Kondiloma Akuminata; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

kondiloma akuminata

Kondiloma Akuminata merupakan sebuah Penyakit Menular Seksual (PMS) akibat perilaku seks bebas dan sering berganti pasangan. Salah satu gejalanya adalah munculnya kutil kelamin di area seksual pria maupun wanita, yang disebabkan oleh penyebaran Human Papiloma Virus (HPV) tipe 6.

Mengenal Kondiloma Akuminata

Di antara begitu banyaknya penyakit menular seksual, penyakit yang dikenal sebagai kutil kelamin ini mungkin adalah yang paling sering kita dengar. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) USA mengatakan bahwa  50% dari semua individu yang aktif secara seksual di seluruh dunia dapat menderita kutil kelamin, tanpa preferensi etnis atau ras tertentu.

Meskipun paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda, penyakit ini juga bisa terjadi pada individu yang lebih tua. Meskipun kondisinya terjadi pada insidens yang sama pada pria dan wanita, wanita tampaknya memiliki resiko infeksi lebih sering  daripada pria.

Kondiloma Akuminata adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling umum (PMS). Penyakit ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual langsung, anal, atau oral dengan pasangan yang terinfeksi. Nama lain dari penyakit ini adalah Genital Wart (Kutil Kelamin) atau Anogenital Wart (Kutil Anus).

Penyebab

Kondiloma Akuminata disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6 atau tipe 11. Tipe yang kurang umum adalah tipe 16,18,31,33, dan 35. Sebenarnya HPV adalah mikroorganisme sangat kecil yang ditransmisikan secara seksual.

Infeksi ini dapat berupa tumor jinak atau non-kanker kulit serta pertumbuhan selaput lendir yang terjadi pada daerah genital dan perianal. Kutil muncul sebagai benjolan ganda, lembut, berwarna sama dengan kulit pada genitalia dan daerah sekitarnya. Penyakit ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko kondiloma akuminata meliputi:

  • Seks tanpa kondom
  • Seks bebas dengan beberapa orang bergantian (terutama memiliki resiko infeksi dan riwayat seksualnya tidak diketahui
  • Penggunaan mainan seks (seks toys)
  • Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Sistem kekebalan yang lemah seperti pasien dengan HIV/AIDS dan sebagainya
  • Penggunaan pil KB
  • Kehamilan

Selalu penting untuk mendiskusikan pengaruh faktor risiko dengan dokter Anda. Namun, walaupun Anda tidak memiliki faktor resiko di atas tidak berarti mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini jika Anda aktif secara seksual.

Gejala dan Tanda

Setelah terpapar HPV, gejala  bisa timbul dalam 1-8 bulan kemudian. Tanda dan gejala kondiloma akuminata bisa meliputi:

  • Infeksi Subklinis (tanpa gejala) yang menyebabkan kutil tidak terlihat pada tubuh penderita, walaupun sebenarnya telah terinfeksi. Ini disebut infeksi subklinis dan individu disebut pembawa/carrier (tidak memiliki tanda atau gejala). Walaupun tidak terlihat, penderita infeksi ini tetap berpotensi untuk menginfeksi orang lain yang tidak terinfeksi.
  • Ada lesi atau kutil yang terbilang banyak, biasanya tidak hanya satu kutil. Genital warts biasanya memiliki warna kulit.
  • Kutil umumnya hadir sebagai benjolan kecil sampai besar di daerah genital dan dapat berkelompok. Beberapa dari kelompok ini memberi gambaran seperti kembang kol. Terkadang, kutil sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang.
  • Kutil biasanya terasa lembut untuk disentuh di daerah yang lembab (vulva) tapi teraba keras di daerah yang kering seperti di lipat paha dan batang penis.
  • Pada pria, kutil umumnya terlihat pada ujung dan batang penis, di bawah preputium, pada mahkota penis, uretra, buah zakar (skrotum) atau paha.
  • Pada wanita, biasanya terlihat adanya kutil di dalam dan di luar vagina (vulva), di mulut rahim (serviks) atau uretra.
  • Baik pria maupun wanita, bisa dilihat adanya kutil di dalam dan sekitar anus (perianal).
  • Kondiloma akuminata juga dapat ditemukan di dalam mulut atau tenggorokan, saat infeksi ditularkan melalui kontak seksual oral.
  • Beberapa individu mungkin mengalami gatal atau sensasi terbakar.
  • Wanita mungkin mengeluh perdarahan atau nyeri saat bersenggama.
Diagnosis

Dokter akan melakukan sejumlah prosedur berikut sebelum menegakkan diagnosis kondiloma akuminata:

  • Evaluasi menyeluruh riwayat kesehatan individu dan pemeriksaan fisik lengkap yang meliputi pemeriksaan penis, skrotum, vagina, vulva, paha, anus, perineum, kulit yang berdekatan, dan rongga mulut.
  • Kapan gejalanya dimulai dan apakah semakin parah.
  • Riwayat praktik seksual, metode KB yang digunakan, riwayat penyakit menular seksual lainnya.
  • Dokter juga dapat mencari tanda dan/atau tes untuk memastikan adanya PMS lain, lesi prakanker atau kanker, dll.

Selain prosedur di atas, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti berikut ini:

  • Kolposkopi, alat untuk melihat secara dekat vulva, vagina, dan leher rahim.
  • Uji asam asetat (dengan kolposkopi): sejumlah kecil zat asam asetat ditempatkan di daerah yang dicurigai untuk membedakan kutil (yang memberi warna lebih terang) dari daerah normal di sekitarnya. Terkadang, daerah yang terinfeksi tidak terlihat dengan mata telanjang bisa terlihat melalui tes ini.
  • Pengujian HPV di laboratorium.
  • Pap smear: Sel dikumpulkan dari ujung rahim (serviks) untuk memeriksa adanya HPV dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari lesi prakanker atau kanker terkait.
  • Biopsi jaringan dan histopatologi: dalam prosedur ini, dokter menghapus sampel jaringan kutil dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan histopatologis. Ahli patologi memeriksa biopsi di bawah mikroskop dan sampai pada diagnosis pasti setelah evaluasi lengkap temuan klinis dan mikroskopis, serta dengan mengkorelasikan hasil penelitian khusus, seperti pengujian DNA HPV, ISH, atau PCR pada jaringan (jika diminta).

Konsultasikan kondisi penderita dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, jika kutil kelamin disebabkan oleh gejala Penyakit Menular Seksual lainnya.

Penanganan

Tidak semua genital warts membutuhkan perawatan, cukup hanya diobati di rumah. Dokter juga bisa saja merekomendasikan pilihan pengobatan terbaik berdasarkan keadaan kesehatan masing-masing individu. Pilihan pengobatan untuk kondiloma akuminata meliputi:

  • Obat-obatan

Penting untuk dicatat bahwa obat-obatan yang tersedia untuk pengobatan ‘kutil’ bebas hanya ditujukan untuk area non-genital saja. Dokter mungkin mencoba salah satu resep obat topikal berdasarkan gejala klinis Anda. Obat-obat berbentuk salep harus dioleskan langsung di atas kutil. Obat topikal/obat oles ini  meliputi:

  1. Imiquimod: Ini bertindak dengan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan kutil. Disarankan untuk menghindari kontak seksual saat menggunakan obat ini, karena bisa mengurangi efek kondom dan bisa mengganggu kulit pasangan.
  2. Podophyllin: Ini bekerja dengan menghancurkan jaringan kutil. Namun, obat ini tidak bisa digunakan selama kehamilan.
  3. Asam trikloroasetat: Ini bekerja dengan menghancurkan jaringan kutil dan dioleskan oleh dokter.
  • Metode Bedah

Pembedahan mungkin diperlukan jika kutilnya besar, tidak respons dengan pengobatan, atau jika individu tersebut sedang hamil. Perlu diingat, operasi bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, kemerahan, atau bahkan bekas luka.

Satu hal yang perlu diingat, metode pembedahan ini hanya bertujuan untuk menghilangkan kutil, bukan untuk mengobati penyebab kutil sehingga ada kemungkinan kutil akan kambuh kembali. Cara operasi yang tersedia meliputi:

  1. Cryotherapy: Nitrogen cair digunakan untuk membekukan jaringan kutil dan membentuk melepuh pada kulit.
  2. Bedah eksisi: Kutil dapat dilepas dengan menggunakan alat bedah sederhana sebagai prosedur rawat jalan di puskesmas.
  3. Elektrokauter: Penangaan dengan cara membakar jaringan kutil menggunakan arus listrik.
  4. Pengobatan laser CO2 untuk menghancurkan kutil.
Komplikasi

Kondiloma akuminata dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti:

  • Kekambuhan setelah perawatan
  • Lesi uretral dapat menyebabkan penyumbatan aliran urin
  • Selama kehamilan, lesi genital ini bisa menjadi aktif (bisa menjadi besar), bisa menyebabkan perdarahan, atau mengganggu persalinan.
  • Genital warts biasanya tidak menjadi kanker. Meskipun demikian, mereka mungkin terkait dengan infeksi HPV yang nantinya dapat menyebabkan kanker. Penting untuk dicatat bahwa jenis HPV lainnya terutama 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks. Dan jenis lainnya, selain dari 6, 11, 16, dan 18 menyebabkan kutil di bagian tubuh yang lain.
Pencegahan

Langkah-langkah pencegahan kondiloma akuminata meliputi:

  • Penggunaan kondom (melakukan seks aman)
  • Hindari berganti-ganti pasangan; usahakan menjaga hubungan monogami
  • Hindari kontak seksual dengan individu yang memiliki genital warts
  • Lakukan Vaksin HPV (baik untuk wanita dan pria berusia antara 9 dan 26 tahun) untuk membantu mencegah kanker serviks dan genital warts.
  • Beritahu pasangan Anda jika Anda menderita penyakit ini karena mereka mungkin memiliki infeksi yang sama dan memerlukan perawatan.

 

Baca juga:

 

Gunakan aplikasi Go Dok untuk berkonsultasi seputar kesehatan Anda dengan dokter online yang selalu siaga 7 x 24 jam langsung dari smartphone Anda. Tunggu apalagi, segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

VH/PJ/TP

Referensi