Kencing Unta untuk Kanker Ditinjau Dari Sisi Medis

kencing unta untuk kanker

Kencing unta untuk kanker ; Sudah sejak lama susu dan urin unta dipercaya untuk mengobati sejumlah besar penyakit, seperti demam, pilek, flu, dan bahkan kanker. Penyakit kanker sendiri merupakan penyakit mematikan yang merenggut sekitar 6 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.  Lalu bagaimana pendapat dari sisi medis mengenai hal ini?

 

Go Dok Belakangan, di kalangan masyarakat Indonesia marak beredar kabar bahwa kencing, alias urin unta, dapat digunakan sebagai obat penyembuh penyakit kanker. Bahkan, urin unta dikatakan bisa lebih cepat dan lebih efektif dalam menyembuhkan penyakit tersebut, dibandingkan kemoterapi. Alhasil, kepercayaan masyarakat terhadap obat alternatif ini semakin meningkat. Apalagi, faktanya juga hingga saat ini para ilmuwan belum berhasil menemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan kanker, sehingga masyarakat cenderung beralih pada pengobatan alternatif.

Namun, bagaimana fenomena kencing unta untuk kanker ini ditanggapi oleh dunia medis? Benarkah praktik ini aman untuk diterapkan? Guna mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini!

Mengapa fenomena kencing unta untuk kanker bisa merebak?

Fenomena kencing unta untuk kanker sejatinya sudah lama timbul, tepatnya di tahun 2011, saat untuk pertama kalinya sekelompok peneliti medis dari Arab mengklaim bahwa mereka telah menemukan suatu formula penyembuh kanker, dengan bahan dasar susu dan urin unta. Para peneliti menyatakan bahwa percobaan yang mereka lakukan pada tikus laboratorium, telah berhasil 100%.

Lalu, apa fakta medis tentang kencing unta untuk kanker?

Sudah sejak lama susu dan urin unta dipercaya untuk mengobati sejumlah besar penyakit, seperti demam, pilek, flu, dan bahkan kanker. Hal ini biasa mereka praktikkan dengan menambahkan satu atau dua tetes cairan tersebut ke dalam minuman, atau bahkan meminumnya langsung.

Suatu penelitian medis menemukan bahwa sitotoksisitas -tingkat perusakan suatu zat terhadap sel-sel tubuh yang terpapar olehnya- dari kencing unta terhadap sel-sel kanker memang bisa terbentuk, dan hal ini bergantung pada dosis pemakaiannya. Selain itu, ditemukan pula bahwa urin unta juga memiliki kemampuan untuk menghambat proses metastatik (penyebaran sel kanker ke bagian lain tubuh) dari sel-sel kanker.

Penelitian lain, yang melibatkan percobaan kemampuan urin unta dalam mempengaruhi sel-sel manusia yang dilakukan in vitro (dalam tabung), juga baru-baru ini dilakukan. Hasilnya pun menyebutkan bahwa urin unta memang menunjukkan sifat sitotoksisitas terhadap berbagai jenis sel-sel kanker, meskipun tidak pada semua jenisnya.  Selain itu, urin unta juga dikatakan memiliki potensi sebagai peningkat sistem imun.

Namun, bagaimana pendapat kalangan medis mengenai hal ini?

Kanker merupakan suatu penyakit mematikan yang merenggut sekitar 6 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya. Meski begitu, obat untuk penyakit ini tak kunjung ditemukan, dan karenanya tak heran jika masyarakat memilih pengobatan alternatif seperti kencing unta.

Namun, di tahun 2015, pejabat dan ketua WHO mendorong masyarakat dunia, terutama di negara Timur Tengah, untuk menahan diri dari meminum susu dan kencing unta. Hal ini digembar-gemborkan guna mengatasi wabah dari virus MERS yang mematikan. Wabah ini menyebar di wilayah Timur Tengah dengan total 9 kematian pada saat peringatan WHO tersebut dikeluarkan. Virus MERS, yang bisa menjangkit baik hewan maupun manusia, dan unta diperkirakan sebagai salah satu penyebab potensial penyakit ini. Karena penularan penyakit ini bisa terjadi dari hewan ke manusia, maka  WHO TIDAK merekomendasikan masyarakat untuk meminum atau mengonsumsi, baik urin maupun susu mentah dari hewan yang liar, khususnya unta.

Nah, itu dia fakta mengenai fenomena kencing unta untuk kanker, yang harus Anda ketahui. Sejatinya, meskipun beberapa kalangan medis sudah mengakui kemampuan kencing unta untuk kanker, namun tetap saja pengonsumsiannya harus diperhatikan. Jadi, jangan asal minum, ya!

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Nikmati ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi