Kuteks dan Kuku Palsu : Mana yang Lebih Berbahaya?

kuteks dan kuku palsu

Go DokKuteks dan kuku palsu- Bagi wanita modern yang tinggal di kota metropolitan, menjaga penampilan setiap harinya menjadi suatu hal yang wajib dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan rajin mewarnai kuku, atau memakai kuku palsu saat bepergian ke tempat-tempat gaul. Namun, tahukah Anda bahwa masing-masing teknik mempercantik kuku tersebut memilikinya bahaya tersendiri? Bahkan sulit ditentukan mana yang lebih berbahaya baik kesehatan kuku Anda, di antara kuteks dan kuku palsu. Nah, mau tahu apa saja bahaya kuteks dan kuku palsu? Mari simak penjelaan lengkapnya berikut ini!

Apa saja bahaya menggunakan kuteks?

Kuteks biasa pula disebut sebagai cat kuku, yang hadir dalam berbagai warna dan memungkinkan kuku Anda tampak cerah setiap harinya. Namun, tentu Anda harus sadar bahwa cat kuku terbuat dari berbagai macam bahan kimia. Memang, untuk kuteks-kuteks yang bermerk jelas, bahan kimia yang digunakan tidaklah berbahaya. Namun, nyatanya banyak pewarna kuku murah yang dijual dan Anda kerapkali membelinya karena harganya yang terjangkau. Inilah yang selalu harus Anda waspadai, karena biasanya kuteks murah tersebut mengandung kadar aseton yang lebih tinggi, dan baunya lebih menyengat.

Tak hanya itu, dua bahan kimia yang biasa ditemukan pada kuteks, yaitu formaldehyde dan toluene, bisa berbahaya jika dihirup terlalu banyak, terutama oleh wanita hamil. Karenanya, Anda haruslah membatasi penggunaan cat kuku sebisa mungkin. Atau, gunakan kuteks dan pembersihnya yang bebas aseton dan bahan kimia lain. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan salon yang memberikan Anda perawatan menikur-pedikur, dan pastikan kuteks serta pewarna yang mereka gunakan aman untuk Anda.

Apa saja bahaya menggunakan kuku palsu?

Sejatinya, kuku palsu memiliki sedikit efek terhadap kuku asli Anda, maupun kesehatannya. Namun, tidak jarang, kuku palsu yang Anda gunakan bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti infeksi. Pasalnya, saat kuku palsu Anda rusak atau kuku asli Anda tumbuh secara alami, maka akan tercipta sebuah celah di antara keduanya. Celah ini bisa menjadi lingkungan yang hangat di mana infeksi kuku bisa lebih mudah muncul. Infeksi tersebut bisa pula terjadi jika kuku palsu Anda terlalu panjang, terlalu tebal, atau dipakaikan dengan peralatan  yang tidak steril. Selain itu, celah di antara kuku palsu dan kuku asli bisa pula menjadi lingkungan yang nyaman bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Hasilnya, kuku asli Anda pun menjadi lebih rentan terkena penjamuran.

Ditambah lagi, bahan dan komponen dari kuku palsu bisa pula memicu reaksi alergi pada kulit Anda. Biasanya, tanda-tanda infeksi pada kuku adalah munculnya bercak kemerahan, pembengkakan, dan bintil bernanah. Untuk alergi, ciri utamanya adalah timbul bercak kemerahan dan rasa gatal-gatal.

Lalu, manakah yang lebih berbahaya di antara kuteks dan kuku palsu?

Sejatinya, hal ini tidak bisa ditentukan secara pasti, karena masing-masing produk tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang bisa menjadi berbahaya. kuteks dan kuku palsu pun sama-sama memiliki produk terbaik, yang sama sekali tidak berbahaya. Namun, mereka juga memiliki produk-produk “kacangan” yang terlalu murah dan tidak jelas kandungannya. Jadi, yang penting sebenarnya adalah bagaimana Anda pintar-pintar memilih produk kecantikan yang akan Anda gunakan. Sesuaikan dengan riwayat alergi, dan jangan beli yang terlalu murah.

Nah, itu dia penjelasan tentang bahaya kuteks dan kuku palsu yang mungkin bisa berguna untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi