Kolelitiasis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Kolelitiasis

Kolelitiasis merupakan pembentukan batu di dalam empedu; batu empedu ini bisa terdapat di dalam kandung empedu atau dalam saluran pengeluaran cairan empedu. Lalu, bagaimana gejala, penyebab dan penanganan penyakit ini?

 

Go Dok – Pola hidup yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda seperti munculnya gangguan pada organ empedu atau dalam istilah medis dikenal dengan kolelitiasis. Yuk, mengenal gejala, penyebab dan penanganan penyakit yang satu ini!

Mengenal Kolelitiasis

Salah satu masalah saluran cerna adalah kolelitiasis yang merupakan penyebab perawatan di rumah sakit dan kematian menjadi tinggi. Penyakit ini memiliki definisi pembentukan batu di dalam empedu; batu empedu ini bisa terdapat di dalam kandung empedu atau dalam saluran pengeluaran cairan empedu. Ukuran besar batu empedu sangat bervariasi dan beragam bentuknya mulai dari seukuran pasir hingga  sangat besar yang terakhir dilaporkan adalah seukuran bola golf.

Karena adanya batu ini di empedu, maka organ yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan penyaluran zat empedu untuk metabolisme lemak dari saluran pencernaan dapat terganggu dan menimbulkan komplikasi lanjutan nantinya. Di Amerika, angka terjadinya penyakit ini diperkirakan terjadi 20% pada wanita dan 8 % pada pria. Dan dari perbandingan usia umumnya selalu diatas 40 tahun. Di Indonesia sendiri belum terdapat adanya data yang akurat tentang jumlah penyakit kolelitiasis, tetapi diperkirakan penyakit ini terus meningkat jumlahnya.

Penyebab dan Faktor risiko

Terjadinya penyakit ini ternyata dipengaruhi oleh kolesterol yang kental dan mengendap sehingga menjadi batuan kristal kolesterol. Kristal-kristal tersebut, kemudian berikatan satu sama lain dan akan membesar. Batu ini dapat diam atau berpindah dan menyumbat saluran pengeluaran empedu.

Tidak hanya karena kolesterol, tetapi zat dari cairan empedu sendiri juga dapat menjadi penyebab terbentuknya batu. Pembentukan batu jenis ini biasanya dihubungkan dengan sumbatan saluran empedu, adanya bakteri, dan kadar lemak yang tinggi.

Selain faktor diatas ternyata penyakit ini dipengaruhi pula oleh obesitas, diabetes, kelompok usia menengah (diatas 40 tahun), jenis kelamin wanita, memiliki riwayat penyakit kandung empedu dan terdapatnya kelainan pada pankreas.

Gejala

Gejala yang umumnya dikeluhkan  pasien adalah mual, muntah,  rasa nyeri di daerah dada atau uluhati serta perut kanan atas, Heartburn (sensasi hangat atau terbakar pada dada & terjadi seperti cenderung bergerak naik menuju leher), intoleransi terhadap makanan berlemak, terdapatnya udara atau gas dalam jumlah berlebihan dalam lambung atau usus, sehingga menimbulkan buang gas terus-menerus. Jika batu menutup seluruh saluran empedu dan menyebabkan bilirubin masuk ke pembuluh darah gejala, yang muncul adalah ikterik (kulit berwarna kekuningan) dan terasa gatal.

Diagnosis

Diagnosis kolelitiasis berdasarkan wawancara medis dari keluhan yang diungkapkan pasien. Pada pemeriksaan fisik umumnya sangat bervariasi hasilnya mulai dari tensi dan nadi yang berfluktuatif demam dan nyeri pada penekanan perut sebelah kanan.

Diagnosis secara lebih pasti yaitu dengan melakukan pemeriksaan USG yang merupakan pilihan pertama dan sangat sensitif (>95%) untuk mendiagnosa. Bisa juga dengan rontgen yang dapat melihat adanya batu.

Beberapa alat diagnostik yang akan digunakan untuk menilai kondisi Anda antara lain:

  • Pemeriksaan ultrasound atau USG
  • Computed Tomography (CT) Scan
  • Magneting resonance imaging (MRI)
  • Cholescintigraphy
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatogrpahy (ERCP).
Penanganan

Perawatan yang cepat, spesifik dan menyeluruh sangat penting pada kasus penyakit ini. Pada kasus kolelitiasis  yang  harus dilakukan sesegera mungkin adalah perubahan pola hidup seperti mengurangi berat badan jika obesitas, menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, mengurangi makanan berlemak dan olah raga teratur. Pada tahap awal dapat diberikan obat bile acid  chenodeoxycholic acid (CDCA) yang berfungsi melarutkan seluruhnya atau sebagian batu empedu kolesterol.

Apabila tidak berhasil dan masih menimbulkan keluhan serta komplikasi lanjutan dapat dilakukan tindakan penghancuran batu dengan gelombang  yaitu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsi (ESWL). Dan jika masih tidak berhasil maka jalan terakhir adalah dengan dilakukan tindakan operasi atau pembedahan.

Terapi yang paling umum untuk penanganan batu empedu adalah pembuangan kantung empedu secara pembedahan melalui prosedur seperti dibawah ini:

  • Kolekistektomi laparoskopik 

Prosedur ini dilakukan dengan membuat irisan kecil pada perut sehingga peralatan laparoskop dapat dimasukkan melalui celah kecil tersebut untuk menjalankan proses operasi.

  • Kolekistektomi terbuka 

Prosedur ini merupakan pembedahan yang lebih invasive, dan dilakukan jika sudah terjadi peradangan kantung empedu yang berat.

Komplikasi

Batu empedu bisa menyebabkan luka di dalam kandung empedu, peradangan, infeksi berat, sampai penyumbatan pada saluran empedu, yang mana hal ini umumnya akan menyebabkan beberapa komplikasi serius seperti :

  • Abses kantong empedu
  • Pankreatitis Akut
  • Radang Kantong Empedu Akut
  • Kanker Kantong Empedu
  • Penyumbatan Saluran Empedu
  • Peritonitis.

 Apabila batu berukuran kecil dan menyumbat saluran empedu maka metabolisme lemak menjadi terhambat dan bisa menimbulkan peradangan pankreas.

Prognosis

Penyakit batu empedu yang telah sembuh dapat muncul kembali pada 2-6% penderita, pertahun di Amerika kurang lebih 500.00 orang dengan batu empedu memerlukan tindakan operasi. Penyakit batu empedu sendiri menyumbang 10.000 kematian tiap tahun. Sekitar 7.000 kematian diakibatkan oleh komplikasi batu empedu seperti pancreatitis akut.

Nah, itu tadi gejala, penyebab dan penanganan penyakit kolelitiasis yang harus Anda ketahui untuk meminimalisasi terjadinya penyakit ini pada Anda dan anggota keluarga Anda, Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.

 

AQ/PJ/MA

Referensi