman (bakterisidal) pada spektrum yang luas baik kuman Gram negatif dan kuman Gram positif, terutama kuman penyebab infeksi saluran napas dan paru-paru atipikal.

Golongan

Antibiotik, Flourokuinolon

Sediaan

  • Cairan infus 5 mg/mL (500 mg/100 mL; 750 mg/150 mL)
  • Tablet salut selaput 250 mg
  • Tablet salut selaput 500 mg
  • Tablet salut selaput 750 mg
  • Cairan injeksi 5 mg/mL
  • Cairan tetes mata 0,5% (5 mg/mL).

Indikasi

Dosis untuk pemberian injeksi atau melalui infus intra vena (cairan injeksi dan cairan infus) dan dosis untuk pemberian oral (tablet salut selaput)

  • Eksaserbasi bakteri akut pada bronkitis kronis:
    • Dosis dewasa: 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 7 hari.
  • Bakteremia yang terkait dengan pemasangan infus (karena spesies Chryseobacterium (Flavobacterium))
    • Dosis dewasa: 750 mg IV setiap 24 jam.
  • Prostatitis bakterialis, kronis
    • Dosis dewasa: 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 28 hari.
  • Sinusitis bakterial, akut:
    • Dosis dewasa: 750 mg IV / oral setiap 24 jam selama 5 hari; ATAU 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 10 hingga 14 hari.
    • Dosis dewasa pada Alergi beta-laktam, lini kedua: 500 mg IV / oral setiap hari.
  • Infeksi klamidia
    • Dosis dewasa: 500 mg per oral satu kali sehari selama 7 hari.
  • Pneumonia komunitas
    • Dosis dewasa: 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 7 hingga 14 hari ATAU 750 mg IV / oral setiap 24 jam selama 5 hari.
    • Dosis anak (6 bulan sampai 5 tahun): 16-20 mg/kgBB/hari IV/oral dibagi dalam 2 dosis setiap 12 jam selama 10 hari; maksimal 750 mg/hari. Durasi pemberian dapat lebih singkat pada pasien dengan gejala ringan dan lebih lama pada infeksi yang lebih parah.
    • Dosis anak (5-16 tahun): 8-10 mg/kgBB/hari IV/oral satu kali sehari/ durasi pemberian selama 10 hari dan dapat lebih singkat pada pasien rawat jalan yang mengalami infeksi ringan dan lebih lama pada infeksi resisten atau infeksi lebih parah.
    • Dosis remaja dengan tulang yang lebih matang: 500 mg oral satu kali sehari. Durasi pemberian selama 10 hari. Dapat lebih singkat pada pasien rawat jalan yang mengalami infeksi ringan dan lebih lama pada infeksi resisten atau infeksi lebih parah.
  • Infeksi saluran kemih komplikata
    • Dosis dewasa: 250 mg IV / oral setiap 24 jam selama 10 hari untuk infeksi karena Enterococcus faecalis, Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa.
    • Dosis dewasa: 750 mg IV / oral setiap 24 jam selama 5 hari untuk infeksi karena Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis.
  • Epididimitis yang  disebabkan oleh organisme enterik
    • Dosis dewasa: 500 mg secara oral sekali sehari selama 10 hari.
  • Epididimitis yang disebabkan oleh klamidia yang ditularkan secara seksual, gonore, dan organisme enterik pada pria yang melakukan seks anal insertif
    • Dosis dewasa: 500 mg secara oral sekali sehari selama 10 hari ditambahkan dengan ceftriaxone 250 mg IM sebagai dosis tunggal.
  • Pneumonia yang didapat di rumah sakit
    • Dosis dewasa: 750 mg IV (diberikan melalui infus lambat lebih kurang 90 menit) atau secara oral setiap 24 jam selama 7 hingga 14 hari ATAU 750 mg IV setiap 24 jam selama 7 hari
  • Infeksi kulit dan/atau jaringan subkutan
    • Dosis dewasa tanpa komplikasi: 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 7 hingga 10 hari.
    • Dosis dewasa dengan komplikasi: 750 mg IV / oral setiap 24 jam selama 7 hingga 14 hari.
  • Terhirup Anthrax atau pasca paparan
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: 500 mg IV / oral setiap 24 jam selama 60 hari
    • Dosis anak (>6 bulan dengan berat badan >50 kg): 500 mg IV/oral setiap 24 jam selama 60 hari.
    • Dosis (>6 bulan dengan berat badan <50 kg): 8 mg/kg IV/oral setiap 12 jam selama 60 hari; dosis maksimal 250 mg/dosis pemberian.
  • Nongonococcal urethritis
    • Dosis dewasa: 500 mg per oral satu kali sehari selama 7 hari.
  • Plaque
    • Dosis dewasa untuk pengobatan dan profilaksis, 500 mg IV / oral satu kali setiap 24 jam selama 10 hingga 14 hari; dimulai sesegera mungkin setelah diketahui atau diduga terpapar Yersinia .
    • Dosis dewasa untuk pengobatan: 500 mg per oral / IV sekali sehari selama 10 hingga 14 hari atau hingga 2 hari setelah demam reda; 750 mg dosis dapat digunakan jika terindikasi secara klinis.
    • Dosis anak (>6 bulan dengan berat badan >50 kg): 500 mg IV/oral setiap 24 jam selama 10-14 hari.
    • Dosis anak (>6 bulan dengan berat badan <50 kg): 8 mg/kg IV/oral setiap 24 jam selama 10-14 hari.
  • Pielonefritis akut
    • Dosis dewasa: 250 mg IV / oral setiap 24 jam selama 10 hari untuk infeksi karena coliATAU  750 mg IV / oral setiap 24 jam selama 5 hari untuk infeksi karena E. coli termasuk kasus dengan bakteremia konkuren ATAU 750 mg per oral satu kali sehari selama 5 hari (pemberian dosis pedoman).
  • Diare setelah berpergian (Travellers Diarrhea)
    • Dosis Dewasa: 500 mg per oral satu kali sehari selama 1 hingga 3 hari.
  • Tuberkulosis
    • Dosis dewasa: 500 hingga 1000 mg IV / oral sekali sehari (dosis pedoman)
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.
    • Dosis dewasa: 250 mg IV / oral setiap 24 jam selama 3 hari Dosis untuk pemberian per oral (tablet).

Dosis untuk pemberian tetes mata

  • Konjungtivitis bakteri:
    • Dosis dewasa: (cairan tetes mata 0,5%) 1 hingga 2 tetes pada mata yang terkena  setiap 2 jam saat bangun (Maksimal, 8 kali / hari) pada hari 1 dan 2; 1-2 tetes setiap 4 jam saat bangun (Maksimal 4 kali / hari) pada hari ke 3-7.
    • Dosis anak (>1 tahun): 1 hingga 2 tetes pada mata yang terkena  setiap 2 jam saat bangun (Maksimal, 8 kali / hari) pada hari 1 dan 2; 1-2 tetes setiap 4 jam saat bangun (Maksimal 4 kali / hari) pada hari ke 3-7.
  • Ulkus kornea
    • Dosis dewasa: (cairan tetes mata 0,5%) Hari 1 sampai 3, 3 hingga 6 tetes setiap 30 menit sampai 2 jam saat bangun dan 4 jam dan 6 jam saat tidur; hari ke 4 hingga berakhir masa rawatan, 3 hingga 6 tetes setiap 1 hingga 4 jam saat bangun.
    • Dosis anak: sama denan dosis dewasa.

Catatan

  • Untuk sedian injeksi dan oral tidak tersedia bukti keamanan dan efektivitas pemberian obat pada anak dengan usia <6 tahun

Kontraindikasi

Levofloxacin sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas levofloksasin, atau antibiotik kuinolon lainnya, termasuk ofloxacin dan komponen pembuat produk lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Levofloxacin yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda penurunan mood (depresi), seperti perasaan ingin bunuh diri, tidak percaya diri, peningkatan emosi, cemas, dan kurang bersemangat.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning.
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat
  • Denyut jantung lebih cepat dan terasa tidak normal
  • Merasa lemah dan lelah
  • Perubahan ketajaman pandangan
  • Halusinasi
  • Mimpi buruk
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Memar atau perdarahan
  • Kesulitan berjalan
  • Tidak mampu untuk berkemih
  • Gatal pada vagina
  • Demam atau menggigil
  • Masalah saraf pada lengan, tangan, tungkai, atau kaki dapat terjadi pada pasien yang mengonsumsi obat ini.
  • Diare sangat sering terjadi pasca mengonsumsiobat ini.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Perut nyeri dan begah
  • Diare
  • Nyeri kepala

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Levofloxacin. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Levofloxacin.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Levofloxacin pada ibu menyusui belum dapt ditentukan dan dipastikan risiko terhadap bayi.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Levofloxacin
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Bila anda mengalami masalah pemanjangan segmen QT pada pemeriksaan elektrokardiografi atau kadar kalium yang rendah
    • Sampaikan bila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko tendon otot mengalami iritasi atau robekan. Risiko ini lebih tinggi pada lanjut usia (>60 tauhun), pasien dengan gangguan ginjal, jantung, atau transplantasi paru, atau pasien yang mengonsumsi obat kortikosteroid.
  • Segera hubungi dokter bila merasakan nyeri punggung atau nyeri sendi dan pembengkakan.
  • obat ini tidak dapat diberikan pada pasien Myasthenia Gravis. Suatu kondisi yang sangat buruk dapat terjadi.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Levofloxacin telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Levofloxacin. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Mesoridazine
    • Amifampridine
    • Piperaquine
    • Terfenadine
    • Bepridil
    • Amisulpride.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Warfarin
    • Rasagiline
    • Hidrokloroquin
    • Deonepezil
    • Acenocoumarol
    • Theophylline
    • Citalopram
    • Cyclobenzaprine
    • Cyclobenzaprine
    • Bedaquiline
    • Tizanidine
    • Tizanidine
    • Fluoxetine
    • Ivabradine
    • Ondansetron
    • Quetiapine
    • Sevoflurane
    • Metronidazole
    • Moxifloxacin
    • Efavirenz
    • Hydroxyzine
    • Sertraline.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Produk Yang Mengandung Aluminum, Kalsium Atau Magnesium seperti antasida
    • Zat Besi
    • Lanthanum
    • SucralfatePropranolol Lixisenatide.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet dan tetes mata, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter. Obat dalam sediaan cairan injeksi tidak disimpan di rumah dan hanya dapat diberikan oleh dokter di layanan kesehatan (Klinik atau rumah sakit).

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi