Laringitis ; Penyebab, Diagnosis dan Penanganan

laringitis

Laringitis adalah kondisi peradangan di daerah laring dan pita suara yang penyebabnya pun bermacam-macam. Laringitis dibagi menjadi dua yaitu akut dan kronis, dimana kondisi akut berlangsung kurang dari 3 minggu sedangkan yang kronis berlangsung lebih dari 3 minggu.

Go Dok Pernahkah Anda mengalami suara serak sampai sama sekali tidak dapat mengeluarkan suara selama beberapa hari? Hal tersebut adalah gejala dari penyakit laringitis. Jika sudah terkena, tentu akan repot jadinya. Nah, untuk mencegahnya sejak dini, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal Laringitis

Di bagian leher, terdapat laring yang berbentuk  seperti suatu saluran dimana bagian atas lebih besar dan lebih kecil dibagian bawahnya. Laring sendiri merupakan bagian terbawah dari saluran nafas atas. Pada bagian atas terhubung dengan pangkal lidah, rahang bawah, dan tengkorak yang terkait dengan otot-otot yang akan menyebabkan terjadinya pergerakan laring yang berfungsi untuk menelan, pengucapan pelafalan saat bicara, pergerakan pita suara yang berfungsi untuk menghasilkan suara.

Pada saat terjadinya suatu infeksi pada laring, kondisi inilah yang disebut sebagai penyakit laringitis. Jadi yang dimaksud dengan laringitis adalah kondisi peradangan di daerah laring dan pita suara yang disebabkan oleh berbagai macam sebab. Kondisi ini terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronis, dimana kondisi akut berlangsung kurang dari 3 minggu sedangkan yang kronis berlangsung lebih dari 3 minggu.

Kasus penyakit ini dapat menyerang berbagai usia, tetapi pada usia anak dapat menimbulkan kegawatan karena bisa menimbulkan sumbatan jalan nafas yang terjadi sangat lebih cepat dari pada pasien dewasa.

Penyebab dan Faktor risiko

Penyebab tersering dari laringitis adalah penggunaan suara berlebihan jangka pendek dan infeksi saluran nafas bagian atas. Penyebab infeksi paling sering adalah beberapa virus (rhinovirus, parainfluenza virus, adenovirus, measles, mumps, bordetella pertussis dan varicella zoster), diikuti oleh infeksi bakteri dan jamur. Kondisi ini dapat pula muncul bersamaan dengan gejala peradangan sinus. Tingginya polusi udara di suatu daerah, merokok, peminum alkohol, penggunaan inhaler asma jangka panjang, dan naiknya asam lambung ke tenggorokan lewat kerongkongan pada kasus penyakit refluks gastroesofageal  (GERD) merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ini.

Berbagai penyebab tersebut dapat menyebabkan peradangan pada laring dan membuat pergerakannya terganggu. Jika terjadi peradangan pula pada pita suara maka bagian tersebut akan membengkak dan mengganggu proses pergerakan pita suara. Keadaan ini akan menyulitkan untuk menghasilkan suara yang baik, sehingga muncul suara yang serak. Terkadang kondisi bengkaknya sangat besar dan dapat mengakibatkan hilangnya total aktivitas pita suara sementara.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan oleh dokter dengan wawancara langsung dengan pasien, gejala yang paling sering dikeluhkan adalah suara serak, rasa tersangkut di tenggorokan, batuk kering atau hilangnya suara, disertai gejala lainnya yaitu demam, kelemahan umum, pilek, nyeri menelan, hingga kesulitan dalam bernapas. Sensasi perasaan tersangkut di tenggorokan menyebabkan pasien sering berdehem tanpa adanya pengeluaran lendir.

Pada pemeriksaan fisik menggunakan kaca laring, dapat dilihat kondisi yang menunjukan adanya peradangan berwarna kemerahan dan pita suara yang menebal di beberapa bagian dan tidak beraturan, atau bahkan dapat ditemukan adanya lendir  kental yang menutupi celah pita suara tersebut.

Pemeriksaan penunjang khusus untuk menegakkan diagnosa penyakit ini adalah dengan menggunakan laringoskop. Bersamaan dengan prosedur tersebut, dapat pula dilakukan pengambilan sample dari lendir di laring untuk diperiksakan di laboratorium yang berguna untuk menentukan jenis penyebabnya apakah virus, jamur atau oleh bakteri.

Penanganan

Penyakit laringitis tidak perlu terlalu ditakutkan karena umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan utama dan paling mudah pada kasus penyakit ini adalah dengan pencegahan penggunaan suara secara berlebihan atau bisa disebut dengan istirahat berbicara (tidak berbicara sama sekali) selama 2-3 hari, serta dengan menghindari bahan yang bersifat iritatif terhadap laring seperti asap rokok, makanan pedas ataupun minum es. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghirup udara lembap contohnya uap dari air yang panas, kegunaanya adalah untuk melembutkan jalan nafas atas dan membantu membersihkan lendir-lendir.

Bila disertai dengan batuk dan peradangan maka diberikan obat batuk serta obat anti radang. Obat-obatan antihistamin digunakan untuk mencegah rasa gatal yang dapat merangsang aktivitas dari laring. Penggunaan obat antibiotika hanya diberikan pada pasien yang disertai infeksi bakteri dan peradangan pada paru.

Pencegahan

Beberapa cara yang dapat  dilakukan agar terhindar dari penyakit laringitis, seperti dibawah ini :

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan jangan merokok.
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Jika beraktivitas diluar ruangan dan berisiko terpapar debu, gunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut
  • Jangan berbaring setelah makan agar asam lambung tidak naik ke tenggorokan.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayuran
  • Jika perlu lakukan vaksinasi flu sesuai dengan saran dokter.
Komplikasi

Karena infeksi ini berjalan perlahan dan umumnya tubuh masih dalam keadaan baik, maka umumnya penderita tidak terlalu menghiraukan adanya keluhan. Tetapi jika terus dibiarkan kerusakan akan terus terjadi dan pada suatu saat dimana sudah banyak lokasi infeksi maka kerusakan di bagian laring dan pita suara sudah tidak dapat dihindari lagi yang berakibat suara parau.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

HW/PJ/MA

Referensi