Ketorolac ;  Efek samping, Sediaan dan Indikasi

Ketorolac

Ketorolac merupakan salah satu obat dalam golongan obat anti inflamasi non steroid. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah hormon yang menyebabkan peradangan (inflamasi), demam, dan nyeri pada tubuh yang disebut dengan prostaglandin.

Nama Generik

Ketorolac Tromethamine

Merek Dagang

Dolac, Remopain, Etofion, Farosex, Rindopain, Farpain, Rolac, Ketoflam, Ketopain, Ropain, Scelto, Ketosic, Topidol, Ketrobat, Toradol, Lactopain, Toramine, Lactor, Torasic, Lantipain, Torgesic, Latorec, Torika, Latrol, Torpain, Matolac, Trolac, Painrel, Xevolac, Quapain, Zevolac, Rativol,

Pengertian

Ketorolac merupakan salah satu obat dalam golongan obat anti inflamasi non steroid. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah hormon yang menyebabkan peradangan (inflamasi), demam, dan nyeri pada tubuh yang disebut dengan prostaglandin. Ketorolac digunakan untuk menurunkan nyeri sedang hingga berat.

Golongan

Obat anti inflamasi non steroid (NSAID)

Sediaan
  • Cairan injeksi 10 mg/mL
  • Cairan injeksi 30 mg/mL
  • Tablet salut selaput 10 mg.
Indikasi

Dosis untuk pemberian injeksi intra vena atau intra muskular (cairan injeksi)

  • Nyeri, jangka pendek
    • Dosis dewasa (17-65 tahun): 30 mg IV dosis tunggal atau 30 mg IV setiap 6 jam, dosis maksimal 120 mg/hari, durasi maksimal 5 hari ATAU 60 mg IM dosis tunggal atau 30 mg IM setiap 6 jam, dosis maksimal 120 mg/hari, durasi maksimal 5 hari
    • Dosis dewasa (>65 tahun atau berat badan <50 kg): 15 mg IV dosis tunggal atau 15 mg setiap 6 jam, dosis maksimal 60 mg/hari, durasi maksimal 5 hari ATAU 30 mg IM dosis tunggal atau 15 mg IM setiap 6 jam, dosis maksimal 120 mg/hari, durasi maksimal 5 hari

Dosis untuk pemberian per oral (tablet)

  • Nyeri, jangka pendek
    • Dosis dewasa (17-65 tahun): 20 mg dilanjutkan dengan 10 mg PO setiap 4-6 jam sesuai dengan kebutuhan, maksimal 40 mg/hari, durasi maksimal baik pemberian parenteral dan oral adalah 5 hari
    • Dosis dewasa (>65 tahun atau berat badan <50 kg) : 10 mg dilanjutkan dengan 10 mg PO setiap 4-6 jam sesuai dengan kebutuhan, maksimal 40 mg/hari, durasi maksimal baik pemberian parenteral dan oral adalah 5 hari

Catatan

  • Sebelum memulai pengobatan dengan injeksi ketorolac, pertimbangkan keuntungan dan risiko terapi dan pertimbangkan juga pilihan terapi lainnya. Gunakan dosis terendah efektif pada durasi paling singkat dan konsisten dengan tujuan terapi pasien.
  • Kriteria Beers: gunakan dengan hati-hati atau hindari karena berpontensi tidak cocok pada lanjut usia.
  • Ketorolac telah ditarik dari pasar di Prancis dan Jerman. Alasan utamanya adalah untuk withdrawal karena peningkatan insiden efek samping (perdarahan saluran cerna dan post operatif, gangguan ginjal akut, reaksi anafilaksis).
  • Data terkait keamanan dan efektivitas ketoralac baik oral atau injeksi belum dapat ditetapkan untuk anak di bawah 17 tahun.
Kontraindikasi

Ketorolac sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Asma, urtikaria, atau jenis reaksi alergi lainnya karena paparan aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lainnya (berat dan terkadang reaksi anafilaksis fatal telah dilaporkan)
  • Risiko perdarahan, baik sangkaan atau terkonfirmasi
  • Operasi bypass jantung, pengobatan nyeri perioperatif
  • Perdarahan serebrovaskular, baik sangkaan atau terkonfirmasi
  • Penggunaan kontaminan dengan aspirin atau NSAID
  • Penggunaan kontaminan pentoxifiline
  • Penggunaan kontaminan probenecid
  • Perdarahan saluran cerna/perforasi, saat ini atau riwayat sebelumnya
  • Hemostasis
  • Hipersensitivitas terhadap aspirin atau NSAID lainnya
  • Hipersensitivitas terhadap EDTA
  • Penyakit ulkus peptikum
  • Gangguan ginjal atau risiko gangguan ginjal karena kekurangan cairan.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Ketorolac yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda perdarahan seperti muntah darah seperti kopi, darah saat batuk, darah pada air seni, kotoran berwarna hitam, merah, atau seperti ter, perdarahan pada gusi, perdarahan pervaginam yang tidak normal, memar tanpa sebab yang jelas atau bertambah besar, atau perdarahan yang sangat buruk atau perdarahan yang tidak dapat berhenti.
  • Tanda masalah ginjal seperti tidak dapat berkemih, perubahan jumlah air seni, darah pada air seni, atau peningkatan berat badan berlebihan.
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin menjadi gelap, merasa lelah, tidak lapar, perut terasa begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, kulit atau mata kuning
  • Nyeri dada atau perasaan dada seperti tertekan atau denyut jantung lebih cepat
  • Perubahan kekuatan otot pada 1 sisi tubuh, sulit berbicara atau berpikir, perubahan keseimbangan, atau pandangan kabur
  • Nyeri kepala berat
  • Napas menjadi pendek, pembengkakan pada lengan atau tungkai
  • Merasa letih atau lemah
  • Reaksi kulit yang sangat buruk (sindrome Stevens-Johnson/Nekrolisis Epidermal Toksik) dapat terjadi. Kondisi ini menyebabkan masalah kesehatan yang sangat buruk dan bahkan dapat berujung pada kematian. Segera cari pertolongan medis bila anda mengalami gejala kulit merah, bengkak dengan atau tanpa demam diserta in mata merah atau iritasi, atau nyeri pada mulut, tenggorokan, hidung, atau mata.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Sakit kepala
  • Nyeri pinggang atau nyeri ulu hati
  • Perut terasa begah.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Ketorolac. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Ketorolac.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C pada trimester 1 dan 2 dan memiliki kategori kehamilan D pada trimester 3. Kategori ini menyatakan bahwa pemberian ketorolac pada ibu hamil akan memberika dampak pada janin bahkan berdampak menimbulkan efek teratogenik.

Pemberian ketorolac pada ibu menyusui juga akan berpengaruh terhadap bayi yang mendapatkan ASI.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Ketorolac, aspirin, obat anti inflamasi non steroid lainnya
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Sampaikan bila Anda sedang hamil dengan usia kehamilan > 24 minggu
    • Sampaikan Anda mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid lainnya
    • Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping pada jantung dan pembuluh darah yang sangat buruk serta bahkan terkadang mematikan. Risiko ini seperti serangan jantung dan stroke. Risiko akan semakin besar jika pasien memiliki riwayat penyakit jantung atau risiko penyakit jantung. Risiko juga meningkat seiring dengan lamanya penggunaan obat. Obat ini tidak dapat diberikan sebelum atau sesudah operasi bypass jantung.
  • Obat ini juga dapat meningkatkan risiko efek samping pada lambung atau usus yang sangat buruk dan terkadang mematikan seperti perdarahan atau ulkus saluran cerna. Risiko ini meningkat pada lanjut usia. Kondisi ini dapat terjadi tanpa tanda bahaya terlebih dahulu. Diskusikan dengan dokter bila Anda memiliki riwayat gangguan saluran cerna sebelumnya bila mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini hanya digunakan untuk pengobatan nyeri jangka pendek (total pemberian hanya 5 hari). Efek samping yang tidak aman dapat muncul bila obat diberikan lebih dari 5 hari
  • Jangan mengonsumsi obat ini bila anda memiliki riwayat penyakit ulkus, masalah ginjal serius atau risiko gangguan ginjal karena volume darah yang rendah. Selain itu, obat ini juga tidak dapat digunakan pada orang dengan perdarahan aktif seperti perdarahan pada otak.
  • Beritahu dokter bila Anda berusia lebih dari 65 tahun, memiliki masalah gangguan ginjal, atau berat badan Anda kurang dari 50 kg.
  • Jangan konsumsi obat ini saat hamil atau bersalin
  • Obat ini tidak disetujui untuk digunakan pada anak-anak. Diskusikan dengan dokter.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Ketorolac telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Ketorolac. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Probenecid
    • Aspirin
    • Pentoxifylline.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Cyclosporine
    • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor
    • Tenofovir
    • Methotrexate
    • Diuretik hemat kalium
    • Diuretik tiazid
    • Loop diuretik
    • Tacrolimus
    • Low molecular weight heparin
    • Ginkgo biloba
    • Pentoxiflline
    • Pralatrexate
    • Pentosan
    • Antiplatelet
    • Kortikosteroid
    • Lithium
    • Antikoagulan
    • Diklofenak
    • Digoksin
    • Desmopresin.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Inhibitor ACE dan penghambat ARB
    • Penghambat adrenergik beta
    • Anisindione
    • Ofloxacin
    • Levofloxacin
    • Mifepristone.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter. Obat dalam sediaan cairan injeksi tidak disimpan di rumah.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi